BPBD turut serta salurkan Bantuan Peduli Anak Yatim, Dhuafa serta tukang becak

BPBD turut serta salurkan Bantuan Peduli Anak Yatim, Dhuafa serta tukang becak

Ratusan warga menunggu penyaluran bantuan Pemerintah dalam program Probolinggo Peduli.

Kedopok – Dipenghujung bulan Ramadhan ini puluhan ribu warga Kota Probolinggo menerima bantuan dari Pemerintah Kota Probolinggo bekerjasama dengan BAZNAS Kota Probolinggo. Bantuan ini dikemas dalam program Probolinggo Peduli Anak Yatim, Dhuafa serta abang tukang becak. Penyaluran bantuan ini dilakukan serentak diseluruh kelurahan se-Kota Probolinggo pada hari Rabu 27 April 2022.

BPBD Kota Probolinggo turut serta membantu mendistribusikan paket bantuan dikelurahan Kareng Lor Kecamatan Kedopok Kota Probolinggo. Kalaksa BPBD Kota Probolinggo bersama beberapa staff tampak turut membantu mendistribusikan paket bantuan untuk 154 jiwa yang terdiri dari Anak Yatim, dhuafa dan para tukang becak.

Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo menyampaikan dalam sambutannya ditengah-tengah warga bahwasanya Program ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah kepada warganya ditengah kondisi masa transisi pandemi. Pemerintah memahami kesulitan warga seperti masih terbatasnya stok minyak goreng dimasyarakat hingga dampak kenaikan harga BBM yang mengakibatkan sebagian saudara-saudara kita sesama warga Kota Probolinggo masih belum dapat menjalani hidupnya sepenuhnya.

 

Walikota Probolinggo Habib Hadi Zaenal Abidin berharap semoga bantuan yang disalurkan Pemerintah dapat meringankan beban warganya. Selain itu Walikota juga berharap semoga dalam rangka menyambut bulan Syawal yang tak lama lagi kita semua tak larut dalam eforia karena kita semua masih harus meningkatkan kewaspadaan meski pandemi ini belum berakhir.

Kalaksa juga menghimbau bagi warga Kota Probolinggo yang akan mudik keluar daerah agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan akan bahaya yang timbul selama berkegiatan diluar daerah. Sebelum meninggalkan rumah sebaiknya memastikan bahwa saluran listrik dan gas telah dalam kondisi aman bilamana perlu tak usah segan untuk meminta bantuan petugas keamanan guna mengantisipasi tindak kriminal.

Dalam kesempatan yang sama, BPBD Kota Probolinggo mendorong penguatan penerapan protokol kesehatan dengan meningkatkan penggunaan masker, HS dan mengurangi potensi resiko berkembangnya wabah pandemi. (CNN)

 

Antisipasi Dini Bencana Alam, BPBD Kota Probolinggo telah membentuk 19 Kalurahan Tanggap Bencana

Antisipasi Dini Bencana Alam, BPBD Kota Probolinggo telah membentuk 19 Kalurahan Tanggap Bencana

Mayangan – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan dini menghadapi bencana, BPBD Kota Probolinggo hingga tahun 2022 ini setidaknya telah membentuk 19 Kelurahan Tangguh Bencana (Kaltana) dari 29 Kelurahan dan terbagi di 5 Kecamatan se Kota Probolinggo.

Berdasarkan Perka BNPB Nomor 1 Tahun 2012 Tentang Pedoman Umum Desa/Kelurahan Tangguh Bencana, Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Destana/Katana) adalah desa/kelurahan yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dalam menghadapi potensi ancaman bencana. Desa/kelurahan ini juga mampu memulihkan diri dengan segera dari dampak-dampak bencana. Sebuah Desa disebut mempunyai ketangguhan terhadap bencana ketika desa tersebut memiliki kemampuan untuk mengenali ancaman di wilayahnya dan mampu mengorganisasikan sumber daya masyaraka untuk mengurangi kerentanan sekaligus meningkatkan kapasitas demi mengurangi risiko bencana.
Pembentukan Kaltana lebih difokuskan pada kelurahan yang memiliki potensi bencana lebih besar. Prioritas ini dilakukan agar masyarakat memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana yang bisa muncul sewaktu-waktu. Dalam pembentukan, seluruh perangkat kelurahan diajak untuk memetakan kemungkinan bencana yang bisa saja terjadi di wilayahnya. Mereka juga diberikan pembekalan tentang bagaimana menghadapi situasi kebencanaan serta pelatihan untuk melakukan pengurangan resiko bencana. Kegiatan tersebut meliputi simulasi bencana, pembentukan rencana penanggulangan bencana, penyusunan rencana kontinjensi serta pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) di kelurahan masing-masing.

