Dorong Diseminasi Informasi Cuaca dan Gempa, BPBD Perkuat Sinergitas dengan BMKG

Dorong Diseminasi Informasi Cuaca dan Gempa, BPBD Perkuat Sinergitas dengan BMKG

Probolinggo – Ditengah kondisi Geo-Hidrometeorologi dimana sebagian besar wilayah Kota Probolinggo masuk dalam musim hujan mendorong BPBD Kota Probolinggo memperkuat diseminasi informasi terkait kondisi cuaca yang dapat mengakibatkan potensi serta ancaman bencana Hidrometeorologi. Guna mendukung hal tersebut, BPBD Kota Probolinggo melaksanakan Kunjungan Kerja ke BMKG Stasiun Meteorologi Kelas 1 Juanda dan BMKG Stasiun Geofisika Kelas 2 Pasuruan Jawa Timur pada hari Rabu s/d kamis (25-26/01).

Bencana hidrometeorologi adalah bencana yang diakibatkan oleh aktivitas cuaca seperti siklus hidrologi, curah hujan, temperatur, angin dan kelembapan. Bentuk bencana hidrometeorologi berupa kekeringan, banjir, badai, kebakaran hutan, longsor, angin puyuh, gelombang dingin, hingga gelombang panas. Sementara itu, Kota Probolinggo yang memiliki 5 (lima) kecamatan setidaknya menghadapi beberapa potensi bencana hidrometeorologi diantaranya Angin kencang, Banjir/ Genangan, Kebakaran, Air rob dan Erupsi Gunung Bromo.

Diseminasi adalah kegiatan penyebaran informasi yang ditujukan kepada kelompok target atau individu agar memperoleh informasi, menerima, dan akhirnya dapat mengubah perilaku sasaran. Tujuan adanya penyebaran informasi ini adalah masyarakat berperan aktif mendapat informasi dari sumber yang terpercaya sehingga tidak terjerumus pada perilaku yang dapat merugikan masyarakat itu sendiri.

Kunjungan Kerja BPBD Kota Probolinggo ke BMKG Juanda dan Pasuruan bertujuan untuk memperkuat kerjasama yang telah terjalin selama ini dan berkoordinasi terkait sebagian besar data dan informasi yang disebarluaskan oleh BPBD Kota Probolinggo bersumber dari BMKG. Data dan Informasi BMKG meliputi Kegempaan serta Klimatologi ini disebarluaskan melalui kanal media sosial hingga aplikasi berbasis ponsel pintar yang dikembangkan oleh BPBD Kota Probolinggo. Guna menghindari serta meminimalisir disinformasi terkait kondisi cuaca hingga kejadian kegempaan, BPBD Kota Probolinggo melakukan konsultasi kepada BMKG.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas 1 Juanda dalam hal ini diwakili oleh Koordinator Bidang Data & Informasi (Datin) Teguh Tri Susanto, S.Si., M.T., turut mendampingi Koordinator Bidang Observasi Rendy Irawadi, S.Si., menerima tim BPBD Kota Probolinggo yang dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo serta didampingi oleh Kasi. Kedaruratan & logistik Yudha Arisandy. Kalaksa menyampaikan maksud timnya bertandang ke BMKG adalah dalam rangka konsultasi dan koordinasi terkait diseminasi informasi Cuaca, Gempa dan aplikasi Peringatan Dini (SIAB MASPRO) yang dikembangkan oleh BPBD Kota Probolinggo.

Dalam suasana penuh kehangatan, Teguh menyambut baik terobosan yang dilakukan BPBD Kota Probolinggo. BMKG menilai upaya yang telah dilakukan BPBD Kota Probolinggo akan membantu pihaknya dalam mendiseminasi informasi meteorologi, klimatologi dan geofisika kepada masyarakat. Menurutnya BPBD memiliki jejaring dan program mitigasi yang dapat disebarluaskan hingga ke pelosok desa/ kelurahan.
“.. Sebenarnya untuk aplikasi (SIAB MASPRO) sepanjang memiliki UI (user interface) yang ringan dan sederhana akan memudahkan masyarakat untuk mengakses layanan-layanan yang disediakan..” ujar Rendy.

