Antisipasi curah hujan tinggi, Pemerintah Kota Probolinggo Normalisasi DAM Pilang

Antisipasi curah hujan tinggi, Pemerintah Kota Probolinggo Normalisasi DAM Pilang

Berbagai upaya dilakukan pemerintah guna mengantisipasi luapan kali Legundi (Foto : Media BPBD)

 

Pemerintah Kota Probolinggo tengah bersiap menghadapi dampak perubahan iklim sebagaimana yang telah dilansir oleh BMKG. Salah satunya adalah menormalisasi (aliran) DAM Irigasi di kelurahan Pilang Kecamatan Kademangan. Pada hari senin (17/01/2022) Pemerintah Kota Probolinggo melalui OPD terkait diantaranya BPBD, Dinas Lingkungan Hidup serta Dinas PUPR-KIMPRASWIL membersihkan sampah yang menyumbat saluran irigasi DAM Pilang yang berlokasi didekat Pantai Permata.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo menyampaikan bahwa sesuai arahan serta petunjuk Bapak Walikota Habib Hadi Zaenal Abidin BPBD perlu segera mengambil langkah untuk mengantisipasi luapan sungai yang melintasi wilayah Kota Probolinggo. Sungai yang dimaksud adalah Sungai Kedunggaleng serta Sungai Legundi.

Sebagaimana diketahui DAM Irigasi Pilang ini merupakan satu jalur dengan sungai legundi. Saat tim tiba dilokasi terdapat banyak sampah yang dapat menyumbat aliran sungai hingga berujung pada pantai permata. Guna mengurangi tumpukan sampah yang dapat mengganggu aliran sungai, BPBD meminta bantuan Dinas PUPR dan Dinas Lingkungan Hidup.

Dinas PUPR menurunkan alat berat yakni ekskavator dan 2 unit dump truk. Sementara itu Dinas Lingkungan Hidup menurukan 2 unit dump truk guna mengangkut sampah ke TPA.

 

BMKG: 27 Daerah Waspada Cuaca Esktrem Sepekan Kedepan

BMKG: 27 Daerah Waspada Cuaca Esktrem Sepekan Kedepan

“Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem (hujan lebat-sangat lebat yang dapat disertai kilat/petir, angin kencang, gelombang tinggi, dan lain-lain) dan dampaknya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, pohon tumbang, dan lain-lain,”

JAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta 27 daerah waspada potensi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi dalam sepekan kedepan, mulai 17 sampai 22 Januari 2022. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan, terdapat potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang dan gelombang tinggi.

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini, BMKG mengidentifikasi adanya potensi peningkatan curah hujan dalam periode sepekan ke depan di sebagian besar wilayah Indonesia,” sebut Guswanto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (17/1/2022).

Guswanto menjelaskan, kondisi tersebut dipicu oleh peningkatan aktivitas dinamika atmosfer, seperti Cold Surge atau Seruakan Massa Udara Dingin dari Asia menuju wilayah Indonesia.
Selain itu, kata dia aktifnya fenomena gelombang atmosfer seperti gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial di beberapa wilayah, pola tekanan tekanan rendah memicu terbentuknya pumpunan dan belokan angin yang diperkuat juga dengan adanya pengaruh labilitas udara dalam skala lokal.

Kondisi tersebut secara signifikan dapat meningkatkan potensi cuaca ekstrem dalam periode sepekan kedepan,”

Ada pun pontesi hujan sedang-lebat diprediksi terjadi di wilayah berikut:
1. Sumatra Barat
2. Bengkulu
3. Kep. Bangka Belitung
4. Sumatra Selatan
5. Lampung
6. Banten
7. DKI Jakarta
8. Jawa Barat
9. Jawa Tengah
10. Yogyakarta
11. Jawa Timur
12. Kalimantan Barat
13. Kalimantan Tengah
14. Kalimantan Selatan
15. Kalimantan Utara
16. Kalimantan Timur
17. Sulawesi Tengah
18. Sulawesi Selatan
19. Sulawesi Utara
20. Gorontalo
21. Sulawesi Tenggara
22. Bali
23. Nusa Tenggara Barat
24. Nusa Tenggara Timur
25. Maluku
26. Papua Barat
27. Papua

