WALIKOTA : DASAR YAKIN ITU MENJADIKAN SUATU KEPUTUSAN YANG TERBAIK

WALIKOTA : DASAR YAKIN ITU MENJADIKAN SUATU KEPUTUSAN YANG TERBAIK

MAYANGAN – Bencana itu terjadi sewaktu-waktu, tidak terencana tidak terdeteksi – sewaktu-waktu kita menghadapi bencana kita sudah punya kesiapan. Oleh karenanya Bekal pengalaman dan pendidikan (tentang kebencanaan) ini menjadi sesuatu yang bermanfaat kedepannya. Hal ini disampaikan langsung oleh Walikota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin dihadapan peserta Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMP Negeri 2 Kota Probolinggo pada hari Senin (29/08/2022). Turut hadir Ketua DPRD Kota Probolinggo Abdul Mujib, Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo, Plt. KadisDikbud Wawan Soegyantono, serta Kepala SMPN2 Kota Probolinggo Sandi Purwanto.

Walikota berharap kegiatan semacam ini dapat diselenggarakan di semua lembaga pendidikan di Kota Probolinggo. “.. hal (kegiatan) ini sangat penting, terlebih Kota Probolinggo hingga tahun ini meraih penghargaan sebagai Kota Layak Anak tingkat UTAMA tahun 2022. …Kalau sudah namanya Kota Layak Anak berarti anak-anaknya harus HEBAT dan HANDAL..” imbuh Habib disambut aplause meriah dari peserta yang hadir.
Sementara itu Kalaksa BPBD Kota Probolinggo mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan sosialisasi dan edukasi dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi bencana. Kalaksa juga melaporkan bahwa ditahun ini pembinaan dan kegiatan edukasi untuk para pelajar yang notabene merupakan entitas (anak-anak) yang paling rawan dalam menghadapi bencana telah dilakukan dibeberapa sekolah ataupun lembaga pendidikan seperti MI Muhammadiyah dan MA Riyadlus Sholihin Kota Probolinggo. Kalaksa berharap para peserta yang mengikuti kegiatan ini dapat memetik pelajaran akan pentingnya kesiapsiagaan bencana.
Kegiatan ini menghadirkan fasilitator dari FPRB Kota Probolinggo dengan materi Kesiapsiagaan dan praktek lapangan. Ibu Dini selaku fasilitator kegiatan menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan SPAB ini berlangsung hari ini hingga esok hari. (CNN)

Salam Tangguh 💪
Salam Kemanusiaan 🙏

@handaledukasi
@probolinggoimpressive
@bnpb_indonesia
@pusdalops_bnpb
@bpbd_jatim
#PemerintahKotaProbolinggo
#WalikotaProbolinggo
#HabibHadiOfficial
#Handaledukasi
#Habibhadizainalabidin
#iloveProbcity❤

PERINGATI HUT KEMERDEKAAN BPBD GELAR LOMBA OLAH KREASI MAKANAN SIAP SAJI DARURAT

PERINGATI HUT KEMERDEKAAN BPBD GELAR LOMBA OLAH KREASI MAKANAN SIAP SAJI DARURAT


Kedopok – Siapa sangka makanan siap saji yang biasa dikonsumsi saat kondisi penanganan darurat bencana diolah dan disajikan layaknya hidangan jamuan dihotel berbintang oleh para Ibu-ibu yang tergabung dalam Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPBD Kota Probolinggo. Kegiatan yang berlangsung pada hari Jumat (19/08/2022) ini melibatkan seluruh istri staff BPBD Kota Probolinggo. Ketua DWP BPBD Kota Probolinggo Fivin Desianti menyampaikan bahwa kegiatan ini terselenggara dalam rangka ikut memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-77. “.. kita ikut mengadakan lomba ini untuk memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-77, walau sederhana namun bermakna agar supaya para ibu-ibu masih tetap terjalin silahturahmi satu sama lain..” terang Fivin.
Lomba Olah Kreasi Makanan ini memadukan Makanan Siap Saji Darurat yang biasa diberikan kepada korban bencana dengan menu lain seperti buah-buahan serta sayuran, para peserta dituntut agar hidangan yang akan dinilai oleh juri nantinya selain menarik pun rasa tentunya tak akan mengecewakan.
Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo menyambut baik kegiatan ini. “… Harapan saya kegiatan ini bukan hanya berhenti disi saja, kegiatan DWP bisa diisi atau dikembangkan menjadi kegiatan yang lebih bermanfaat kedepannya..” pesan Sugito. “…Ternyata kita semua disini baru tahu ya bahwa makanan (siap saji) darurat ini selain rasanya enak, bisa diolah dan disajikan tak kalah dengan menu sajian diluar sana. Saya apresiasi kegiatan ibu-ibu …” puji Sugito. (CNN)