Sementara itu menurut data BPS, Kota Probolinggo memiliki 5 Kelurahan Pesisir yang terletak di 2 kecamatan yakni kecamatan Pilang dan Kecamatan Mayangan yang berpotensi terkena bencana air rob (gelombang pasang) dan bencana lainnya.

“Hampir semua kelurahan (di Kota Probolinggo) memiliki potensi bencana, dari banjir, kebakaran, angin kencang hingga pohon tumbang,” kata NurCholiq Kasi Pencegahan & Kesiapsiagaan BPBD Kota Probolinggo.

Pemkot Probolinggo juga telah menyiapkan anggaran penanganan bencana melalui dana Biaya Tak Terduga (BTT) dari alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Anggaran tersebut dapat dikeluarkan sesuai kebutuhan dan bisa dialokasikan untuk berbagai upaya penanganan serta mitigasi kebencanaan. Dana tersebut disiapkan untuk penanganan berbagai macam bencana. Salah satunya fenomena La Nina yang diprediksi bisa terjadi sampai pertengahan tahun nanti.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo menyampaikan bahwa pada tahun 2022 ini selain senantiasa meningkatkan sinergi lintas OPD bidang kedaruratan, BPBD juga tengah menyiapkan personil terlatih serta didukung peralatan guna membantu evakuasi sewaktu-waktu. (CNN)

Kunjungi BPBD Kota Probolinggo, siswa-siswi TKIT Permata 2 Antusias Belajar mengenai Kebencanaan di ruang PUSDALOPS PB

Kunjungi BPBD Kota Probolinggo, siswa-siswi TKIT Permata 2 Antusias Belajar mengenai Kebencanaan di ruang PUSDALOPS PB

Dalam rangka mengenalkan dan mengedukasi masalah kebencanaan sejak usia dini, pada hari kamis (17/03/2022) puluhan siswa didampingi para pengajar TKIT Permata 2 Kedopok Kota Probolinggo mengunjungi BPBD Kota Probolinggo. Para siswa disambut hangat oleh Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo beserta staf dan juga relawan.

Di ruang Aula serbaguna, para siswa menyaksikan video mengenai bencana  dan upaya penyelematan. Dipandu Kasi Kedaruratan/ Logistik Yudha Arisandy, para siswa diajak mengenal apa dan bagaimana bencana itu terjadi dan bagaimana cara menghadapi sebuah kejadian bencana.

Setelah cukup menyaksikan Film terkait kebencanaan, para siswa mengikuti Simulasi Penyelamatan Saat Terjadi Gempa. Dipandu para relawan, siswa-siswi dan juga para ustadzah TKIT Permata 2 Kedopok mempraktekan upaya yang harus dilakukan jika berada disebuah lokasi (dalam gedung) saat terjadi gempa.

Mengingat banyaknya siswa serta terbatasnya daya tampung diruang Pusdalops PB, siswa-siswi dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama menyaksikan pemaparan dan pengenalan perlengkapan BPBD diantaranya perlengkapan Rescue (Pertolongan/ Penyelamatan).

Antusiasnya para siswa ini ditunjukkan dengan begitu semangatnya mencoba beberapa peralatan kebencanaan. siswa-siswi juga aktif bertanya ke para instruktur terkait nama dan fungsi alat yang ditampilkan.

Sementara itu diruang Pusdalops PB riuh dan semangat para siswa dalam menyimak penjelasan peralatan apa saja yang ditampilkan membuat Kalaksa BPBD Kota Probolinggo sedikit gugup menghadapi pertanyaan dan komentar para siswa.

Para siswa ini sahut menyahut merespon apa yang disampaikan kalaksa BPBD Kota Probolinggo diruang Pusdalops PB. Selain mengenal dan bisa mengetahui Informasi terkait Gempa, suhu dan juga informasi curah hujan hingga bagaimana suatu daerah dapat tiba-tiba terjadi banjir tak luput dari penjelasan Kalaksa kepada para siswa dan pendamping siswa yang tak lain adalah para guru.

