Probolinggo – Beberapa daerah di Jawa Timur telah menghadapi situasi sulit yang diakibatkan cuaca ekstrim. Guna menghadapi cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, Walikota Probolinggo bersama jajaran Forkopimda menggelar Apel Gelar Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Alam di depan Kantor Walikota Probolinggo, Jumat (21/10/2022).

Apel yang dipimpin langsung oleh Walikota Probolinggo Habib Hadi Zaenal Abidin ini didampingi oleh Dandim 0820 serta Kapolres Probolinggo Kota diikuti berbagai instansi mulai dari Kodim 0820, Yon Zipur, Polres Probolinggo Kota, KSOP Probolinggo hingga OPD di lingkungan Pemkot Probolinggo seperti BPBD, Dinsos, Satpol PP, Dishub, PU-PR dan DLH.

Hadir pula mendampingi Walikota, Sekda Kota Probolinggo, Asisten Bidang Pemerintahan Kota Probolinggo, Kajari Kota Probolinggo, serta Ketua Pengadilan Negeri Kota Probolinggo. Demikian juga para Kepala OPD terkait seperti Kepala Dishub, Ketua PMI, KasatPol PP serta Kadiskominfo turut hadir dalam kegiatan ini.

Dalam arahannya, Walikota berharap hendaknya melakukan kegiatan mitigasi dan kesiapsiagaan, meningkatkan koordinasi dengan bmkg terkait peringatan dini bencana, menyusun rencana kontijensi dan mendirikan posko terpadu penanggulangan bencana dengan melibatkan tni, polri dan instansi terkait. Selain itu Walikota berharap setelah dilaksanakan apel gelar pasukan hari ini sumber daya yang ada baik itu personil, peralatan dan mobilisasi kendaraan bisa siap, cepat, tanggap dalam merespon potensi dan ancaman bencana di kota probolinggo dan mengetahui peran masing-masing dilapangan sesuai dengan tugasnya.

Kegiatan apel gelar pasukan ini merupakan salah satu tindak lanjut dari informasi dari bmkg juanda perihal prakiraan awal musim hujan 2022/2023 dan rakor antisipasi bencana hidrometeorologi tanggal 20 oktober 2022 sebagai upaya untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dengan sumber daya yang ada dari kesiapan personil, peralatan dan mobilisasi kendaraan dalam mengantisipasi bencana hidrometeorologi diwilayah Kota probolinggo.

Hal tersebut senada dengan arahan Gubernur Jawa Timur dalam APEL GELAR PASUKAN PENANGGULANGAN BENCANA ALAM DI WILAYAH JAWA TIMUR.

Gubernur menyampaikan 5 pesan dalam menghadapi cuaca ekstrem saat ini.

1. Masing-masing Kepala daerah hendaknya membuat rencana kontingensi sesuai dengan potensi peta bencana yang akan terus di-update oleh BMKG. Sehingga kemungkinan kerugian akibat bencana alam bisa diminimalisir.

2. Kepala daerah dan unsur Forkopimda di Jatim hendaknya mengecek persiapan personel dan peralatan penanggulangan bencana alam di masing-masing daerah

3. Melaksanakan simulasi, gladi dan latihan-latihan secara terpadu, sehingga masing-masing sektor mengerti apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana

4. Memperkuat koordinasi dlm satu kluster penanganan darurat untuk penanganan bencana yg lebih profesional.

5. Melakukan monitoring dan pemantauan cuaca di wilayah masing-masing secara terus menerus.

Sementara itu, Pada tanggal 17 Oktober 2022 BMKG telah menyampaikan release tentang potensi cuaca ekstrim di wilayah Provinsi Jawa Timur, dimana hasil analisis dinamika atmosfir di wilayah Provinsi Jawa Timur terkini menunjukkan adanya pola konvergensi serta perlambatan kecepatan angin yang dapat meningkatkan aktivitas konvektif dan pertumbuhan awan hujan. Aktifnya fenomena gelombang atmosfer equatorial rossby serta suhu muka laut diperairan jawa timur masih hangat dengan anomali antara +0.5 s/d +2.5 oc mengakibatkan suplay uap air akan semakin banyak di atmosfer. Kondisi tersebut mempengaruhi pembentukan awan-awan cumulonimbus yang semakin intens dan dapat menyebabkan cuaca ekstrim seperti hujan lebat, angin kencang, angin putting beliung dan hujan es(CNN) (dari berbagai sumber)

@handaledukasi
@probolinggoimpressive
@bpbd_jatim
@bnpb_indonesia
#SalamTangguh
#SalamKemanusiaan
#Welovecities
#Weloveprobolinggo