14 Wilayah Perairan Waspada Gelombang Tinggi

Sementara itu, selain potensi hujan lebat-sedang, BMKG juga meminta sejumlah daerah waspada potensi tinggi gelombang. Potensi tersebut, dengan tinggi gelombang mencapai 2.5 samppai 4.0 meter (Rough Sea).
Ada pun potensi gelombang tinggi tersebut diprediksi terjadi pada beberapa perairan di wilayah Indonesia, yaitu:

– Laut Natuna Utara
– Perairan utara Kep.Anambas – Kep.Natuna
– Laut Jawa bagian tengah dan timur
– Perairan selatan Jawa Timur hingga P.Sumba
– Perairan selatan P.Sawu hingga P.Rotte
– Laut Sawu bagian selatan
– Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTT
– Selat Makassar bagian selatan
– Laut Banda
– Laut Arafuru
– Perairan Kep.Sangihe – Kep.Talaud
– Perairan utara Halmahera
– Laut Halmahera
– Samudra Pasifik utara Halmahera hingga Papua

Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem (hujan lebat-sangat lebat yang dapat disertai kilat/petir, angin kencang, gelombang tinggi, dan lain-lain) dan dampaknya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, pohon tumbang, dan lain-lain,” akhir keterangan BMKG tersebut.

Sumber : BMKG

 

Guna Jaga Kondisi Aman dan Kondusif jelang pergantian Tahun, Pemkot Gelar Operasi Skala Besar

Guna Jaga Kondisi Aman dan Kondusif jelang pergantian Tahun, Pemkot Gelar Operasi Skala Besar

Puluhan personil dari berbagai instansi seperti Kepolisian, TNI, DISHUB, SAT-POL PP dan BPBD Kota Probolinggo disiagakan dihalaman Kantor Pemerintahan Kota Probolinggo pada hari Jumat (31/12/2021) guna mengantisipasi segala tindak pelanggaran kriminal dan protokol kesehatan yang akan berlangsung menjelang detik-detik pergantian tahun. Dalam Apel gelar pasukan, hadir Walikota Probolinggo Habib Hadi Zaenal Abidin, Kapolres Probolinggo Kota. Turut hadir pula Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo, Kasat POL PP Aman Suryaman serta Kepala DISHUB Agus Effendi.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Wadi Sa’bani dalam apel memberikan arahan bahwa Operasi kali ini merupakan Operasi “Show Force” (unjuk kekuatan:red) sekaligus merupakan tindakan preventif guna memutus mata rantai COVID-19. Dalam operasi kali ini akan dilakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa pada malam hari tepatnya pukul 22.00 WIB dihimbau agar tidak melakukan kegiatan yang mengundang kerumunan massa. Dan pada pukul 22.00 WIB ini merupakan puncak operasi dimana telah disiapkan AWC Polres, Mobil Pemadam Kebakaran serta unsur dari BPBD Kota Probolinggo untuk melaksanakan kegiatan penyemprotan disinfektan bilamana kondisi tidak memungkinkan sesuai protap yang telah disusun.

Tepat pada pukul 20.30 WIB iring-iringan mulai dari Walikota dan forkompimda menggunakan sepeda motor disusul kendaraan dinas terkait bergerak ke timur melintasi Jl. P. Sudirman, Jl. Pahlawan, Jl. HOS. Cokroaminoto, Bunderan Gladak Serang, Jl. Slamet Riyadi, Taman Maramis, Jl. Gubernur Suryo, Jl. Supriyadi, Jl. Soekarno Hatta, Jl. DI. Panjaitan, Jl. A. Yani, Alun-Alun, Jl. Suroyo dan berakhir kembali ke kantor Pemkot Probolinggo.