Kunjungan ini diakhiri dengan pemberian paket Protokol Kesehatan yang terdiri dari Masker, Handsanitizer, Sabun Cuci tangan, Sabun mandi, disinfektan dan stiker jalur evakuasi oleh BPBD Kota Probolinggo kepada TKIT Permata 2 Kedopok. (CNN)

Puluhan anggota FPRB Kel Wiroborang kunjungi Pusdalops PB BPBD Kota Probolinggo

Puluhan anggota FPRB Kel Wiroborang kunjungi Pusdalops PB BPBD Kota Probolinggo

 

Probolinggo – Pada hari Sabtu (12/03/2022) sekitar pukul 09.00 WIB sekelompok orang memasuki halaman kantor BPBD Kota Probolinggo menumpang beberapa kendaraan. Ya, mereka tak lain adalah anggota masyarakat yang tergabung dalam Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kelurahan Wiroborang Kec. Mayangan Kota Probolinggo. Para anggota masyarakat ini sejatinya sedang mengikuti rangkaian acara pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana Tahun 2022.

Dalam kunjungan ini, rombongan didampingi lurah Wiroborang Firman Wigahadi Pratama, SSTP.  bersama Fasilitator Kegiatan FPRB Kota Probolinggo Eko Yudha. Rombongan disambut langsung oleh Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo serta turut mendampingi Kasi. P/K dan Kasi K/L BPBD Kota Probolinggo.

Ditengah suasana hangat dan bersahaja Kalaksa menyampaikan sambutan SELAMAT DATANG serta memberikan motivasi kepada peserta yang hadir serta menjelaskan bagaimana BPBD Kota Probolinggo memiliki rintisan Pusdalops PB Mandiri.

 

Setelah para peserta memasuki ruang Pusdalops, Kalaksa melanjutkan memberikan penjelasaan mengenai instrumen dan juga fasilitas yang dimiliki oleh Pusdalops PB diantaranya instrumen mitigasi bencana hingga Laporan Kejadian Bencana di Kota Probolinggo.

Tak cukup hanya pemaparan mengenai fungsi dan peran Pusdalops PB, para peserta antusias menyimak dan banyak yang mengajukan pertanyaan kepada Kalaksa.

Agenda “ngulik” ruang Pusdalops PB dilanjutkan dengan menyaksikan demonstrasi relawan dan TRC dalam “SRT” tehnik Rescue untuk pertolongan dan penanganan kejadian bencana.

Dipandu oleh instruktur Rescue BPBD Kota Probolinggo Moh. Ansori, para peserta mendapatkan penjelasan mengenai Keselamatan Diri serta pentinganya menggunakan Standar Keselamatan dalam sebuah penanganan kejadian bencana. Berbagai peralatan rescue yang dimiliki oleh BPBD Kota Probolinggo turut ditampilkan dalam kegiatan ini.

Bang Ori demikian sapaan akrabnya menjelaskan pentingnya memahami prinsip dasar keselamatan.

“Pertama, pentingnya memastikan keselamatan diri sendiri lalu orang lain hingga yang terakhir adalah korban” papar Bang Ori.

Bapak Sukotjo salah satu peserta pembentukan Keltana Kelurahan Wiroborang menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya telah dibangunnya Pusdalops PB serta memliki relawan-relawan tangguh khususnya dibidang Rescue atau Penyelamatan. Harapannya semoga di Kota Probolinggo para warganya mengerti bagaimana “Bersahabat dengan Bencana” dan Kota Probolinggo terhindar dari marabahaya yang dapat menimbulkan banyak korban jiwa dan materi. (CNN)

Presiden Jokowi Sampaikan Sejumlah Arahan pada Rakornas Penanggulangan Bencana

Presiden Jokowi Sampaikan Sejumlah Arahan pada Rakornas Penanggulangan Bencana

 

Presiden Joko Widodo menyampaikan sejumlah arahan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai salah satu pilar utama penanganan bencana di Tanah Air. Presiden menyampaikan bahwa penanggulangan bencana harus dilakukan secara terpadu dan sistematik guna mewujudkan Indonesia tangguh terhadap bencana.

“Rencana Induk Penanggulangan Bencana tahun 2020-2044 harus dilaksanakan dengan penuh komitmen, penuh tanggung jawab. Semua tahapan harus dilaksanakan secara disiplin dan konsisten,” ucap Presiden dalam sambutannya secara virtual pada peresmian pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana 2022 di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu, 23 Februari 2022.

