Operasi SAR hari ke 7 melibatkan 3 SRU

 

Paiton – Hingga hari ke- 7 pasca jatuh serta hilangnya ABK KMN. Anugerah Jaya I Engkos (47) diperairan laut Desa Kalibuntu Kraksaan belum juga ditemukan, Tim SAR Gabungan akhirnya memutuskan untuk mengakhiri proses pencarian setelah pada hari ini Kamis (03/02/2022) dilakukan pencarian dengan dukungan 3 SRU (Search Response Unit) sampai dengan pukul 16.00 WIB. Komandan Tim Operasi SAR (Dantim OpSAR) Pos SAR Jember, Rudy Prahara mengatakan bahwa pihaknya tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Sesuai SOP, jika selama tujuh hari korban belum ditemukan maka Operasi SAR dihentikan. Oleh karena itu karena hingga hari terakhir hasil pencarian dinyatakan NIHIL maka survivor (baca : korban) masih dinyatakan HILANG.

Tahapan pencarian sejak korban dinyatakan hilang. Pada hari pertama, titik keberangkatan SRU dimulai dari Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan. Kemudian hari kedua hingga hari ketujuh ini, SRU diberangkatkan dari Pantai Duta, Desa Randutatah, Kecamatan Paiton. “Menyisir ke timur dari TKM (Tempat Kejadian Musibah) sampai ke Utama Raya (Banyuglugur),” kata Rudy.

Tim SAR Gabungan dari berbagai unsur serta didukung relawan dari berbagai komunitas sejak hari pertama hingga hari terakhir pencarian setidaknya telah berupaya maksimal untuk mencari keberadaan survivor. Bahkan dalam pantauan admin Tim SAR Gabungan dibagi menjadi hingga 5 SRU dengan 2 (dua) area pencarian berbeda. Hanya dihari terakhir ini saja yang terlibat sekitar 3 SRU dalam 1 area pencarian. Pencarian di hari ke 4 sampai dengan hari ke 6 dibagi dalam 2 sektor pencarian yakni di PPI Mayangan sebagai POS Barat dan Pantai DUTA sebagai posko (timur).

Secara umum Tim SAR Gabungan ini melibatkan BASARNAS, BPBD, TNI-AL (Bakamla), POLAIRUD, Dishub, Dinkes serta relawan dari berbagai komunitas. Dalam operasi SAR kali ini juga mendapatkan dukungan dari PT. POMI, Rumah Zakat serta pihak-pihak lain yang juga turut membantu terlaksananya operasi SAR kali ini.

Meski demikian, Dantim OpsSAR belum dapat menyimpulkan apakah korban sudah meninggal atau tidak. Karena sampai pencarian di hari ketujuh, tim gabungan belum menemukan tanda-tanda keadaan korban. Karena itu, pihaknya tetap melakukan koordinasi dengan beberapa pihak. Di antaranya, tim SAR Pasuruan, Probolinggo, Situbondo dan Madura. “Apabila ada informasi (valid) mengenai survivor apapun kondisinya, akan kami koordinasikan dengan pejabat setempat,” kata Rudy.

Dalam Closing Ceremony (penutupan) Operasi SAR di Pantai DUTA, Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo menyampaikan mewakili Walikota Probolinggo mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas atensi maupun kerjasama semua pihak dalam pelaksanaan operasi kali ini. Pemerintah turut berduka cita atas musibah yang dialami oleh survivor (korban) yang hingga saat ini belum ditemukan. Semoga keluarga yang ditinggalkan dapat tabah dan sabar dalam menghadapi kejadiaan ini. (CNN)