IMBAS GEMPA KUAT MELANDA 2 SISWA DIEVAKUASI TIM RESCUE

IMBAS GEMPA KUAT MELANDA 2 SISWA DIEVAKUASI TIM RESCUE

Mayangan – Pada hari Sabtu (13/08/2022) gempa kuat yang melanda pantai selatan menyebabkan guncangan dirasakan cukup kuat hingga Kota Probolinggo. Hal ini mengakibatkan ratusan siswa MI Muhammadiyah Kota Probolinggo panik dan khawatir namun cukup terkendali. Terlebih setelah para guru memeriksa para siswanya dititik kumpul (aman) ternyata pihak sekolah mendapati ada 2 (dua) siswa masih terjebak diruang kelas yang berada dilantai 2. Dalam kondisi darurat, pihak sekolah menghubungi Call Center 112 untuk meminta bantuan evakuasi siswa yang terjebak dilantai 2 sekolah tersebut. Tak lama berselang, tim Rescue BPBD bersama tim Medis PMI Kota Probolinggo tiba dilokasi dan segera menyusun kaji cepat untuk mempersiapkan Recana Operasi Pertolongan Korban. Akhirnya dengan SOP yang ketat serta didukung peralatan yang memadai, korban berhasil dievakuasi dengan selamat.
Situasi diatas merupakan skenario yang dilakukan oleh BPBD Kota Probolinggo dalam kegiatan SIMULASI Penanggulangan Bencana (Gempa) di MI Muhammadiyah Kota Probolinggo. Tidak kurang dari ratusan siswa bersama para Ustadz dan Ustadzah MI Muhammadiyah mendapatkan materi dari para Staff dan Relawan BPBD Kota Probolinggo terkait Penanggulangan Bencana.
Kepala MI Muhammadiyah Hanafi, S.Pd.,M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Simulasi ini merupakan bagian dari rangkaian Kegiatan “Outing Class Programme” yang bertemakan Kebencanaan.
“.. kegiatan simulasi ini sejatinya merupakan kegiatan outing class, biasanya para siswa didampingi guru mengunjungi tempat pembelajaran, saat ini (malahan) bapak/ ibu dari kantor BPBD yang mengunjungi sekolah dan melaksanakan kegiatan Kegiatan Pembelajaran di MI Muhammadiyah. Alhamdulillah.. Terima Kasih kami sampaikan..” Ujar Hanafi.
Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo menyampaikan bahwa Kegiatan Simulasi Gempa ini merupakan salah satu kegiatan edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat guna mengurangi resiko jatuhnya korban (lebih banyak) dalam sebuah kejadian bencana seperti gempa. Oleh karena itu kegiatan ini perlu terus didorong utamanya untuk adik-adik siswa yang sekolahnya memiliki kerentanan bahaya seperti di MI Muhammadiyah ini.
Menurut Kasi. Kedaruratan & Logistik (K/L) BPBD Kota Probolinggo Yudha Arisandy, kegiatan ini terdiri dari beberapa bagian kegiatan edukasi dan simulasi kebencanaan. Untuk para siswa Kelas 1 & 2 kegiatan edukasinya berupa Nonton Bareng Film Edukasi Bencana. Sedangkan untuk siswa kelas lain kegiatan yang dilaksanakan adalah Simulasi Evakuasi Mandiri saat Terjadi Gempa dan Demonstrasi Pertolongan Korban dari Ketinggian (Vertikal Rescue).

