Kedopok – Diawal tahun 2022 ini tampaknya kasus COVID-19 yang sudah mulai mereda kembali menggeliat. Munculnya tren varian (COVID-19) baru ini disebut sejumlah ahli berdampak lebih masif dan tak mengenal usia. Hal ini yang mendasari Pemerintah Kota Probolinggo untuk segera mengambil langkah antisipasi sesuai dengan hasil Rapat Koordinasi Penanganana COVID-19 di Gedung Puri Manggala Bhakti beberapa hari yang lalu.

Dibidang Pendidikan misalnya, ditemukannya kasus aktif COVID-19 disejumlah sekolah negeri menjadikan perhatian Pemerintah. Pemerintah bersama instansi terkait berupaya semaksimal mungkin menekan beberapa kasus aktif di sekolah yang telah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Sebagai langkah Awal, atas arahan Ketua Satgas COVID-19 Kota Probolinggo sekaligus Walikota Habib Hadi Zaenal Abidin – BPBD melakukan penyemprotan disinfektan secara massal dibeberapa sekolah yang telah melaksanakan PTM namun terindikasi memilki kasus aktif dikalangan siswa maupun pengajarnya.

Sementara itu DINKES PPKB berupaya akan selalu memantau dan melaksanakan surveilence berkala ke beberapa sekolah yang telah melaksanakan PTM.

Pemerintah juga mendorong terkait capaian vaksinasi dosis 2, secara total kota Probolinggo telah mencapai 70,92 %, untuk kategori lansia 9,240 orang (45,37%) [Data : Info Covid-19 Kota Probolinggo tertanggal 08/02/2022].
Pemerintah Kota juga telah menyiapkan Vaksin Booster bagi warganya yang telah menunaikan vaksin dosis ke 2 minimal 6 bulan sebelumnya. Ketua PMI Cabang Kota Probolinggo Mega Guntara, SE mengatakan bahwa PMI siap melayani masyarakat yang ingin vaksin boster dengan ketersediaan stok yang ada namun syaratnya telah menerima vaksin dosis ke 2 jaraknya 6 (enam) bulan sebelumnya. (CNN)