Berdasarkan hasil koordinasi pasca operasi, Walikota menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas perhatian warganya yang mengikuti himbauan pemerintah dengan tidak melakukan kegiatan diluar rumah serta tidak melakukan kegiatan yang memancing respon massa yang banyak. Sementara itu Kapolres Probolinggo Kota menyampaikan bahwa Operasi kali ini sesuai dengan protap yang telah ditentukan, dan Kapolres berharap semoga masyarakat Kota Probolinggo tetap patuh sesuai himbauan untuk menyambut pergantian tahun kali ini #dirumahsaja. (CNN)

Terkait Tanggap Darurat Bencana, DPRD Kab Sragen Lakukan Kunjungan Kerja Ke BPBD Kota Probolinggo

Terkait Tanggap Darurat Bencana, DPRD Kab Sragen Lakukan Kunjungan Kerja Ke BPBD Kota Probolinggo

Kantor BPBD Kota Probolinggo yang terletak diJalan Mastrip Kedopok Kota Probolinggo pada hari Senin (27/12/2021) menerima Kunjungan Kerja Anggota DPRD Kabupaten Sragen Provinsi Jawa Tengah. Rombongan yang terdiri dari Pimpinan Dewan, Anggota Komisi 1 & 4, serta Sekretariat DPRD Kabupaten Sragen disambut langsung oleh Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo. Bertempat di aula Kantor BPBD Kota Probolinggo, masing-masing pimpinan lembaga memperkenalkan diri dalam suasana kekeluargaan serta penuh kehangatan.

Dalam pengantar awal, Kalaksa BPBD Kota Probolinggo menyambut baik kunjungan Kerja sejumlah anggota DPRD Kabupaten Sragen serta menghaturkan rasa terima kasih atas dipilihnya Kota Probolinggo sebagai salah satu tempat berbagi ilmu terkait Penanganan Tanggap Darurat Bencana.

Sementara itu, Pimpinan DPRD Kabupaten Sragen diwakili oleh Mualim Sugiyono, SH menyampaikan bahwa maksud dan tujuan rombongan adalah ingin memdapatkan masukan terkait hal-hal yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Probolinggo dalam penanganan Tanggap Darurat Bencana diwilayahnya. Harapan dari hasil kegiatan ini adalah para peserta mendapatkan masukan-masukan yang dapat dijadikan bahan pertimbangan terkait penanganan darurat bencana di Kabupaten Sragen.

Disela-sela kegiatan, rombongan anggota DPRD Kabupaten Sragen ini diajak untuk melihat ruangan Pusat Pengendalian dan Operasional (PUSDALOPS) BPBD Kota Probolinggo. Dalam paparan singkat Kalaksa menyampaikan bahwa diruangan Pusdalops merupakan Pusat Kendali Informasi mulai dari Kegemmpaaan, Citra Radar Cuaca hingga Pusat Pelaporan terintegrasi langsung dengan BNPB. (CNN)

Hujan disertai WaterSpout akibatkan pohon tumbang disejumlah area di Kota Probolinggo

Hujan disertai WaterSpout akibatkan pohon tumbang disejumlah area di Kota Probolinggo

Pada hari Kamis (23/12/2021) pukul 18.40 WIB Kota Probolinggo dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Pada saat yang bersamaan diwilayah pantai utara kota Probolinggo juga dilanda “WaterSpout”. Akibatnya beberapa wilayah diKota probolinggo mengalami pohon tumbang dan genangan air.

Menurut rilis dari BMKG, Waterpout adalah fenomena masuknya kolom pusaran air yang tertarik masuk kedasar awan. Pusaran angin yang lebih dikenal dengan istilah “Belalai Gajah” ini layaknya angin puting beliung namun terjadinya (angin) ini hanya dipermukaan air laut.