Antusias para siswa ini mengikuti rangkaian kegiatan Simula

si bencana tampak dari gemuruh serta peran aktif selama kegiatan berlangsung. Bah

kan salah satu siswa yang turut dalam Demonstrasi Evakuasi menyatakan berani dan siap untuk turun dari lokasi tinggi bersama petugas dari tim Rescue.

“.. Dalam kegiatan ini kami melibatkan setidaknya Staff, TRC, Relawan Rescue, Relawan PB BPBD Kota Probolinggo serta dibantu oleh PMI Kota Probolinggo..” Jelas Yudha. (CNN)

RESCUE : Tim yang hebat berasal dari personil yang hebat

RESCUE : Tim yang hebat berasal dari personil yang hebat

Tim yang HEBAT berasal dari Personol yang HEBAT

Sidoarjo – Puluhan relawan dari berbagai kota dan komunitas berkumpul bersama dihalaman kantor BPBD Jawa Timur yang berada di Jalan Letjen S Parman 55, Waru, Sidoarjo. Mereka memenuhi undangan pelatihan dari Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SPRB) wilayah Jawa Timur pada hari Minggu 3 Juli 2022. Dalam latihan ini Tim Rescue BPBD Kota Probolinggo mengirimkan 9 personil yg di koordinatori oleh Mohammad Anshori yg terdiri dari :
1. Subahri,
2. Titus PU,
3. Pitra Jaya E,
4. Abika Maulana,
6. Rahmat Beny Afandi,
7. Raziqul Akbar Ramadiani, dan
8. Iwan Subagyo.

Pelatihan Personal Skills and Climber Rescue ini merupakan bagian dari Arisan Ilmu Nol Rupiah edisi ke-40 yang digagas oleh SPRB Jatim. “Pelatihan ini merupakan bukti keguyupan dan kedisiplinan relawan dan bisa bermitra dengan BPBD Jatim. Sebagai pengurus kita memang harus melayani dan mengabdi,” ungkap Dian selaku Koordinator SRPB Jatim.

Dalam kegiatan ini berkesempatan hadir Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim Budi Santosa yang juga membuka secara resmi pelatihan mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan salah bentuk (upaya:red) peningkatan kompetensi relawan. BPBD kedepan akan melibatkan banyak relawan untuk berpartisipasi, salah satunya bagaimana mengurangi dampak serta mencegah terjadinya bencana seperti susur sungai. Lebih lanjut Kalaksa juga menyoroti kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mengenal dan memahami bagaimana suatu bencana dapat terjadi, sehingga dengan sendirinya masyarakat yang peduli akan bencana dapat mengurangi dampak yang ditimbulkan terutama dari sisi korban.

“Ini kegiatan yang luar biasa. SRPB Jatim bekerja sama dengan BPBD Jatim dan ini harus terus ditingkatkan,” ungkapnya.

Pemateri Muhammad Asruri Syam memberikan materi awal berupa pengantar/ pengertian Rescue. Menurutnya Rescue merupakan kerja tim minimal 4 orang. Sementara itu dibutuhkan personal skill termasuk diantaranya climber rescue. ” menurut kami, Rescue merupakan kerja tim, karena mengevakuasi korban setidaknya dibutuhkan 4 orang untuk memindahkan dari satu tempat ke tempat yang lain. Rescue merupakan kerja tim, Tim yang hebat berasal dari personil yang hebat. Untuk itu dibutuhkan personal skill yang mumpuni terutama dibidang ketinggian.. ” Jelas Asruri.
Dalam materinya, Muhammad Asruri Syam mengungkapkan ada beberapa ketrampilan yang harus dimiliki relawan dalam climber rescue. Di antaranya punya semangat dan tidak takut ketinggian, bisa memanjat dan turun, serta tahu alat yang digunakan.

“Peserta juga bisa melakukan pemilihan alat yang sesuai, bisa melakukan pemeriksaan alat, bisa menggunakan berbagai macam jenis alat untuk naik dan turun, bisa membuat simpul dan jerat, serta mengetahui fungsinya,” tambah instruktur vertical rescue Accessina dan instruktur Arai Indonesia ini.
Tak lupa praktik memanjat wall climbing (dinding panjat).