Dalam arahannya, Presiden meminta BNPB untuk terus berbenah diri, antara lain dengan menerapkan budaya kerja yang lebih siaga, antisipatif, responsif, dan adaptif. Menurut Presiden, budaya ini penting mengingat bencana datang secara tidak terduga.

“Bahkan, muncul bencana yang tidak terbayang sebelumnya. Salah satu contohnya adalah pandemi Covid-19. Semua ketidakterdugaan itu harus kita tangani untuk memperkecil risiko bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” imbuhnya.

Selain itu, Kepala Negara juga meminta BNPB untuk mengutamakan orientasi pencegahan. Presiden mengatakan bahwa beberapa jenis bencana dapat dikurangi atau dicegah sebelumnya, misalnya penghijauan dan penanaman vegetasi untuk mencegah terjadinya banjir maupun longsor.

“Ini di beberapa daerah agar ini dilakukan. Di Jawa Barat yang banyak, di Jawa Tengah yang banyak, di Sulawesi juga ada, NTB juga ada, agar penanaman vetiver lebih digalakkan, pelestarian lingkungan, bendungan, pendalaman sungai dan saluran air, dan lain-lainnya,” tambahnya.

Selanjutnya, Presiden meminta agar pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama meningkatkan infrastruktur untuk mengurangi risiko bencana. Namun, Presiden mengingatkan agar infrastruktur tersebut tidak hanya ditingkatkan saja, tetapi harus dicek secara berkala.

“Ini yang sering kita tidak disiplin di sini, cek secara rutin. Saya tahu, tidak semua pengadaan alat ini oleh BNPB. Tapi saya minta BNPB ikut terlibat dan mengingatkan kementerian/lembaga terkait untuk menjalankan tugasnya,” kata Presiden.

Di samping itu, Presiden juga meminta agar BNPB terus aktif mengajak aparat pemerintahan, baik pusat maupun daerah, untuk bersinergi agar program pembangunan yang dilakukan berorientasi pada tangguh bencana. Program pembangunan yang dilakukan diharapkan tidak menambah risiko bencana.

“Sering kita bangun lupa mengenai ini. Pengarusutamaan kebijakan yang tangguh bencana harus terus ditingkatkan,” lanjutnya.

Terakhir, Presiden mendorong BNPB untuk membangun sistem edukasi kebencanaan yang berkelanjutan, terutama di daerah rawan bencana. Hal ini penting dimulai sejak dini agar masyarakat terlatih untuk tanggap menghadapi bencana.

“Edukasi kebencanaan, budaya sadar bencana, harus dimulai sejak dini, dari setiap individu, dari keluarga, komunitas, sekolah, sampai lingkungan masyarakat. Gali berbagai kearifan lokal yang ada di masyarakat, latih masyarakat untuk tanggap menghadapi bencana, lakukan latihan, simulasi setiap saat, jangan menunggu sampai datang bencana,” tandasnya.

Turut mendampingi Presiden yaitu Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Kepala BNPB Suharyanto.

Bogor, 23 Februari 2022
Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Website: https://www.presidenri.go.id
YouTube: Sekretariat Presiden

Cegah penyebaran Omicron, Pemerintah sasar fasdik dengan sterilisasi disinfektan massal

Cegah penyebaran Omicron, Pemerintah sasar fasdik dengan sterilisasi disinfektan massal

Kedopok – Diawal tahun 2022 ini tampaknya kasus COVID-19 yang sudah mulai mereda kembali menggeliat. Munculnya tren varian (COVID-19) baru ini disebut sejumlah ahli berdampak lebih masif dan tak mengenal usia. Hal ini yang mendasari Pemerintah Kota Probolinggo untuk segera mengambil langkah antisipasi sesuai dengan hasil Rapat Koordinasi Penanganana COVID-19 di Gedung Puri Manggala Bhakti beberapa hari yang lalu.

Dibidang Pendidikan misalnya, ditemukannya kasus aktif COVID-19 disejumlah sekolah negeri menjadikan perhatian Pemerintah. Pemerintah bersama instansi terkait berupaya semaksimal mungkin menekan beberapa kasus aktif di sekolah yang telah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Sebagai langkah Awal, atas arahan Ketua Satgas COVID-19 Kota Probolinggo sekaligus Walikota Habib Hadi Zaenal Abidin – BPBD melakukan penyemprotan disinfektan secara massal dibeberapa sekolah yang telah melaksanakan PTM namun terindikasi memilki kasus aktif dikalangan siswa maupun pengajarnya.

