Probolinggo – Pada hari Sabtu (12/03/2022) sekitar pukul 09.00 WIB sekelompok orang memasuki halaman kantor BPBD Kota Probolinggo menumpang beberapa kendaraan. Ya, mereka tak lain adalah anggota masyarakat yang tergabung dalam Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kelurahan Wiroborang Kec. Mayangan Kota Probolinggo. Para anggota masyarakat ini sejatinya sedang mengikuti rangkaian acara pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana Tahun 2022.

Dalam kunjungan ini, rombongan didampingi lurah Wiroborang Firman Wigahadi Pratama, SSTP.  bersama Fasilitator Kegiatan FPRB Kota Probolinggo Eko Yudha. Rombongan disambut langsung oleh Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo serta turut mendampingi Kasi. P/K dan Kasi K/L BPBD Kota Probolinggo.

Ditengah suasana hangat dan bersahaja Kalaksa menyampaikan sambutan SELAMAT DATANG serta memberikan motivasi kepada peserta yang hadir serta menjelaskan bagaimana BPBD Kota Probolinggo memiliki rintisan Pusdalops PB Mandiri.

 

Setelah para peserta memasuki ruang Pusdalops, Kalaksa melanjutkan memberikan penjelasaan mengenai instrumen dan juga fasilitas yang dimiliki oleh Pusdalops PB diantaranya instrumen mitigasi bencana hingga Laporan Kejadian Bencana di Kota Probolinggo.

Tak cukup hanya pemaparan mengenai fungsi dan peran Pusdalops PB, para peserta antusias menyimak dan banyak yang mengajukan pertanyaan kepada Kalaksa.

Agenda “ngulik” ruang Pusdalops PB dilanjutkan dengan menyaksikan demonstrasi relawan dan TRC dalam “SRT” tehnik Rescue untuk pertolongan dan penanganan kejadian bencana.

Dipandu oleh instruktur Rescue BPBD Kota Probolinggo Moh. Ansori, para peserta mendapatkan penjelasan mengenai Keselamatan Diri serta pentinganya menggunakan Standar Keselamatan dalam sebuah penanganan kejadian bencana. Berbagai peralatan rescue yang dimiliki oleh BPBD Kota Probolinggo turut ditampilkan dalam kegiatan ini.

Bang Ori demikian sapaan akrabnya menjelaskan pentingnya memahami prinsip dasar keselamatan.

“Pertama, pentingnya memastikan keselamatan diri sendiri lalu orang lain hingga yang terakhir adalah korban” papar Bang Ori.

Bapak Sukotjo salah satu peserta pembentukan Keltana Kelurahan Wiroborang menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya telah dibangunnya Pusdalops PB serta memliki relawan-relawan tangguh khususnya dibidang Rescue atau Penyelamatan. Harapannya semoga di Kota Probolinggo para warganya mengerti bagaimana “Bersahabat dengan Bencana” dan Kota Probolinggo terhindar dari marabahaya yang dapat menimbulkan banyak korban jiwa dan materi. (CNN)