BMKG berharap kedepan pihaknya bersama BPBD maupun stake holder lain dapat mengembangkan sebuah layanan layaknya portal kebencanaan yang dapat diakses bersama-sama seluruh kota/ kabupaten sehingga masyarakat tidak akan kesulitan mengakses informasi dari suatu daerah.
“.. Banyak aplikasi yang telah dikembangkan oleh daerah. Saya (bercita-cita)ingin memiliki sebuah portal informasi bencana yang terpusat namun dapat diakses oleh berbagai kota diJawa Timur. Tentunya hal ini akan memudahkan masyarakat yang akan mengakses informasi (kejadian) bencana suatu daerah/ wilayah tertentu..” imbuh Teguh.

BPBD Kota Probolinggo saat tiba dikantor BMKG Stasiun Geofisika Kelas 2 Pasuruan diterima langsung oleh Kepala BMKG Stasiun Geofisika Pasuruan dalam hal ini diwakili oleh Kepala Seksi Observasi dan Informasi Suwarto, S.Si. Dalam sambutan awalnya Suwarto menyinggung adanya sesar aktif di Probolinggo. Sesar yang membujur dari barat ke timur diwilayah Kabupaten Probolinggo sejauh 15 KM ini merupakan salah satu sesar dari sekian banyak sesar aktif di Jawa Timur.
“.. BMKG telah memetakan beberapa sesar aktif di Jawa Timur berdasarkan peta Pusat Gempa Nasional (PUSGEN) tahun 2017. Dari peta ini kemudian kami buat skenario serta modelling dampak kerusakan yang ditimbulkan.” jelas Suwarto.

Selain kegempaan, BMKG Stasiun Geofisika Pasuruan juga memiliki tugas dan fungsi dibidang Petir. Suwarto menjelaskan bahwa masyarakat perlu tahu informasi seputar petir. Selain memantau pusat sebaran dan kekuatan petir pihaknya juga kerap mensosialisasikan bahaya petir. Disela kunjungan, tim diajak untuk melihat ruangan yang memiliki fungsi memantau dan memproses sebuah informasi terkait bidang Geofisika.

Kalaksa BPBD Kota Probolinggo usai kunjungan kerja menyampaikan bahwa materi yang didapat selama kegiatan ini dapat dikaji kembali dan bilamana diperlukan dapat disebarluaskan agar masyarakat siap dan dapat menimalisir dampak jika sebuah bencana terjadi. Pihaknya juga menginginkan kerjasama yang telah terjalin dengan BMKG selama ini dapat dipelihara dan ditingkatkan untuk kepentingan tugas dan fungsi BPBD dalam mendiseminasi informasi terkait cuaca maupun aspek lain dibidang kebencanaan. (CNN)

KALEIDOSKOP KEBENCANAAN KOTA PROBOLINGGO TAHUN 2022

KALEIDOSKOP KEBENCANAAN KOTA PROBOLINGGO TAHUN 2022

 

Kedopok – BPBD Kota Probolinggo melalui Pusdalops PB telah menerbitkan rangkuman sebaran data kebencanaan selama tahun 2022. Hingga penghujung akhir tahun 2022 ini tepatnya per tanggal 31 Desember 2022 telah disusun KALEIDOSKOP KEBENCANAAN KOTA PROBOLINGGO Tahun 2022 yang merupakan Rangkuman Sebaran Data Kebencanaan di Kota Probolinggo selama kurang lebih 1 (satu) tahun.

Berdasarkan data Indeks Resiko Bencana Indonesia (IRBI) Tahun 2021 yang diterbitkan oleh BNPB Kota Probolinggo memiliki setidaknya 5 (lima) potensi ancaman bencana. Hujan Lebat disertai Angin Kencang, Kebakaran, Banjir, Bencana Air Rob, serta Erupsi Gunung Bromo merupakan potensi ancaman bencana yang akan dihadapi oleh masyarakat Kota Probolinggo.

Sementara itu, rilis BMKG menyebutkan bahwa selama tahun 2021 dinamika atmosfer serta dampak dari badai siklon tropis menyebabkan potensi Geo-Hidrometeorologi di wilayah Kota Probolinggo salah satunya meningkatnya curah hujan diserta angin dan petir. BMKG menghimbau kepada seluruh mitra K/L, pemerintah daerah dan stakeholder, serta masyarakat untuk terus memonitor perkembangan cuaca, iklim, dan gempabumi, serta peringatan dini kondisi ekstrem (cuaca, gelombang laut, iklim, dan tsunami) dari BMKG melalui berbagai kanal resmi, serta meningkatkan kewaspadaan di daerah-daerah yang rawan terhadap bencana Geo-Hidrometeorologi.

Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo menjelaskan ditahun 2022 ini BPBD Kota Probolinggo mencatat terdapat 88 buah Kejadian Bencana yang melanda wilayahnya. Hujan deras disertai angin yang menyebabkan pohon tumbang disejumlah wilayah di Kota Probolinggo masih mendominasi dengan jumlah 60 buah kejadian. Selain pohon tumbang, hujan deras juga menyebabkan sejumlah 10 titik tergenang air hingga menyebabkan meningkatnya debit air disungai legundi. Kurang lebih 123 Kepala Keluarga (KK) terdampak akibat peningkatan/ luapan aliran sungai legundi. Hujan deras ini juga mengakibatkan 2 (dua) buah rumah roboh namun dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Kalaksa menambahkan potensi bencana lain di Kota Probolinggo adalah Kebakaran. Kebakaran yang menyebabkan sebagian korban kehilangan tempat tinggal ini tercatat ada 13 kejadian. BPBD bersama unsur pendukung kedaruratan lain senantiasa memberikan edukasi dan sosialisasi guna mencegah atau meminimalkan terjadinya bahaya kebakaran.

Disisi lain, BPBD juga turut mendukung upaya penanganan Pencarian dan Pertolongan (SAR) yakni membantu BASARNAS dalam pencarian korban Kecelakaan Laut akibat perahu dihantam ombak dilaut. Dalam upaya ini BPBD menerjunkan 1 (satu) tim Rescue Laut.

Pemerintah Kota Probolingo senantiasa menghimbau warga masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan serta antisipisasi perubahan cuaca ekstrem. Dimasa peralihan tahun 2022-2023 ini BMKG memprediksi masih terdapat potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana Geo-Hidrometeorologi. Tetap mengikuti perkembangan cuaca maupun kondisi meteorologi melalui kanal resmi BMKG, atau dapat mengikuti kanal resmi BPBD Kota Probolinggo. (CNN)

Jelang Nataru, BPBD siagakan Tim Reaksi Cepat antisipasi puncak musim hujan

Jelang Nataru, BPBD siagakan Tim Reaksi Cepat antisipasi puncak musim hujan

Kedopok – Berdasarkan data yang telah dihimpun oleh Pusdalops PB BPBD Kota Probolinggo diperkirakan selama bulan Desember tahun 2022 masih terpadat potensi curah hujan yang akan mengguyur sebagian besar wilayah Kota Probolinggo.

“.. Kami (BPBD) telah melansir data dari BMKG bahwasanya Kota Probolinggo masih berpeluang akan diguyur hujan hingga akhir tahun ini..” ujar Yudha.
Kasi. Kedaruratan & Logistik BPBD Kota Probolinggo ini juga menyampaikan bahwa diperkirakan puncak musim hujan yang akan terjadi diwilayahnya berkisar bulan Januari hingga Februari tahun 2023.

“.. Curah hujan yang akan mengguyur Kota Probolinggo berkisar 210 – 300 mm artinya hujan yang akan turun nanti bisa cukup deras malah mungkin bisa deras sekali..” imbuh Yudha

Sementara itu, guna mengantisipasi penanganan kejadian bencana diwilayah Kota Probolinggo, Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo telah menyiagakan tim TRC didukung peralatan pendukung.
“.. Saya telah memerintahkan tim TRC untuk selalu siaga dan memeriksa kondisi peralatan dan juga tidak lupa untuk selalu menjaga kondisi kesehatan diri karena bencana tak mengenal waktu dan kondisi..” terang kalaksa.

Selain itu, BPBD juga telah memasang FEWS (Flood Early Warning System) yang berfungsi sebagai alat Peringatan Dini dan memantau aliran sungai Kedunggaleng dan Legundi.

“.. Saat ini Pemerintah Kota Probolinggo telah memasang dan mengaktifkan FEWS sebagai alat Pemantau Aliran sungai sekaligus sebagai alat Peringatan Dini. Alat ini telah terpasang di dam Kedunggaleng Wonoasih dan Dam Keleb Kademangan..” imbuh Sugito.