Sementara itu DINKES PPKB berupaya akan selalu memantau dan melaksanakan surveilence berkala ke beberapa sekolah yang telah melaksanakan PTM.

Pemerintah juga mendorong terkait capaian vaksinasi dosis 2, secara total kota Probolinggo telah mencapai 70,92 %, untuk kategori lansia 9,240 orang (45,37%) [Data : Info Covid-19 Kota Probolinggo tertanggal 08/02/2022].
Pemerintah Kota juga telah menyiapkan Vaksin Booster bagi warganya yang telah menunaikan vaksin dosis ke 2 minimal 6 bulan sebelumnya. Ketua PMI Cabang Kota Probolinggo Mega Guntara, SE mengatakan bahwa PMI siap melayani masyarakat yang ingin vaksin boster dengan ketersediaan stok yang ada namun syaratnya telah menerima vaksin dosis ke 2 jaraknya 6 (enam) bulan sebelumnya. (CNN)

Walikota berikan bantuan terhadap warga terdampak ambrolnya plengsengan Sungai Legundi

Walikota berikan bantuan terhadap warga terdampak ambrolnya plengsengan Sungai Legundi

Kademangan – Hari Senin (07/02/2022) Walikota Habib Hadi Zaenal Abidin berkenan memberikan bantuan bagi warga yang (sebagian) rumahnya ambrol dibantaran Sungai Legundi Jl. KH. Fadhol Kademangan Kota Probolinggo. Turut mendampingi Walikota Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo, Kepala Dinsos PPA Rey Suwigtyo, serta Camat Kademangan Ghofur Effendy bertemu dengan warga yang terdampak. Dalam kesempatan ini Habib menyerahkan secara langsung bantuan dari Pemerintah Kota melalui BPBD yakni Tenda, makanan siap saji, perlengkapan rumah tangga dan perlengkapan kebersihan. Sementara itu bantuan melalui Dinas Sosial berupa beras.

Habib juga telah meninjau lokasi sebagian rumahnya yang berdekatan langsung dengan pondasi plengsengan sungai yang ambrol. Habib meminta pihak kelurahan untuk memberitahukan warganya yang juga mendiami rumah yang berdekatan dengan pinggir sungai untuk lebih berhati-hati dan memeriksa dengan seksama kondisi disekitar rumah.

“.. Saya minta pak Lurah dengan jajarannya untuk keliling bertemu dengan warga antispisasi agar kejadian seperti ini  dapat diantisipasi lebih dini..” minta Habib

 

 

Kalaksa BPBD Kota Probolinggo menyampaikan bahwa hari ini BPBD menerjunkan beberapa TRC & Relawan untuk membantu mengurangi dampak pasca ambrolnya plengsengan sungai. Kegiatan memasang terpal penutup dan beberapa lembar bambu bersusun ini merupakan langkah antisipasi minimal agar kondisi TKM (Tempat Kejadian Musibah) tidak bertambah luas.

“… Kita telah memasang beberapa terpal yang bertujuan untuk bila terjadi hujan airnya tidak langsung menggerus tanah yang ambrol. Sekalian kita beri penutup sementara dari bambu agar kondisi warga tidak sering lalu lalang/ melintas di area rawan longsor… ” jelas Kalaksa.

Sebelumnya dinformasikan bahwa beberapa hari yang lalu tepatnya hari Kamis (03/02/2022) 2 (dua) warga yakni Sura (67) dan Julianto (47) melaporkan bahwa sebagian rumahnya ambrol akibat pondasi plengsengan sungai tergerus arus. Pemangku wilayah setempat dibantu BPBD mengevakuasi korban serta rumahnya guna mengurangi dampak kejadian susulan. Alhamdulillah kejadian tersebut tidak sampai memakan korban jiwa. (CNN)

NIHIL : Operasi Pencarian Korban Hilang oleh Tim SAR Dihentikan

NIHIL : Operasi Pencarian Korban Hilang oleh Tim SAR Dihentikan

Operasi SAR hari ke 7 melibatkan 3 SRU

 