Ada tiga materi utama yang diberikan. Yakni Ascending Methods, Descending and Rappelling Methods, dan Changeovers and Self Rescue Methods. Sedangkan materi tambahan adalah vertical rescue.


Dipenghujung acara, tim rescue Probolinggo berkesempatan latihan menggunakan peralatan pendukung seperti Tripod. Alat ini dapat digunakan untuk membantu evakuasi ditempat yang sulit serta kondisi yang tidak memungkinkan dipandu oleh tim dari Accessina.
Koordinator Rescue BPBD Kota Probolinggo Mohammad Anshori mengungkapkan bahwa kegiatan ini selain menambah wawasan bagi para anggota tim juga berkesempatan membangun komunikasi lintas komunitas terkait peningkatan kapasitas dibidang Rescue. “Alhamdulillah.. kita berkesempatan mengikuti kegiatan yang luar biasa ini untuk menambah wawasan dan juga meningkatkan kapasitas serta bagaimana kita menjalin komunikasi lintas komunitas yang bergerak bersama dibidang Rescue..” ungkap Ori panggilan akrabnya saat dikonfirmasi admin. (CNN)

Cegah penyebaran wabah, Pemkot siapkan 700 dosis vaksin PMK

Cegah penyebaran wabah, Pemkot siapkan 700 dosis vaksin PMK

Mayangan – Upaya untuk menekan serta mencegah penyebaran wabah PMK (Penyakit Mulut & Kuku) masih terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Probolinggo. Salah satunya hari ini Senin (27/06/2022) melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) melakukan vaksinasi PMK diKelompok Tani Mayang Jaya Kelurahan Mayangan Kota Probolinggo. Kelompok ini merupakan wadah bagi para petani/ peternak Sapi Perah yang susu (hasil produksi)nya dikonsumsi oleh sebagian besar warga Kota Probolinggo. Setidaknya terdapat 100 ekor sapi yang telah siap divaksinasi oleh petugas.

Dalam kesempatan ini, Walikota Habib Hadi Zaenal Abidin beserta forkopimda diantaranya Kapolres Probolinggo Kota  AKBP Wadi Sa’bani meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi perdana didampingi oleh KaDPKPP Aries Santoso, Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo, dan Plt Camat Mayangan M. Abbas.

“Vaksin ini diprioritaskan untuk sapi perah dulu, kemudian pada jenis sapi lainnya. Semua pemilik ternak sapi harus diberi tahu dan harus ada persetujuan supaya semuanya bisa mendapatkan vaksin. Komitmen dari pemilik sapi benar-benar dibutuhkan, karena akan ada vaksin kedua dan ketiga demi kebaikan bersama,” Ujar Habib sembari menanggapi para awak media.

Walikota menyampaikan bahwa vaksinasi PMK tahap pertama pada hewan ternak (sapi) ini ditargetkan selesai pada tanggal 7 Juli 2022 mendatang. “Kota Probolinggo mendapatkan jatah 700 dosis vaksin dan harus cepat diberikan untuk mencegah penyebaran virus PMK. Hari ini di lokasi ini ada 100 sapi yang divaksin, berikutnya akan ada tahapan lagi. Yang terpenting hingga tanggal 7 Juli 2022 harus sudah selesai vaksinasi ini,” imbuh Habib.

Kepala DPKPP Aries Santoso menjelaskan dengan jatah 700 dosis vaksin pihaknya akan menargetkan 100 ekor sapi perhari secara bertahap. “Besok (28/6) akan berpindah ke Kelurahan Sukabumi. Jika tidak memenuhi target 100 sapi maka kami akan lanjutkan ke kelurahan lainnya. Karena 1 botol vaksin diperuntukkan bagi 100 sapi dan harus habis di hari yang sama,” jelas Aries. Sementara itu jenis hewan ternak yang menjadi prioritas vaksinasi adalah sapi perah dan sapi betina. Jika dimungkinkan akan ketersediaan stok vaksinasi akan menyasar pada jenis sapi yang lain seperti sapi daging atau potong.