Curah Hujan (mm) merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap dan tidak mengalir.
Curah Hujan 1 (satu) millimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.

Sedangkan Curah Hujan Kumulatif (mm) merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut.
Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM). Penjelasan terkait hal diatas disampaikan dalam rilis BMKG terkait Perkiraan Musim Hujan bulan Desember tahun 2022. (CNN)

Kalaksa : Relawan itu sejatinya adalah orang kaya

Kalaksa : Relawan itu sejatinya adalah orang kaya

Kedopok – Puluhan relawan dari berbagai potensi dan komunitas hadir dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Relawan Penanggulangan Bencana dalam rangka antisipasi bencana hidrometeorologi tahun 2022 pada rabu (14/12).

Bertempat diaula BPBD Kota Probolinggo berkumpul para relawan dari Tagana (Dinsos PPA), PMI, Pramuka, ORARI, Senkom Mitra Polri, Relawan Damkar bersama Relawan PB BPBD Kota Probolinggo membahas peran serta tupoksi masing-masing dalam setiap penanganan kejadian bencana.

Dalam arahannya, Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo memberikan penekanan pentingnya koordinasi antar relawan saat terjadinya bencana sehingga membuat operasional penanggulangan bencana menjadi cepat, efektif dan terukur.

Lebih lanjut, kalaksa menekankan tentang dibutuhkannya kesadaran tentang kemampuan dan kompetensi (personal skill) antar potensi relawan dari satu komunitas akan lebih baik disempurnakan potensi dari relawan (komunitas) lain layaknya antar bagian dalam tubuh manusia.

Ditengah suasana hangat lagi bersahaja kalaksa didampingi kasie. K/L Yudha Arisandy membuka ruang dialog guna menyamakan persepsi antar sesama relawan.

Kepada perwakilan pramuka, Kalaksa menginginkan adanya tambahan materi edukasi kebencanaan bagi pelajar tingkat dasar yang sebagian besar adalah anggota pramuka. (cnn)

Debit Aliran Sungai Legundi Naik Rendam 3 Kelurahan

Debit Aliran Sungai Legundi Naik Rendam 3 Kelurahan

Kademangan – Hujan yang mengguyur Kota Probolinggo pada petang hari berdampak pada meningkatnya debit aliran sungai Legundi, minggu (20/11). Kurang lebih pukul 18.13 WIB aliran sungai mulai meluap hingga menggenangi setidaknya 3 (tiga) kelurahan masing-masing Kelurahan Sumberwetan Kecamatan Kedopok, Kelurahan Pohsangit Kidul serta Kelurahan Kademangan Kecamatan Kademangan. Hal ini menyebabkan jalur lalu lintas Jalan Prof. Hamka yang merupakan (akses) jalan jalur Selatan Kota Probolinggo menjadi terhambat.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Pusdalops PB, meningkatnya debit aliran sungai Legundi seiring dengan curah hujan yang terpantau diselatan Kota Probolinggo cukup tinggi. Aliran sungai Legundi yang melewati DAM Kelep tertahan sedemikian lamanya karena banyaknya tumpukan sampah yang menyebabkan pintu air DAM Kelep tidak dapat menampung air. Akibatnya air meluap hingga menggenangi Jalan dan beberapa rumah warga disekitar bantaran sungai.

Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo menyampaikan bahwa dirinya telah memerintahkan tim Kaji Cepat, TRC hingga relawan PB untuk segera mempersiapkan Tanggap Darurat. Upaya ini dilakukan untuk meminimalkan korban jiwa dan material serta sebagai bahan/ dasar pengambilan keputusan.
“.. Begitu kami (BPBD) mendapatkan laporan melalui Call Center 112 bahwasanya ada kawasan diwilayah Kademangan ini yang tergenang banjir, saya perintahkan Tim Kaji Cepat dibantu TRC dan Relawan PB untuk segera turun ke lokasi..” ujar Sugito. Berdasarkan laporan Tim Kaji Cepat berikut ini kawasan dan jumlah Kepala Keluarga (KK) terdampak antara lain
1. RT 01 RW 02 Kelurahan Sumber wetan Kec Kedopok sebanyak 95 KK