Paiton – Hingga hari ke- 7 pasca jatuh serta hilangnya ABK KMN. Anugerah Jaya I Engkos (47) diperairan laut Desa Kalibuntu Kraksaan belum juga ditemukan, Tim SAR Gabungan akhirnya memutuskan untuk mengakhiri proses pencarian setelah pada hari ini Kamis (03/02/2022) dilakukan pencarian dengan dukungan 3 SRU (Search Response Unit) sampai dengan pukul 16.00 WIB. Komandan Tim Operasi SAR (Dantim OpSAR) Pos SAR Jember, Rudy Prahara mengatakan bahwa pihaknya tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Sesuai SOP, jika selama tujuh hari korban belum ditemukan maka Operasi SAR dihentikan. Oleh karena itu karena hingga hari terakhir hasil pencarian dinyatakan NIHIL maka survivor (baca : korban) masih dinyatakan HILANG.

Tahapan pencarian sejak korban dinyatakan hilang. Pada hari pertama, titik keberangkatan SRU dimulai dari Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan. Kemudian hari kedua hingga hari ketujuh ini, SRU diberangkatkan dari Pantai Duta, Desa Randutatah, Kecamatan Paiton. “Menyisir ke timur dari TKM (Tempat Kejadian Musibah) sampai ke Utama Raya (Banyuglugur),” kata Rudy.

Tim SAR Gabungan dari berbagai unsur serta didukung relawan dari berbagai komunitas sejak hari pertama hingga hari terakhir pencarian setidaknya telah berupaya maksimal untuk mencari keberadaan survivor. Bahkan dalam pantauan admin Tim SAR Gabungan dibagi menjadi hingga 5 SRU dengan 2 (dua) area pencarian berbeda. Hanya dihari terakhir ini saja yang terlibat sekitar 3 SRU dalam 1 area pencarian. Pencarian di hari ke 4 sampai dengan hari ke 6 dibagi dalam 2 sektor pencarian yakni di PPI Mayangan sebagai POS Barat dan Pantai DUTA sebagai posko (timur).

Secara umum Tim SAR Gabungan ini melibatkan BASARNAS, BPBD, TNI-AL (Bakamla), POLAIRUD, Dishub, Dinkes serta relawan dari berbagai komunitas. Dalam operasi SAR kali ini juga mendapatkan dukungan dari PT. POMI, Rumah Zakat serta pihak-pihak lain yang juga turut membantu terlaksananya operasi SAR kali ini.

Meski demikian, Dantim OpsSAR belum dapat menyimpulkan apakah korban sudah meninggal atau tidak. Karena sampai pencarian di hari ketujuh, tim gabungan belum menemukan tanda-tanda keadaan korban. Karena itu, pihaknya tetap melakukan koordinasi dengan beberapa pihak. Di antaranya, tim SAR Pasuruan, Probolinggo, Situbondo dan Madura. “Apabila ada informasi (valid) mengenai survivor apapun kondisinya, akan kami koordinasikan dengan pejabat setempat,” kata Rudy.

Dalam Closing Ceremony (penutupan) Operasi SAR di Pantai DUTA, Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo menyampaikan mewakili Walikota Probolinggo mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas atensi maupun kerjasama semua pihak dalam pelaksanaan operasi kali ini. Pemerintah turut berduka cita atas musibah yang dialami oleh survivor (korban) yang hingga saat ini belum ditemukan. Semoga keluarga yang ditinggalkan dapat tabah dan sabar dalam menghadapi kejadiaan ini. (CNN)

Update : Tim SAR Gabungan sisir pencarian mulai dari Pulau Gili hingga Pantai Tampora

Update : Tim SAR Gabungan sisir pencarian mulai dari Pulau Gili hingga Pantai Tampora

 

Paiton – (31/01/2022) Hingga hari ke 4 pencarian korban tenggelam diperairan Kalibuntu Probolinggo yang merupakan warga Kota Probolinggo belum juga membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan menurunkan setidaknya 5 SRU (Search Response Unit) dari Basarnas, BPBD Kota Probolinggo, BPBD Kabupaten Probolinggo, Dishub Kabupaten Probolinggo hingga KPLP Pelabuhan Mayangan Kota Probolinggo. Koordinator tim SRU BPBD Kota Probolinggo Mohammad Ansori menyampaikan bahwa tepat pada pukul 08.00 WIB sebanyak 4 SRU diberangkatkan dari Posko SAR di Pantai Duta Desa Randu tatah Paiton Probolinggo dengan tujuan awal TKM (Tempat Kejadian Musibah) dimana korban pertama kali dinyatakan hilang. Kemudian dari TKM langsung bergerak menyisir ke timur hingga merapat ke pantai Tampora. Setelah beristirahat 4 SRU bertolak kembali menuju ke barat berakhir di Posko SAR Pantai Duta.

