Sri Wahyuni (40) penyintas yang sempat diberitakan atap rumahnya nyaris roboh akhirnya bisa tersenyum kembali pasca rehabilitasi rumah yang dihuni selama ini dinilai tak layak dan dalam kondisi memprihatinkan. Sri bersama warga sekitar menggelar tasyakuran sebagai wujud rasa syukur atas telah selesainya proses perbaikan rumah.

 

TIM GABUNGAN BPBD DITERJUNKAN UNTUK BANTU EVAKUASI

Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat melalui jejaring media online, Walikota Probolinggo memerintahkan jajaran terkait untuk segera mengambil langkah-langkah strategis untuk membantu mengatasi kesulitan warganya yang sedang tertimpa musibah. Pemerintah dalam hal ini BPBD Kota Probolinggo segera melaksanakan tupoksi yang telah diamanatkan oleh Undang-undang yakni melakukan assesment, menyusun rencana operasi hingga mengamankan penyintas ke HUNTARA (Hunian Sementara).
Sebagai upaya tanggap darurat, pada tanggal 30 September 2021 – BPBD Kota Probolinggo menerjunkan tim gabungan yang melibatkan TRC (Tim Reaksi Cepat) BPBD dan relawan yang tergabung dalam MRP (Masyarakat Relawan Probolinggo). Operasi Kemanusiaan ini digelar bertujuan untuk mengamankan sebagian asset rumah yang masih dapat diselamatkan sembari menunggu proses perbaikan yang akan dilaksanakan kemudian.

DUKUNGAN MORIL DAN MATERIIL SESAMA WARGA BANTU PERCEPAT REHAB HUNIAN

Berdasarkan assesment yang dilakukan oleh BPBD, rumah warga yang terletak dikelurahan Sukabumi Kecamatan Mayangan ini memerlukan perbaikan menyeluruh dibagian atap dan sebagian pada struktur rumah yang lain. Sumber pembiayaan pada kegiatan ini berasal dari BTT (bantuan tidak terduga) Pemerintah Kota Probolinggo.


Namun berkat rahmah Allah SWT, LPM Kelurahan Sukabumi bersama warga sekitar mampu menghimpun donasi dari berbagai pihak sehingga pembiayaan Rehabilitasi Hunian ini dapat tertangani. Dukungan ini menandakan bahwa ternyata Kota Probolinggo masih memiliki “Orang Baik” dan masih terjaganya budaya saling membantu antar sesama.
Selain itu, target waktu pekerjaan (Rehab) yang dijadwalkan berlangsung selama 30 hari kerja dapat diselesaikan dalam waktu 20 hari kerja. Menurut Bambang Heriyadi (65) Ketua RT setempat, rehab yang dilakukan ini telah melampaui target dari yang direncanakan. Rencana semula hanya membenahi beberapa bagian rumah yang rusak namun ternyata rehab hunian menyentuh hingga ke wilayah sanitasi dan sarana pendukung lain.

KONDISI PSIKOLOGIS PENYINTAS BERANGSUR MEMBAIK

Saat BPBD Kota Probolinggo mendatangi lokasi dan bertemu dengan Sri Wahyuni – Tim bersama ketua RT lalu menanyakan bagaimana perasaan dirinya setelah menghuni dirumah yang telah diperbaiki, dijawab dengan gesture (gerak tubuh) senang dan bahagia namun hanya tampak mata berkaca-kaca tanpa berkomentar sepatah dua patah kata.


Menurut warga, kondisi Sri sudah mulai membaik ditandai dengan sudah dapat berkomunikasi dan tidak mudah (meledak) emosinya. Diakhir perbincangan ketua RT mewakili keluarga penyintas menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kota Probolinggo, Lurah Sukabumi, LPM kel. Sukabumi serta para donatur yang telah membantu memperbaiki rumah salah satu warganya. (CNN)