Pada hari Kamis (16/12/2021) Pusdalops BPBD Kota Probolinggo menanggapi laporan masyarakat terkait adanya seseorang yang mencoba bunuh diri dengan cara naik keatas tower BTS milik salah satu penyedia layanan seluler. Pada pukul 13.40 WIB BPBD Kota Probolinggo menerjunkan tim TRC dan PRR yang memiliki keahlian dalam Single Rope Technique (SRT). Personil yang memiliki keahlian dalam hal ketinggian diterjunkan khusus untuk membantu evakuasi korban.

Korban bernama Alan (19) warga Kalirejo, Dringu Kabupaten Probolinggo langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah guna mendapatkan  pertolongan lebih lanjut. Sementara itu Bunga (22) РBukan nama sebenarnya diamankan pihak Polres Probolinggo Kota untuk mengetahui kronologis kejadian sebenarnya.

Sementara itu Ibu korban tak kuasa menahan kesedihan setelah mendengar anaknya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya lantaran diputus cinta oleh sang kekasih.

Proses evakuasi korban berlangsung cukup lama membuat warga masyarakat yang melihat menjadi was-was. Menurut Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo proses evakuasi ini tidak hanya membutuhkan kecermatan, ketelitian namun juga perlu teknik khusus agar korban bersedia dievakuasi bersama petugas.

Menurut rekan korban yang tidak ingin namanya disebutkan, Alan – korban salah paham terkait rekan wanita tidak menuruti apa yang menjadi keinginan korban sehingga korban (buru-buru) memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

 

Proses evakuasi ini melibatkan puluhan personil gabungan mulai Kepolisian Resor Probolinggo Kota, Satpol PP, Damkar hingga Tim Medis 112. Kapolres Probolinggo Kota menyampaikan bahwa proses evakuasi telah berhasil menyelamatkan korban dengan selamat. Untuk hal-hal lain akan diproses lebih lanjut.

Kapolres juga akan menindaklanjuti terkait permasalahan yang dihadapi oleh korban.  Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Kapolres minta rekan (wanita) korban diamankan oleh anggota Polres Probolinggo Kota. (CNN)