Wonoasih – Kota Probolinggo menjadi kota ke-10 dari target 20 Kota/ Kabupaten yang telah disasar oleh BPBD Jawa Timur guna antisipasi penyebaran wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) yang menyerang hewan ternak. Hari ini Selasa (24/05/2022) Tim Gabungan menyasar Pasar Hewan Jrebeng Kidul Kecamatan Wonoasih dengan melakukan penyemprotan disinfektan ke beberapa titik rawan seputaran Pasar Hewan. Turut hadir Kasi. Logistik BPBD Jawa Timur  Bige Agus Wahjuono, SE, Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo, SSTP., MM, Kasi. K/L BPBD Kota Probolinggo Yudha Arisandy, Kasi. P/K BPBD Kota Probolinggo Nurcholiq, Lurah Jrebeng Kidul M Lutfi Mawahid, Dokter Hewan (drh) Vaiga Miriami, serta perwakilan dari UPT Pasar Hewan Jrebeng Kidul.

BPBD Jawa Timur mendorong upaya pencegahan wabah PMK yang sudah menyasar 20 Kota/ Kabupaten di Jawa Timur, sementara ini sudah 10 Kota/ Kabupaten yang telah dilakukan penyemprotan disinfektan dan diinisiasi langsung oleh BPBD Jawa Timur sesuai arahan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indah Parawansa. “…kami (BPBD Jawa Timur :Red) mensupport apa yang menjadi leading sector pemberantasan PMK, kami telah melaksanakan penyemprotan di 9 kota sebelumnya…” ungkap Bige.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Kota Probolinggo menyampaikan bahwa sesuai arahan Walikota Probolinggo BPBD siap berkoordinasi dan membantu OPD lain guna mencegah penyebaran penyakit PMK di Kota Probolinggo. ” .. sesuai arahan dan petunjuk bapak Walikota Probolinggo, kami (BPBD) telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kota Probolinggo dan saat ini siap melakukan penyemprotan di Pasar Hewan Kota Probolinggo selanjutnya dalam 2 minggu ini kami akan lanjutkan penyemprotan ke beberapa Rumah Potong Hewan di Kota Probolinggo sesuai arahan DPKPP yang memiliki tusi ini….” jelas Sugito.

Berdasarkan data DPKPP Kota Probolinggo hingga saat ini masih ditemukan kasus positif PMK yang mengakibatkan 1 korban hewan mati. Korban hewan yang mati berada di Kecamatan Kademangan. “.. hingga tanggal 13 Mei 2022 ini kami mendapati laporan 6 kasus hewan yang terindikasi terinfeksi PMK, setelah hasil laborat turun ternyata ke-enam-enamnya dinyatakan POSITIF PMK… ” ungkap Vaiga.

Vaiga juga memberikan saran apabila warga masyarakat menemukan hewan ternak yang ciri-cirinya seperti gejala pada PMK agar segera melaporkan ke instansi terkait. Serta hewan ternak, hingga pakannya perlu dilakukan tindakan khusus agar tidak bertambah meluas dampaknya. Bilamana perlu hewan ternak yang sakit tak perlu dibawa ke Pasar Hewan, tetap dikandang saja hingga dinyatakan sembuh. (CNN)