Kalaksa BPBD Kota Sugito Prasetyo menyampaikan bahwa pihaknya akan mendukung upaya pihak lain dalam rangka menekan serta mencegah penyebaran wabah PMK. “Kami .. (BPBD) sesuai dengan arahan dinas terkait dalam hal ini Dinas PKPP akan senantiasa melaksanakan kegiatan pencegahan diantaranya penyemprotan (strerilsasi) disinfektan ke lokasi rawan seperti Pasar Hewan, Rumah Potong Hewan serta Kandang Ternak warga… tentunya kegiatan ini didampingi langsung oleh pihak yang berwenang seperti Dokter Hewan atau Penyuluh Peternakan..” Jelas Sugito.

Aman Konsumsi Susu Sapi yang Telah Divaksin

Agar tidak menimbulkan keresahan dimasyarakat terhadap Hewan ternak yang telah divaksin, DPKPP Kota Probolinggo melalui drh. Vaiga Miriami menekankan pemberian vaksinasi PMK aman bagi sapi di semua umur, bahkan pada sapi yang sedang bunting sekalipun. “Sapi perah yang divaksin susunya tetap aman untuk dikonsumsi. Yang terpenting selain divaksin, tetap menjaga kebersihan kandang dan menjaga kualitas asupan pakan yang diberikan ke sapi ternak,” ujar Vaiga.

Pun dalam kesempatan yang sama WaliKota Habib Hadi bersama dengan Kapolres Probolinggo Kota AKBP Wadi Sa’bani menyempatkan mencicipi susu sapi hasil perahan Kelompok Mayang Jaya. ” Enak… Jangan khawatir (terhadap sapi yang telah divaksin), susunya aman untuk dikonsumsi ” ujar Habib. (CNN)

GERKATIN JATIM : Kami siap untuk SELAMAT

GERKATIN JATIM : Kami siap untuk SELAMAT

 

Kedopok – Kekurangan pada diri para relawan ini tak menyurutkan langkah mereka untuk meningkatkan kapasitas diri dibidang Kebencaan. Relawan yang memiliki keterbatasan pada indera pendengaran dan wicara ini berada dalam naungan GERKATIN (Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia). Pada hari sabtu (25/06/2022) lembaga ini menyelenggarakan kegiatan “PELATIHAN PENGURANGAN RESIKO BENCANA (PRB) INKLUSIF” bertempat diaula BPBD Kota Probolinggo.

Kegiatan yang diinisiasi oleh GERKATIN DPD Jatim melibatkan setidaknya 40 peserta (relawan) dari berbagai kota di Jawa Timur. GERKATIN merasa perlu mengadakan kegiatan ini karena dirasa hingga saat ini belum banyak pihak yang peduli terhadap kaum difabel terutamanya saat dalam kondisi suatu bencana. Dalam pelatihan ini diharapkan para relawan GERKATIN memahami posisi dirinya dan dapat membantu sesama disaat bencana terjadi.

“.. Kami (GERKATIN :red) merasa bersyukur atas terselenggaranya kegiatan ini, semoga kami dapat belajar dan memahami apa yang harus kami lakukan jika bencana terjadi ” ungkap Yuyun selaku Ketua DPD GERKATIN Jatim.

Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo menyambut baik kegiatan Pelatihan ini. Kalaksa berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan guna membantu masyarakat yang tergolong difabel dalam menghadapi suatu  bencana.

Sementara itu Forum PRB Jawa Timur diwakili oleh Catur Sudarmanto, S.Sos., M.M.B menyampaikan bahwa pelatihan ini sejalan dengan program FPRB Jawa Timur yakni SDSB (Sambang Dulur Sinau Bareng). Program mengunjungi anggota yang tersebar diberbagi daerah sembari saling membagi ilmu terkait segala hal yang berkaitan dengan pengurangan resiko bencana. Mbah Darmo – panggilan akrabnya yang juga Sekjen FPRB Jawa Timur menyampaikan bahwa program (sinergi dengan kaum difabel) ini baru pertama kali diselenggarakan di Jawa Timur dan beliau berharap kegiatan semacam ini dapat dijadikan contoh dan diselenggarakan dikota-kota lain di Jawa Timur.