Sementara itu 1 SRU dari KPLP Mayangan Probolinggo bergerak dari Pantai mayangan menuju TKM lalu melanjutkan penyisiran ke timur hingga Pelabuhan Besuki. Setelah beristirahat SRU ini kembali menyisir ke barat hingga pulau Gili Ketapang dan berakhir kembali ke pantai Mayangan. Koordinator POSKO SAR Pantai Duta menyampaikan bahwa hari ini jika kondisi cuaca serta ketinggian air laut dinilai masih cukup aman, proses pencarian akan dimaksimalkan hingga waktu operasi dinyatakan berakhir. (CNN)

Walikota terjunkan tim SAR bantu cari warganya yang tenggelam dilaut

Walikota terjunkan tim SAR bantu cari warganya yang tenggelam dilaut

Tim rescue BPBD Kota Probolinggo diterjunkan guna membantu tim SAR dalam Operasi Pencarian Korban Tenggelam di laut. Dipimpin langsung Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo.

Probolinggo – Pada hari Sabtu (29/01/2022) Walikota Probolinggo mendapat informasi bahwasanya salah satu warga atas nama Engkos (47) menjadi korban hilang diperairan utara TPI kalibuntu Kraksaan Kab. Probolinggo. Setelah berkoordinasi dengan pihak SAR yang sudah berada dilokasi serta arahan/ petunjuk Walikota  BPBD Kota Probolinggo mengirimkan 1 (satu) regu SRU untuk membantu tim SAR yang melakukan Operasi Pencarian serta Penyelamatan di perairan utara Kab. Probolinggo. Tim Rescue BPBD Kota Probolinggo dilengkapi dengan peralatan pendukung SAR serta didukung dengan Perahu Karet guna membantu evakuasi.

Korban yang merupakan warga Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo ini diketahui hilang saat rekan sesama nelayan tengah berlabuh guna menangkap ikan dilaut. Korban bersama ABK lainnya menumpang KMN. Anugerah Jaya I milik salah seorang warga Kota probolinggo. Rekan ABK yang mengetahui korban jatuh ke laut telah mengupayakan penyelamatan namun tidak berhasil hingga akhirnya menghubungi tim SAR untuk membantu pencarian.

Berdasarkan informasi awal lokasi hilang/ jatuhnya korban berada di 14 NM dari bibir pantai. Tim Gabungan menurunkan setidaknya 3 (tiga) tim SRU Laut serta 1 (satu) tim SRU Darat. Koordinator Tim SAR dari POS SAR Jember Rudi Prahara menyampaikan fokus pencarian hari ini adalah dari Titik Awal Hilang menyisir ke arah timur hingga seluruh SRU finish di Pantai Duta Desa Randutatah Paiton Probolinggo.

Tim SAR Gabungan setidaknya menerjunkan personil dengan kemampuan evakuasi diperairan dari berbagai unsur seperti Basarnas, BPBD (Kota/ Kab) Probolinggo, TNI AL, dan sat Polairud Polres Probolinggo.

Hingga pukul 17.17 WIB tim SAR mengakhiri operasi pencarian pada hari ini mengingat kondisi cuaca mendung dan hari sudah mulai gelap. Operasi pencarian akan dilanjutkan esok jika kondisi cuaca mendukung.

Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo menyampaikan bahwa dalam Operasi Pencarian ini seluruhnya dibawah kendali pihak Basarnas. Pihaknya memberikan dukungan personil terlatih dan didukung peralatan Rescue yang telah dimiliki.

“..Kita bergerak dibawah kendali tim Basarnas, kerahkan segala upaya yang kita miliki baik itu kemampuan maupun kecakapan rekan-rekan Rescue lainnya. Sesuai arahan serta petunjuk Bapak Walikota kita (BPBD) hadir sebagai bukti bahwa Pemerintah memperhatikan apa yang dirasakan oleh warganya, khususnya warga yang sedang tertimpa musibah.. Kita semua berdoa semoga korban lekas diketemukan dalam kondisi apapun..” demikian ujar Kalaksa saat memimpin briefing awal sebelum pemberangkatan. (CNN)