Berdasarkan data Pusdalops BPBD Kota Probolinggo, tercatat setidaknya 4 wilayah Kecamatan di Kota Probolinggo yang terdampak adanya Pohon tumbang.

1. Kecamatan Mayangan

Berada diJalan A. Yani (timur simpang flora) pohon tumbang mengakibatkan tiang PLN dan Telekomunikasi rusak dan telah dilakukan penanganan oleh instansi terkait.

2. Kecamatan Kanigaran

Lokasi berada di Jl. KH. Dewantara Perum KTI mengakibatkan beberapa genteng rumah rusak dan jaringan listrik disekitar lokasi perlu perbaiki. Tidak ada korban jiwa pada kejadian ini dan telah dilakukan penanganan oleh instansi terkait.

 

3. Kecamatan Wonoasih

Pohon tumbang berada di  Jalan IR.Sutami kelurahan Pakistaji menyebabkan akses jalan terhambat dan telah dilakukan penanganan oleh TRC BPBD Kota Probolinggo bersama instalasi terkait.

4. Kecamatan Kedopok

Diwilayah ini setidaknya 2 kelurahan terdampak yakni kel. Jrebeng Lor dan Jrebeng Kulon.

Dikelurahan Jrebeng Lor, pohon tumbang mengakibatkan Jalan Sunan Ampel sedikit terganggu dan setelah dilakukan penanganan oleh tim gabungan dari BPBD, damkar, DLH dan dibantu warga sekitar., akses jalan Sunan Ampel dapat kembali lancar.

Sementara itu dikelurahan Jrebeng Kulon, Pohon tumbang menimpa rumah warga di Jl. Musi tepatnya didepan masjid Al -Ishlah. Selain bagian (depan) rumah, 1 unit mobil Toyota Avanza jura turut tertimpa pohon. Kerugian hingga berita ini ditulis belum dilaporkan. Namun kejadian ini telah ditangani langsung oleh tim gabungan BPBD Kota Probolinggo bersama instansi terkait.

Dalam laporan tertulis yang dterima Pusdalops, terdapat juga lokasi terdampak yakni di seputar Jl. Basuki Rahmat dan Jl. Raden Wijaya Wiroborang serta genangan akibat air rob di Kampung Dok Mayangan.

Pemerintah Kota Probolinggo melalui Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo menghimbau kepada warga masyarakat agar senantiasa waspada serta mengantisipasi dampak akibat curah hujan yang mengguyur Kota Probolinggo setidaknya untuk 3 (tiga) hari kedepan. Berdasarkan pantauan Citra Radar/ Satelit BMKG, curah hujan yang mengguyur Kota Probolinggo semakin tinggi intensitasnya serta diserta angin dan petir.

Untuk pantauan terkini kondisi cuaca  wilayah Kota Probolinggo, BPBD Kota Probolinggo melalui PUSDALOPS merilis info terkini melalui jejaring media sosial. (CNN)

Evakuasi korban yang hendak bunuh diri berlangsung dramatis

Evakuasi korban yang hendak bunuh diri berlangsung dramatis

 

Pada hari Kamis (16/12/2021) Pusdalops BPBD Kota Probolinggo menanggapi laporan masyarakat terkait adanya seseorang yang mencoba bunuh diri dengan cara naik keatas tower BTS milik salah satu penyedia layanan seluler. Pada pukul 13.40 WIB BPBD Kota Probolinggo menerjunkan tim TRC dan PRR yang memiliki keahlian dalam Single Rope Technique (SRT). Personil yang memiliki keahlian dalam hal ketinggian diterjunkan khusus untuk membantu evakuasi korban.

Korban bernama Alan (19) warga Kalirejo, Dringu Kabupaten Probolinggo langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah guna mendapatkan  pertolongan lebih lanjut. Sementara itu Bunga (22) – Bukan nama sebenarnya diamankan pihak Polres Probolinggo Kota untuk mengetahui kronologis kejadian sebenarnya.