2. RT 01 RW 03 Dusun Krajan Kelurahan Pohsangit Kidul Kec Kademangan sebanyak 5 KK

3. RT 02 RW 03 Dusun Krajan Kelurahan Pohsangit Kidul Kec Kademangan sebanyak 13 KK

4. RT 03 RW 04 Kelurahan Kademangan Kec Kademangan sebanyak 6 KK

Tim Gabungan Penanggulangan Bencana (PB) yang terdiri dari BPBD, Polres Probolinggo Kota, Kodim 0820, PUPR, Dishub, Dinsos, SatpolPP, DLH, serta berbagai unsur forkompim Kelurahan dan Kecamatan turun langsung ke lokasi terdampak. Tim Gabungan menurunkan ekskavator untuk membantu mengangkut sampah yang menyumbat dam, sampah-sampah tersebut kemudian diangkut menggunakan truk sampah DLH ke TPA. Secara keseluruhan, proses evakuasi dan normalisasi aliran sungai legundi diakhiri dengan pembersihan sisa sampah dengan dilakukan penyemprotan oleh petugas DAMKAR.

Pusdalops PB masih senantiasa memantau kondisi Geo-Hidrometeorologi diwilayah Kota Probolinggo dan sekitarnya. Melansir dari Peringatan Dini BMKG, hingga 3 (tiga) hari kedepan wilayah Probolinggo dan sekitarnya masih berpotensi turun hujan diserta angin dan petir. Untuk itu Pemerintah melalui BPBD Kota Probolinggo menghimbau kepada masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan akan adanya perubahan cuaca yang mendadak hingga ekstrem. (CNN)

Ikuti terus perkembangan informasi melalui tautan ringkas akun media sosial BPBD Kota Probolinggo sbb : (klik tautan warna biru)
1. Tautan Microsite (Laman ringkas)
https://s.id/BPBDkotaprobolinggo
2. Tautan Laman SiAB Mas Pro – FEWS
https://s.id/siabmaspro
3. Tautan Laman resmi BPBD Kota Probolinggo
https://s.id/siaga247
4. Tautan Fanpage Facebook BPBD Kota Probolinggo
https://s.id/fpmenyala247
5. Tautan Linimasa Instagram BPBD Kota Probolinggo
https://s.id/igmenyala247
6. Tautan WA Bantuan Langsung ke nomor Pusdalops PB
https://s.id/cc117pb

#handaledukasi
#probolinggoimpressive
Badan Nasional Penanggulangan Bencana
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Timur
Pemerintah Kota Probolinggo
Handaledukasi

Tim Ahli UB beri pendampingan UMKM dan Keltana Kota Probolinggo

Tim Ahli UB beri pendampingan UMKM dan Keltana Kota Probolinggo

Pada Rabu, 9 November 2022, beberapa ahli dari Sekolah Pascasarjana melanjutkan materi yang lebih difokuskan pada pemberian pelatihan dengan tema umum “Pelatihan Penguatan Kapasitas Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) untuk Peningkatan Ketahanan Lingkungan, ekonomi dan Sosial Masyarakat terhadap Bencana di Kota Probolinggo”. Tiga pelatihan ini diampu oleh akademisi berkompeten diantaranya Prof. Amin Setyo Leksono, Ph.D, Prof. Dr. Ir. Harsuko Riniwati, MS, dan Fitri Candra Wardana, SE., M.Acc.,Ph.D.


Kegiatan yang menyasar pada pelaku usaha (UMKM) serta anggota FPRB ditingkat kelurahan dilaksanakan di kantor BPBD Kota Probolinggo diharapkan dapat menjadi sarana pertukaran pengetahuan dan penjalin kerjasama yang lebih baik antara Kota Probolinggo dengan Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya dalam menyongsong era pasca-pandemi Covid 19.
Asisten Pemerintahan Pemkot Probolinggo Ir. Gogol Sudjarwo, M.Si. dalam sambutannya menyampaikan harapan Pemerintah Kota Probolinggo agar kegiatan (Diklat & Pendampingan) seperti ini tidak cukup berhenti disini namun juga berharap kedepan BPBD maupun kalangan akademisi dapat senantiasa menyusun program lanjutan secara berkesinambungan.


