Pandemi COVID-19 sampai saat ini masih menjadi isu global termasuk juga di Indonesia. Namun dalam perkembangan terakhir ini, kasus COVID-19 di Indonesia semakinmembaik. Pasien yang sembuh dua kali lipat lebih banyak dibandingkan jumlah pasien yang meninggal dunia. Deteksi dini dan pelacakan terhadap orang-orang yang melakukan interaksi dengan positif COVID-19 menjadi langkah pencegahan dan penanganan yang tepat untuk membantu menurunkan tingkat penyebarannya. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah melalui kerjasama multipihak untuk meminimalisir penyebaran virus Corona yaitu tetap harus menerapkan protokol kesehatan yang sesuai dengan standard salah satunya pembatasan aktivitas masyarakat.

Pengurangan Risiko Bencana (PRB) adalah rangkaian upaya yang dilakukan secara sistematis untuk menganalisa risiko-risiko dampak bencana terhadap kehidupan dan penghidupan manusia. Setelah hampir 1 (satu) dekade upaya penanggulangan bencana di Indonesia dilaksanakan, telah banyak kemajuan-kemajuan dan capaian-capaian dalam membangun ketangguhan bangsa terhadap bencana melalui upaya pengurangan risiko bencana. Namun, besarnya pencapaian penurunan risiko bencana perlu terus dimonitor dan evaluasi agar upaya-upaya tersebut tidak hanya mengurangi risiko yang ada namun diharapkan dapat mencegah munculnya risiko-risiko baru. Investasi PRB perlu selalu dilakukan secara fokus dan inklusif dalam pembangunan berkelanjutan agar manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat. Oleh karena itu, untuk mendukung kemajuan-kemajuan dalam upaya penanggulangan bencana ini diperlukan komitmen yang kuat antara Pemerintah, Pemerintah Daerah, Masyarakat, dan sektor swasta.

Sejak Tahun 2009, Badan PBB UNISDR (United Nations International Strategy for Disaster Reduction) atau sekarang bernama UNDRR (United Nations for Disaster Risk Reduction) telah menetapkan tanggal 13 Oktober sebagai hari peringatan Pengurangan Risiko Bencana Internasional (International Day for Disaster Risk Reduction). Hari Peringatan Pengurangan Risiko Bencana ini menjadi pengingat bersama atas kemajuan-kemajuan, keberhasilan, capaian-capaian dalam mempertahankan ketangguhan dari dampak Di Indonesia, Peringatan Pengurangan Risiko Bencana telah menjadi agenda nasional yang dilaksanakan setiap tahun sejak tahun 2013. Penyelenggaraan peringatan bulan PRB nasional sebelumnya secara berturut adalah Kota Mataram, NTB (2013), Kota Bengkulu, Bengkulu (2014), Kota Surakarta, Jawa Tengah (2015), dan Kota Manado, Sulawesi Utara (2016), Kota Sorong, Papua (2017), Kota Medan, Sumatera Utara (2018), Bangka Belitung (2019) dan DKI Jakarta (2020). Tahun 2020, ditengah pandemi COVID-19 dilaksanakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

TEMA DAN TAGLINE
Berbagai kejadian bencana alam melanda Indonesia ditengah Pandemi COVID-19 yang masih berlangsung. Sehingga aktivitas penanggulangan bencana tetap harus diupayakan. Berbagai penyesuaian dan inovasi dilakukan sebagai langkah preventif menghadapi potensi bencana yang ada termasuk penyelenggaraan peringatan Bulan PRB. Oleh karena itu, kegiatan Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana Nasional Tahun 2021 mengangkat tema “Ketangguhan Bangsa Menghadapi Bencana”, Tag Line Bulan PRB Tahun 2021 : #BakuKekuRaihKetangguhan# yang artinya Saling Dukung Raih Ketangguhan

TUJUAN DAN MANFAAT
Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana Tahun 2021 ini merupakan sarana untuk memperkuat pemahaman Pemerintah, lembaga usaha dan Masyarakat terhadap aktivitas Pengurangan Risiko Bencana sebagai investasi untuk ketangguhan. Hal ini bertujuan untuk membangun kesadaran bersama, membangun dialog dan mengembangkan jejaring antar pelaku PRB serta dapat dijadikan ajang pembelajaran bersama bagi pelaku PRB seluruh Indonesia. Manfaat yang diharapkan adalah meningkatnya kemitraan antar pelaku penanggulangan bencana di Indonesia, dan memberikan komitmen bersama antar pemangku kepentingan di Indonesia.

WAKTU DAN TEMPAT
Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana Tahun 2021 akan diselenggarakan di 2 (dua) lokasi secara bersamaan menggunakan mekanisme daring dan luring di Kota Ambon Provinsi Maluku pada tanggal 19 – 20 Oktober 2021 melalui penerapan protokol kesehatan yang sesuai standard dan pembatasan jumlah peserta yang hadir secara langsung.

PESERTA
Peserta Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana Tahun 2021 bersifat umum, yaitu berasal dari Kementerian/Lembaga, SKPD Provinsi dan Kab/Kota (terutama BPBD Provinsi/Kab/Kota), Organisasi Nasional/Daerah/Internasional, Forum PRB, praktisi kebencanaan, perguruan tinggi, Lembaga Usaha, dan organisasi masyarakat. Peserta yang hadir di acara puncak, tanggal 20 Oktober 2021 secara luring berjumlah tidak lebih dari 100 orang di Kota Ambon terdiri dari Kepala Pelaksana BPBD Provinsi se Indonesia (1 orang), BPBD Kabupaten/Kota se Provinsi Maluku yang diwakili 2 (tiga) orang yaitu : Kepala Pelaksana BPBD didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan dan hanya yang memiliki undangan dari BNPB dan BPBD Provinsi Maluku. Peserta juga dapat mengikuti secara daring melalui zoom, youtube dan TV BNPB.

Sumber :  Desk Bulan PRB 2021