Sementara itu Ibu korban tak kuasa menahan kesedihan setelah mendengar anaknya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya lantaran diputus cinta oleh sang kekasih.

Proses evakuasi korban berlangsung cukup lama membuat warga masyarakat yang melihat menjadi was-was. Menurut Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo proses evakuasi ini tidak hanya membutuhkan kecermatan, ketelitian namun juga perlu teknik khusus agar korban bersedia dievakuasi bersama petugas.

Menurut rekan korban yang tidak ingin namanya disebutkan, Alan – korban salah paham terkait rekan wanita tidak menuruti apa yang menjadi keinginan korban sehingga korban (buru-buru) memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

 

Proses evakuasi ini melibatkan puluhan personil gabungan mulai Kepolisian Resor Probolinggo Kota, Satpol PP, Damkar hingga Tim Medis 112. Kapolres Probolinggo Kota menyampaikan bahwa proses evakuasi telah berhasil menyelamatkan korban dengan selamat. Untuk hal-hal lain akan diproses lebih lanjut.

Kapolres juga akan menindaklanjuti terkait permasalahan yang dihadapi oleh korban.  Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Kapolres minta rekan (wanita) korban diamankan oleh anggota Polres Probolinggo Kota. (CNN)

Bakorwil V : Pentingnya mitigasi dan sosialisasi potensi resiko di Kawasan Rawan Bencana

Bakorwil V : Pentingnya mitigasi dan sosialisasi potensi resiko di Kawasan Rawan Bencana

Gambar : BAKORWIL V dan BPBD Kota Probolinggo saat berada dilokasi evakuasiErupsi Gunung Semeru Kab. Lumajang

Bakorwil V Jember menekankan pentingnya mitigasi serta sosialisasi terkait potensi resiko di kawasan rawan bencana (KRB). Mengingat masih banyak warga masyarakat yang tidak mengindahkan himbauan petugas untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak diperlukan seperti swafoto saat berada di lokasi KRB. Temuan ini didasari oleh pernyataan Kalaksa BPBD Kota Probolinggo saat turun ke lokasi bersama tim Relawan membantu proses evakuasi warga terdampak didusun Kajar Kuning Desa Sumber Wuluh Kec. Candipuro Kabupaten Lumajang.

“.. ini benar, dan memang seharusnya perlu adanya sosialiasi kepada semua pihak bahwa masih ada potensi resiko di area (kawasan) rawan bencana seperti ini. Maka saya mendukung dan mengapresiasi langkah Bapak (Kalaksa) bersama tim untuk membantu mengurangi resiko dengan cara membatasi ruang gerak siapapun yang tidak berkepentingan dikawasan ini yang telah ditetapkan sebagai Zona Merah..” ungkap Choirul Anwar Kabid. Pemerintahan Bakorwil V jember.

Senada dengan hal tersebut, Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo menyampaikan bahwa saat ini sudah mulai muncul adanya fenomena “Wisata Bencana” yang dapat menimbulkan masalah karena mereka yang tidak mengetahui ada potensi bahaya saat berada dilokasi KRB.

Kalaksa bersama tim TRC BPBD dan relawan mengimbau warga atau siapapun yang tidak memiliki kepentingan, untuk meninggalkan area lokasi karena masih sangat membahayakan baik diri sendiri, petugas evakuasi korban dan dapat menimbulkan kemacetan dijalur evakuasi.

“Biasanya masyarakat yang datang ke lokasi daerah bencana bukan warga lokal. Saya meminta kepada mereka secara humanis yang nekat datang untuk putar balik bila tidak berkepentingan darurat karena itu sangat mengganggu petugas pencarian (SAR),” pungkasnya.

