Sabtu (20/11/2021) Bertempat di aula serbaguna BPBD Kota Probolinggo digelar Seminar Edukasi Hipnotis & Trauma Healing dengan menghadirkan Arief Firmansyah B, S.H.,C.Ht.,C.L. seorang praktisi Hipnoteraphy.  Kegiatan yang menitikberatkan pada upaya pemulihan pasca bencana bukan hanya berfokus pada hal fisik namun juga dilakukan kegiatan rehabilitasi pemulihan mental psikologi yang salah satunya yaitu Pemulihan Psikososial / Trauma Healing bagi warga yang terdampak bencana dengan metode Hipnotis. Demikian uraian yang disampaikan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Probolinggo melalui Kasie. Rehabilitasi dan Rekonstruksi (R/R) Sholehudin Ayyub, S.Sos saat dikonfirmasi tim media.

Kegiatan ini melibatkan setidaknya 50 orang dari berbagai kalangan termasuk relawan yang berorientasi pada Kebencanaan. Masih menurut Kasi R/R, kegiatan perdana ini bertujuan mengenalkan kepada masyarakat bahwasanya metode Hipnotis dapat membantu siapapun yang memiliki masalah psikologis. Salah satu upaya yang dilakukan bagaimana metode Trauma Healing dapat diberikan kepada korban terdampak disebuah kejadian bencana. Karena kita tahu sebenarnya para korban terdampak bukan hanya merasakan kehilangan harta benda namun juga perasaan ataupun mental.

Ayyub menambahkan, kegiatan ini kedepannya akan diprogram dan lebih dikembangkan agar para relawan dapat menimba ilmu lalu dapat mengaplikasikannya saat dibutuhkan dalam suatu kegiatan pasca bencana.

Dalam kurun waktu kurang lebih sekitar 4 jam, Kegiatan yang digagas BPBD Kota Probolinggo bekerjasama dengan Mind Management (M2) tampak antusian peserta yang mengikuti hingga acara berakhir.

 

Sementara itu, Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo saat membuka kegiatan ini memberikan apresiasi serta menyampaikan rasa bangga atas digelarnya kegiatan ini. Menurutnya kegiatan ini dapat membantu relawan dalam meningkatkan kapasitasnya terutama hal-hal yang difokuskan pada kegiatan pasca Bencana.

Kalaksa berharap dengan adanya peran serta aktif masyarakat dalam kegiatan ini juga dapat diaktualisasikan pada kegiatan penanganan pasca bencana bekerjasama dengan BPBD selaku pengampu bidang Kebencanaan.

Diakhir sambutannya, Kalaksa mengutip hadits

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).

“… Marilah dalam kesempatan yang baik ini, kami mengajak yang hadir disini untuk setidaknya bisa memberikan manfaat untuk orang lain..” harap Sugito. (CNN)