Senada, Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo menyampaikan bahwa Tim DOKAR Sekolah Pascasarjana UB ini terdiri dari para Profesor dan Dosen yang berkompeten di bidang Ekonomi, UMKM, penanggulangan bencana, termasuk di antaranya penanganan pasca-pandemi COVID-19. Dalam era Industri 4.0, dosen bukan hanya dituntut ahli dalam mengajarkan, meneliti, dan mengabdi kepada masyarakat tetapi juga dituntut untuk mampu memiliki networking yang luas dan pengalaman kerja di luar kampus. (CNN)

Jalin Kerjasama, tim DOKAR Univ. Brawijaya kunjungi Pusdalops PB BPBD Kota Probolinggo

Jalin Kerjasama, tim DOKAR Univ. Brawijaya kunjungi Pusdalops PB BPBD Kota Probolinggo

Sekolah PascaSarjana Universitas Brawijaya (UB) dan BPBD Kota Probolinggo sepakat bekerjasama meningkatkan Ketahanan Lingkungan, Ekonomi Dan Sosial Masyarakat Terhadap Bencana Di Kota Probolinggo. Kerjasama ini ditandai dengan penandatangan Memorandum of Understanding (MOU) antara kedua belah pihak, di Kota Probolinggo, Selasa (8/11/22). Melalui kerjasama ini, diharapkan Program DOKAR yakni Dosen Berkarya yang merupakan program dari Sekolah PascaSarjana UB dapat memberikan sumbangsih baik berupa pendampingan maupun pelatihan yang diperuntukkan bagi masyarakat Kota Probolinggo.


Dalam kesempatan yang sama, Direktur beserta Ketua BPPM Sekolah Pascasarjana UB, yaitu Prof. Dr. Muh. Khusaini, SE., ME, dan Dr. Ir. Bambang Semedi memberikan materi dalam SEMINAR yang membahas dan mengkaji mengenai penguatan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat yang diharapkan bermanfaat untuk masyarakat Probolinggo pasca pandemi Covid-19.
Turut hadir sebagai peserta, Kepala OPD dilingkungan Pemkot Probolinggo, Kelompok Masyarakat (Pokmas), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan, perwakilan TP PKK dan anggota Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Probolinggo.


Disela kegiatan, tim Dosen Berkarya berkesempatan mengunjungi ruang PUSDALOPS PB BPBD Kota Probolinggo didampingi oleh Asisten Pemerintahan Pemkot Probolinggo Ir. Gogol Sudjarwo, M.Si. Didalam ruang Pusdalops, Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo menjelaskan secara umum fasilitas maupun daya dukung layanan Kebencanaan termasuk diantarannya EWS (Early Warning System) yang tengah dibangun oleh Pemerintah Kota Probolinggo. (CNN)

Tingkatkan Kapasitas diri, Walikota ikut Pelatihan Penanggulangan Bencana

Tingkatkan Kapasitas diri, Walikota ikut Pelatihan Penanggulangan Bencana

Surabaya – Walikota Probolinggo Habib Hadi Zaenal Abidin mengikuti Pelatihan Kepemimpinan dalam Penanggulangan Bencana yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Penanggulangan Bencana (PB) di Kantor BPSDM Jawa Timur pada hari Selasa (2/11). Pelatihan yang diperuntukkan bagi seluruh Kepala Daerah dan Ketua DPRD Kabupaten/ Kota se-Jawa Timur ini dibuka secara resmi oleh Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.

.

Diklat Kepemimpinan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana khususnya dalam situasi darurat dengan baik, sigap cepat dan tepat. Pemerintah daerah diharapkan komitmennya untuk menyiapkan langkah-langkah peningkatan kapasitas, kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana.

.

Dalam sambutannya, Kepala BNPB mengatakan bahwa Indonesia menjadi salah satu dari 35 negara di dunia yang memiliki tingkat risiko bencana tertinggi di dunia, sebagaimana menurut _World Bank_. Data BNPB per 1 Januari 2022 hingga 1 November 2022 tercatat ada 3.045 kejadian bencana yang didominasi oleh hidrometeorologi basah seperti banjir, cuaca ektrem dan tanah longsor.

.

Menurut data BNPB, Provinsi Jawa Timur memiliki 38 kabupaten/kota dengan tingkat risiko bencana tinggi dan tiga tahun terakhir bencana yang mendominasi di wilayah jawa timur adalah bencana banjir.

