Puluhan personil BPBD Jatim dibantu relawan dari BPBD Probolinggo dan BPBD Kota Probolinggo yang tergabung dalam SATGAS “MAS NGAWI” diterjunkan untuk memantau dan menegakkan protokol kesehatan selama event Jazz Gunung 2021 berlangsung pada 25 September 2021. Satgas yang diberi nama ‘Mas Ngawi’ ini merupakan singkatan dari ‘Maskeran (menggunakan masker), Ngadoh (jaga jarak) dan Wijik (cuci tangan).

Sebagaimana dilansir dari laman jatimprov.go.id – Penyelenggaraan ‘Jazz Gunung Bromo 2021’ sendiri digelar sekaligus menjadi rangkaian HUT Jatim ke 76, yang jatuh pada 12 Oktober 2021 mendatang. Plh Sekda Heru, meninjau gelaran tersebut untuk memastikan penerapkan protokol kesehatan sesuai CHSE Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan) dan 3W (Wajib tes Antigen, Wajib menggunakan masker serta Wajib menjaga jarak dan kebersihan).

“Nantinya akan membantu mensupervisi protokol kesehatan. 1 ‘Mas Ngawi’ akan memantau setiap 25 orang penonton. Jadi para penonton akan dipastikan akan taat prokes selama acara. Utamanya penggunaan masker dan menjaga jarak. Jadi benar-benar kita akan jadikan percontohan karena ini memang baru pertama kali di Indonesia,” jelas Heru.

Kolaborasi pemerintah dan kelompok masyarakat di gelaran Jazz Gunung Bromo 2021 menjadi kunci terwujudnya pergelaran seni dan budaya di tengah masa PPKM. Berdasarkan data asesmen level Covid-19 di Jawa Timur, Kabupaten Probolinggo sudah turun menjadi PPKM level 2.

Sementara itu, sejumlah anggota Probolinggo Response Rescue (PRR) diperbantukan dibawah kendali BPBD Kota Probolinggo bergabung bersama tim BPBD Jawa Timur untuk ikut mengawasi jalannya Protokol Kesehatan dalam event JAZZ GUNUNG 2021. Anggota PRR yang sudah dites PCR sebelumnya ditempatkan dalam beberapa ring (area) pengawasan mulai dari VVIP, Pengunjung hingga patroli disekitar kawasan JAZZ GUNUNG 2021. (CNN)