Peserta pelatihan mendapatkan materi “Manajemen Penanggulangan Bencana“, “Pertolongan Pada Gawat Darurat” serta praktek “Simulasi Bencana” yang keseluruhan materinya diberikan oleh instruktur pada Forum PRB Jawa Timur. Disela-sela kegiatan para peserta berkunjung ke ruang Pusdalops PB BPBD Kota Probolinggo. Para relawan ini  mendapatkan penjelasan mengenai kegiatan apa saja yang dilakukan oleh operator Pusdalops terkait pemantauan instrumen Gempa, Curah Hujan, hingga kondisi air laut.

Hingga berakhirnya kegiatan para peserta tampak sekali antusias dan menyatakan puas atas terselenggaranya kegiatan ini. Mereka berharap dapat bertemu kembali disesi pelatihan yang lain. (CNN)

Masyarakat mulai merasakan angin kencang dan suhu relatif dingin, bagaimana penjelasannya ??

Masyarakat mulai merasakan angin kencang dan suhu relatif dingin, bagaimana penjelasannya ??

Saat ini sebagian besar wilayah Jawa Timur telah memasuki musim kemarau. Ketika musim kemarau, berhembus angin muson timur – tenggara yang membawa masa udara dari Benua Australia yang bersifat dingin dan kering. Suhu dingin pada musim kemarau terjadi karena saat musim kemarau langit cerah dan tidak tertutup awan. Radiasi yang dipancarkan oleh bumi akan dipancarkan kembali ke luar angkasa pada malam harinya. Karena tidak adanya tutupan awan, maka energi tersebut akan diteruskan besar-besaran ke luar angkasa yang mengakibatkan suhu di bumi menjadi dingin. Kondisi ini sering disebut dimasyarakat sebagai “Bediding”. BMKG menambahkan bahwa kondisi ini normal ketika musim kemarau.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Pusdalops PB BPBD Kota Probolinggo, dalam beberapa hari terakhir masyarakat mengeluhkan tentang suhu dingin dan angin berhembus cukup kencang meski kini telah memasuki musim kemarau. Mengacu pada prakiraan cuaca BMKG untuk wilayah Kota Probolinggo untuk hari ini (Jumat 24 Juni 2022) terpantau CUACA – cerah berawan hingga terik dengan suhu berkisar 24 – 32C dan kecepatan angin berkisar antara 14 – 30 KM/jam.

ANGIN GENDING
Angin Gending adalah Angin (kencang) tipe fohn yang berembus pada musim kemarau dan sifatnya panas serta kering, dapat berhembus hingga 35 KM/Jam, dapat mengakibatkan tanaman rusak serta dapat dirasakan di beberapa wilayah di porobolinggo maupun pasuruan Jawa Timur. Fenomena angin gending ini diprediksi hingga masuk bulan Agustus 2022 sebagai puncak kecepatan maksimal.

Sementara itu berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai satelit cuaca hingga akhir bulan (Juni) ini sebagian besar wilayah Kota Probolinggo akan merasakan hembusan angin cukup kencang berkisar antara 17 – 31 KM/jam.

 

DATA VEKTOR ANGIN
Secara umum dapat dijelaskan bahwa sebagian besar wilayah Kota Probolinggo suhu terendah berada pada kisaran 19 – 24o C. Berikut tabel prakiraan suhu dan kecepatan angin untuk beberapa hari kedepan.

HIMBAUAN
BPBD Kota Probolinggo melansir informasi dari BMKG bahwasanya menghimbau masyarakat agar senantiasa mempersiapkan diri terhadap perubahan suhu disiang maupun malam hari serta mengantisipasi pergerakan angin (cukup kencang) yang dapat mengakibatkan pohon tumbang maupun benda-benda dengan ketinggian tertentu.