.

Kepala BNPB kembali mengingatkan apa yang menjadi arahan Presiden tentang peran penting pemerintah daerah seperti tanggung jawab mutlak sebagai komandan satgas darurat saat terjadi bencana, menyusun rencana kontijensi, meningkatkan kepemimpinan dan penyusunan program yang berorientasi pada ketangguhan terhadap bencana.

.

“Saat terjadi darurat bencana, para Bupati dan Walikota secara otomatis menjadi garda terdepan dan komandan dalam penanganan darurat bencana, jangan gengsi!, ” tutur Suharyanto.

.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BNPB juga menjelaskan bahwa selain Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007, tanggung jawab dan kewenangan pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana telah dijelaskan secara terperinci dalam UU 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah dan implementasinya dijelaskan dalam Permendagri No 101 tahun 2018 tentang standar pelayanan minimal.

.

Selain itu, Kepala BNPB yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas PMK memberikan arahan untuk meningkatkan pelaksanaan strategi penanganan PMK diantaranya Biosecurity, pengobatan, vaksinasi dan potong bersyarat, mengingat Jawa Timur saat ini termasuk daerah yang tingkat kesembuhannya rendah.

.

Menutup sambutannya, Kepala BNPB berharap, dengan terselenggaranya kegiatan diklat kepemimpinan ini, maka seluruh pemimpin penanggulangan bencana daerah dapat saling berbagi pengalaman yang mengarah kepada peningkatan kapasitas dan kualitas kinerja bersama dalam menciptakan rasa aman dari potensi bencana.

 

“Penanganan bencana di tiap-tiap daerah selalu memiliki dinamika berbeda. Ada daerah yang sudah baik dan cepat dalam penanggulangan bencana, ada daerah yang biasa-biasa saja dan ada pula wilayah yang masih lambat serta kurang maksimal. Kita tidak perlu menghakimi. Akan tetapi, pengalaman baik di setiap daerah hendaknya dijadikan sebagai mementum untuk pembelajaran dan perbaikan di masa depan,” kata Suharyanto.

.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, pejabat eselon 1,2 dan staf BNPB dan seluruh pimpinan Kabupaten/Kota se-Jawa Timur itu, turut mendampingi Sekda Kota Probolinggo Ninik Ira Wibawati dan Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo. (CNN)

 

#BNPBIndonesia
#BudayaSadarBencana
#SiapUntukSelamat
#KitaJagaAlamJagaKita
#BudayaSadarBencana
#BersatuLawanCOVID19
#AyoPakaiMasker
#AyoSegeraBooster
#Pulihbersamapulihlebihkuat
#DariIndonesiaduniapulihbersama

7 Peran Strategis Relawan

7 Peran Strategis Relawan

Relawan/sukarelawan (volunteer) bukanlah profesi, melainkan sebuah perilaku yang berdasar pada panggilan jiwa.

Ia bukanlah predikat keprofesian yang untuk mendapatkan predikatnya harus dengan pendidikan khusus seperti dokter atau militer misalnya. Seseorang cukup dinilai sebagai relawan jika dia memiliki jiwa kerelawanan, senang menolong dan melayani orang lain.

Sebuah keterpanggilan yang bisa melekat pada profesi apapun. Guru yang relawan, dokter yang relawan, polisi yang relawan, perawat yang relawan, amatir radio yang relawan, akuntan yang juga memiliki jiwa relawan, dan segala profesi lainnya, jiwa relawan bisa ada pada siapapun.

Meski bukan sebuah profesi, seorang relawan tetap wajib menjalankan perannya dengan baik dan sungguh-sungguh. Karena itulah seorang relawan dituntut untuk selalu belajar dan berlatih untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya. Sebab para relawan memiliki peran yang cukup strategis bagi masyarakat.

Sedikitnya ada tujuh peran strategis relawan yang harus dipahami dan dijalankan dengan baik.

1. Inspirasi
Kerelawanan adalah perilaku kebaikan yang kerap menginspirasi orang lain untuk melakukan kebaikan serupa. Satu aksi baik selalu lebih mengagumkan daripada seribu narasi.

