Kademangan – Hujan yang mengguyur Kota Probolinggo pada petang hari berdampak pada meningkatnya debit aliran sungai Legundi, minggu (20/11). Kurang lebih pukul 18.13 WIB aliran sungai mulai meluap hingga menggenangi setidaknya 3 (tiga) kelurahan masing-masing Kelurahan Sumberwetan Kecamatan Kedopok, Kelurahan Pohsangit Kidul serta Kelurahan Kademangan Kecamatan Kademangan. Hal ini menyebabkan jalur lalu lintas Jalan Prof. Hamka yang merupakan (akses) jalan jalur Selatan Kota Probolinggo menjadi terhambat.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Pusdalops PB, meningkatnya debit aliran sungai Legundi seiring dengan curah hujan yang terpantau diselatan Kota Probolinggo cukup tinggi. Aliran sungai Legundi yang melewati DAM Kelep tertahan sedemikian lamanya karena banyaknya tumpukan sampah yang menyebabkan pintu air DAM Kelep tidak dapat menampung air. Akibatnya air meluap hingga menggenangi Jalan dan beberapa rumah warga disekitar bantaran sungai.

Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo menyampaikan bahwa dirinya telah memerintahkan tim Kaji Cepat, TRC hingga relawan PB untuk segera mempersiapkan Tanggap Darurat. Upaya ini dilakukan untuk meminimalkan korban jiwa dan material serta sebagai bahan/ dasar pengambilan keputusan.
“.. Begitu kami (BPBD) mendapatkan laporan melalui Call Center 112 bahwasanya ada kawasan diwilayah Kademangan ini yang tergenang banjir, saya perintahkan Tim Kaji Cepat dibantu TRC dan Relawan PB untuk segera turun ke lokasi..” ujar Sugito. Berdasarkan laporan Tim Kaji Cepat berikut ini kawasan dan jumlah Kepala Keluarga (KK) terdampak antara lain
1. RT 01 RW 02 Kelurahan Sumber wetan Kec Kedopok sebanyak 95 KK

2. RT 01 RW 03 Dusun Krajan Kelurahan Pohsangit Kidul Kec Kademangan sebanyak 5 KK

3. RT 02 RW 03 Dusun Krajan Kelurahan Pohsangit Kidul Kec Kademangan sebanyak 13 KK

4. RT 03 RW 04 Kelurahan Kademangan Kec Kademangan sebanyak 6 KK

Tim Gabungan Penanggulangan Bencana (PB) yang terdiri dari BPBD, Polres Probolinggo Kota, Kodim 0820, PUPR, Dishub, Dinsos, SatpolPP, DLH, serta berbagai unsur forkompim Kelurahan dan Kecamatan turun langsung ke lokasi terdampak. Tim Gabungan menurunkan ekskavator untuk membantu mengangkut sampah yang menyumbat dam, sampah-sampah tersebut kemudian diangkut menggunakan truk sampah DLH ke TPA. Secara keseluruhan, proses evakuasi dan normalisasi aliran sungai legundi diakhiri dengan pembersihan sisa sampah dengan dilakukan penyemprotan oleh petugas DAMKAR.

Pusdalops PB masih senantiasa memantau kondisi Geo-Hidrometeorologi diwilayah Kota Probolinggo dan sekitarnya. Melansir dari Peringatan Dini BMKG, hingga 3 (tiga) hari kedepan wilayah Probolinggo dan sekitarnya masih berpotensi turun hujan diserta angin dan petir. Untuk itu Pemerintah melalui BPBD Kota Probolinggo menghimbau kepada masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan akan adanya perubahan cuaca yang mendadak hingga ekstrem. (CNN)

Ikuti terus perkembangan informasi melalui tautan ringkas akun media sosial BPBD Kota Probolinggo sbb : (klik tautan warna biru)
1. Tautan Microsite (Laman ringkas)
https://s.id/BPBDkotaprobolinggo
2. Tautan Laman SiAB Mas Pro – FEWS
https://s.id/siabmaspro
3. Tautan Laman resmi BPBD Kota Probolinggo
https://s.id/siaga247
4. Tautan Fanpage Facebook BPBD Kota Probolinggo
https://s.id/fpmenyala247
5. Tautan Linimasa Instagram BPBD Kota Probolinggo
https://s.id/igmenyala247
6. Tautan WA Bantuan Langsung ke nomor Pusdalops PB
https://s.id/cc117pb

#handaledukasi
#probolinggoimpressive
Badan Nasional Penanggulangan Bencana
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Timur
Pemerintah Kota Probolinggo
Handaledukasi