 

Referensi :
1. https://bpbd.probolinggokota.go.id/prakiraan-cuaca/
2. https://www.tomorrow.io/weather/id/ID/JI/Kota_Probolinggo/056790/daily/
3. https://www.bmkg.go.id/satelit/satelit.bmkg?Sat=15&id=0
4. https://www.windy.com/-7.740/113.220/wind?gfs,2022062500,-7.772,113.250,12

TRC dan Rescue BPBD evakuasi korban tersangkut dipohon

TRC dan Rescue BPBD evakuasi korban tersangkut dipohon

 

Wonoasih – Pada hari Kamis (16/06/2022) pukul 17.54 WIB Pusdalops PB BPBD Kota Probolinggo mendapatkan informasi dari masyarakat via call center 112 bahwa terdapat warga (diduga tersengat listrik) yang tersangkut dipohon didepan Pabrik SAKI Jalan Lumajang Kel. Sumbertaman Kec. Wonoasih Kota Probolinggo. Setelah melaksanakan kaji cepat, Korban a.n. Sadeli (65) warga kelurahan Kedungasem Kec. Wonoasih ini dinyatakan meninggal dunia oleh tim gabungan yang terdiri BPBD, Damkar dan Polres Probolinggo Kota. Proses evakuasi korban membutuhkan tindakan khusus karena berada diantara ranting pepohonan dan membutuhkan Sky Walker Dinas LH setelah lebih dahulu aliran listrik yang berada disekitar TKM dinyatakan telah dipadamkan oleh PLN.

Kurang lebih pukul 19.00 WIB korban berhasil dievakuasi oleh tim gabungan dan selanjutnya dibawa ke Instalasi Kamar Mayat RSUD Moh. Saleh Kota Probolinggo dengan menggunakan ambulance jenazah Dinsos. Berdasarkan pantauan Pusdalops dilapangan lalu lintas sempat tersendat dan saat ini telah terurai (lancar) kembali setelah petugas kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas disekitar tempat kejadian. (CNN)

Antisipasi dampak perubahan iklim, BPBD Siagakan Tim Rescue laut

Antisipasi dampak perubahan iklim, BPBD Siagakan Tim Rescue laut

Mayangan – BMKG melalui BMKG stamet Juanda melansir Siaran Pers “Kewaspadaan Akan Kebencanaan Hidrometeorologi terkait Perkembangan Dinamika Atmosfer Wilayah Jawa Timur” tertanggal 13 Juni 2022 bahwasanya dibeberapa hari terakhir wilayah Jawa Timur secara umum masih terdapat hujan dengan intensitas bervariatif dari ringan, sedang bahkan lebat. Hal ini yang mendasari BPBD Kota Probolinggo melaksanakan beberapa kegiatan diantaranya Skill Upgrading dibidang Rescue Laut. Kegiatan yang berlangsung pada hari Selasa (14/06/2022) berlokasi di Pelabuhan Perikanan Mayangan (PPI) Kota Probolinggo.

Fenomena la nina moderate dan aktifnya gangguan fenomena gelombang ekuatorial seperti Rossby, Kelvin dan MJO disekitar Jawa timur menjadikan suhu muka laut hangat dengan anomali suhu berkisar +1.0 s/d + 3.0 C. BMKG juga menghimbau bagi masyarakat pesisir untuk mewaspadai fenomena pasang maksimum air laut akibat pasang purnama yang berpotensi mengakibatkan banjir rob pada tanggal 13 – 17 Juni 2022. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Pusdalops PB BPBD Kota Probolinggo ketinggian pasang maksimum air laut mencapai 3.1 meter.

Wilayah yang terdampak akibat fenomena ini antara lain pesisir Surabaya Barat, serta Surabaya Timur termasuk Probolinggo. Sementara itu untuk rentang waktu diperkirakan akan berlangsung pukul 09.00 – 12.00 wib.

Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo menyampaikan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terkait fenomena perubahan iklim yang berdampak pada wilayah pesisir Kota Probolinggo, pihaknya telah menyiagakan setidaknya 1 tim TRC yang telah dibekali dengan kemampuan Rescue Laut serta didukung dengan peralatan Water Rescue diantaranya Perahu Karet (LCR) Evakuasi.