2. Edukasi
Ada dua peran edukasi yang dijalankan seorang relawan. Edukasi kepada masyarakat terkait segala hal, misalnya kasus Covid-19, relawan mengedukasi tentang bahayanya, meluruskan hoax dan lain sebagainya.
Relawan juga melatih masyarakat tentang kesiapsiagaan bencana dan masih banyak lagi.

Edukasi kedua kepada sesama relawan itu sendiri, saling belajar dan berlatih meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya.

3. Kontribusi/Aksi
Tentu saja bukan relawan jika tidak ada kontribusi nyata bagi masyarakat di sekitarnya. Aksi nyata adalah wujud aktualisasi diri seorang relawan. Bukan soal kecil besarnya kontribusi tetapi kontinyuitas dengan impact yang terukur.

4. Inisiasi
Salah satu peran penting relawan adalah menginisiasi lahirnya program atau gerakan kebaikan. Kemampuan relawan melihat masalah lalu menghadirkan program sebagai solusinya. Relawan itu trendsetter kebaikan.

5. Advokasi
Relawan harus mampu memberikan advokasi di tengah masyarakat maupun menjadi mitra strategis pemerintah. Banyak masyarakat dibawah yang perlu didampingi terkait hak-hak mereka, misal terkait kesehatan atau pendidikan. Relawan juga bisa menjadi mitra pemerintah dalam pencapaian tujuan pembangunan.

6. (Membangun) Sinergi dan Kolaborasi
Jangan kerja sendiri, jangan eksklusif, jangan tinggikan ego kelembagaan, utamakan sinergi dan Kolaborasi sesama lembaga kemanusiaan, juga kepada pemerintah dan sektor bisnis.

7. Regenerasi
Karena kebaikan harus terus diwariskan. Karena setiap masa ada pahlawannya, bangsa ini perlu lebih banyak orang dengan aksi baik. Siapkan generasi muda yang juga siap mengikuti jejak baik Anda sebagai relawan. Didik mereka, beri pelatihan agar terlahir relawan muda yang lebih baik, yang siap mengambil peran untuk negeri.

Jangan pernah berhenti melakukan aksi baik. Satu aksi lebih baik dari seribu narasi.

#salamtangguh
#salamkemanusian

Jangan lupa #tetapsemangat 🙏💪💪💪

Badan Nasional Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Timur
Handaledukasi Pemerintah Kota Probolinggo

Gandeng TNI dan Polri, Pemerintah Kota Probolinggo Himbau Waspada Bencana Hidrometeorologi

Gandeng TNI dan Polri, Pemerintah Kota Probolinggo Himbau Waspada Bencana Hidrometeorologi

 

Kedopok – Puluhan personil TNI dan Polri bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) PB BPBD Kota Probolinggo menggelar Operasi Gabungan dalam rangka memberikan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat tentang Bencana Hidrometeorologi pada hari Rabu (26/10/2022). Operasi ini digelar sejalan dengan hasil Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi tahun 2022 serta Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Bencana yang telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu.

Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo dalam arahannya menyampaikan bahwa Operasi kali ini tim gabungan menitikberatkan pada lokasi yang terdapat pohon besar peneduh serta beberapa Ruang Terbukan Hijau (RTH) yang menjadi titik kumpul masyarakat. Pada lokasi tersebut beberapa pohon akan ditempel Stiker Himbauan “Awas Pohon Tumbang” serta spanduk himbauan “Waspadai Bencana Hidrometeorologi” dan telah tersebar dibeberapa titik se-Kota Probolinggo.
“.. Upaya ini merupakan ikhtiar kita sebagai pemangku amanah diKebencanaan, semoga masyarakat dapat terus meningkatkan kewaspadaan akan bencana Hidrometeorologi terutamanya dampak Pohon tumbang…” ujar Kalaksa.

Berdasarkan data di Pusdalops PB BPBD Kota Probolinggo curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta pantauan kecepatan angin yang melintasi Kota Probolinggo hingga 27 KM/ jam masih akan terjadi hingga memasuki bulan Nopember 2022 mendatang. Pemerintah melalui BPBD Kota Probolinggo senantiasa menghimbau agar masyarakat mempersiapkan diri guna menghadapi masuknya musim penghujan yang diprediksi puncak musim hujan pada bulan Desember hingga Januari 2023. (CNN)