Kegiatan yang berlangsung di Pelabuhan Perikanan (PPI) Pantai Mayangan merupakan kegiatan rutin selain untuk memastikan peralatan siap digunakan juga memastikan personel yang diterjunkan memahami prosedur operasi dalam penanganan kejadian di laut. Materi pelatihan meliputi Dasar Water Rescue, Water Trapment serta Evakuasi korban tenggelam diperairan luas.

Kalaksa berharap dengan adanya kegiatan ini pihaknya berkomitmen senantiasa memberikan pelayanan terbaik dan maksimal kepada masyarakat terkait dibidang kebencanaan. BPBD senantiasa melakukan upaya pengurangan resiko bencana dengan tetap memberikan informasi kepada masyarakat yang membutuhkan. (CNN)

REFLEKSI 1 TAHUN FPRB, PEMERINTAH HARAP ADANYA KAJIAN POTENSI BENCANA DI KOTA PROBOLINGGO

REFLEKSI 1 TAHUN FPRB, PEMERINTAH HARAP ADANYA KAJIAN POTENSI BENCANA DI KOTA PROBOLINGGO

Kedopok – Walikota Probolinggo berharap dengan lahirnya Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) ini dapat memberikan sumbangsih pemikiran maupun gagasan terkait Kajian Potensi Bencana di Kota Probolinggo. Hal ini disampaikan langsung oleh Asisten Pemerintahan Gogol Sudjarwo mewakili Walikota Probolinggo dalam gelaran Apel Relawan FPRB Kota Probolinggo sekaligus sebagai Puncak Kegiatan dalam rangka HUT FPRB Kota Probolinggo yang ke-1 pada hari Minggu (12/06/2022).Turut mendampingi Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo, Rektor Universitas Panca Marga (UPM) Prof. Dr. Ir. H. R. Abdul Haris, M.M., Ketua FPRB Munawan Hasyim serta para Kasi. di jajaran BPBD Kota Probolinggo.

Lebih lanjut Gogol berharap agar para pengurus dan anggota FPRB meningkatkan kapasitas diri serta dapat saling berkolaborasi dalam upaya penanganan deteksi dini (mitigasi) serta pengurangan resiko bencana di Kota Probolinggo.
Dalam kesempatan ini pula, Gogol berharap Pemerintah dapat bersinergi dengan kalangan akademisi dalam upaya melakukan kajian yang mendalam guna mendapatkan pertimbangan terkait upaya pengurangan resiko bencana.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo berharap peran serta masyarakat yang tergabung dalam FPRB Kelurahan dapat terus ditingkatkan. Tidak hanya muncul saat awal pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) namun juga hadir dalam upaya untuk pengurangan resiko bencana hingga saat bencana.
“… Kami (BPBD:red) mendorong peran serta masyarakat dalam setiap kegiatan pra-bencana hingga saat bencana agar terus ditingkatkan. Karena sejatinya sesuai amanah UU tugas dalam penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tugas Pemerintah semata namun juga dibutuhkan peran serta dukungan masyarakat” ujar Sugito saat memberikan sambutan dalam kegiatan Forum Diskusi Grup (FDG) bersama BPBD dan FPRB.

Ketua FPRB Munawan Hasyim turut menyampaikan kendala-kendala yang dihadapi forum yang selama 1 (satu) tahun dipimpinnya antara lain masih adanya ego sektoral dikalangan anggota forum serta masih munculnya paradigma dimasyarakat bahwa perhatian khusus tertuju saat kejadian bencana dan kurangnya kesadaran dimasyarakat akan kepedulian lingkungan. Hal ini merupakan pekerjaan rumah (PR) bersama antara FPRB dan BPBD Kota Probolinggo.
“.. Senada dengan apa yang disampaikan bapak kalaksa BPBD Kota Probolinggo bahwa Pelangi itu indah (kelihatannya). Namun untuk mencocokkan warna pelangi untuk menjadi indah memerlukan energi diantaranya harus tahu satu sama lain, ga boleh baper atau merasa tidak dianggap.. kita butuh belajar….” demikian ungkap Munawan saat Podcast FPRB “Talkshow Kebencanaan bersama Kalaksa BPBD dan Ketua FPRB”. (CNN).