Sementara itu Satgas KAMDES Sumberwuluh membenarkan bahwasanya dilokasinya banyak pengunjung yang bukan warga lokal (terdampak) sebagian banyak yang foto-foto. Selain itu satgas juga mendapatkan laporan banyak asset warganya yang hilang mulai dari uang tunai, hewan ternak hingga perabot rumah.

Menurut data BNPB per 7 Desember 2021, Erupsi Gunung Semeru ini mengakibatkan 34 orang Meninggal Dunia, 17 orang dilaporkan (masih) hilang, dan 56 orang luka-luka. Dan menurut pantauan sementara tim dilapangan, banyak warga yang sudah mulai mengevakuasi harta benda termasuk hewan ternak. Mereka khawatir saat guguran awan panas selanjutnya para warga ini tidak dapat mengevakuasi harta bendanya karena sudah tertimbun debu vulkanik.

Pos Komando (Posko) Tanggap Darurat Bencana Dampak Awan Panas Guguran Gunung Semeru menyebutkan bahwa warga yang mengungsi berjumlah 4.250 jiwa, yang tersebar pada beberapa titik di Kabupaten Lumajang dan hanya ada 1 titik, masing-masing di Kabupaten Malang dan Blitar.

Berikut ini rincian distribusi penyintas di beberapa wilayah Kabupaten Lumajang. Jumlah warga mengungsi di Kecamatan Candipuro 1.733 jiwa, Pasirian 974, Tempeh 400, Pronojiwo 295, Lumajang 199, Pasrujambe 197, Sukodono 191, Sumbersuko 67, Jatiroto 56, Yosowilangun 28, Ranuyoso 26, Rowokangkung 16 dan Gucialit 8.

Tim SAR gabungan masih melakukan operasi pencarian warga hilang. Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) di bawah koordinasi Basarnas ini menargetkan waktu pencarian korban selama satu minggu. Hal tersebut disampaikan Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf. Irwan Subekti dalam konferensi pers pada hari ini, Selasa (7/12).

Irwan Subekti yang juga menjadi Komandan Pos Komando (Posko) Tanggap Darurat Bencana Dampak Awan Panas Guguran Gunung Semeru menyampaikan korban yang masih dinyatakan hilang berjumlah 22 orang. Upaya pencarian difokuskan di Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh dan wilayah Desa Curah Kobokan. Lebih lanjut dalam operasi pencarian, Irwan mengatakan tim gabungan sangat memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan di lapangan.

“Pencarian pagi hingga sore dengan memperhatikan cuaca di Lumajang. Hampir setiap hari, setiap sore rata-rata turun hujan. Upaya pencarian sangat dipengaruhi kondisi hujan di lapangan,” ujarnya.

Upaya pencarian warga yang masih dinyatakan hilang akan mengoptimalkan kemampuan para personel di lapangan, yang juga dibantu dengan alat berat. Ia pun selalu mengingatkan kewaspadaan terhadap kondisi material vulkanik yang masih panas dan kondisi hujan di puncak gunung agar terhindar dari banjir lahar dingin.

Pada kesempatan itu, posko memprioritaskan pada operasi pencarian dan penanganan warga yang mengungsi. Terkait dengan penambang pasir yang hilang, pihaknya akan memastikan identitas korban yang saat ini masih dalam proses identifikasi. Dari jumlah korban meninggal sebanyak 34 orang, 10 di antaranya belum teridentifikasi. (CNN)

diolah dari berbagai sumber
Erupsi Gunung Semeru, BPBD Terjunkan Tim dan Dukungan Logistik

Erupsi Gunung Semeru, BPBD Terjunkan Tim dan Dukungan Logistik

 

Sesuai dengan petunjuk serta arahan Walikota Probolinggo Habib Hadi Zaenal Abidin (baca : BPBD Kota Probolinggo bantu korban erupsi Gunung Semeru), pada hari Sabtu 4 Desember 2021 BPBD Kota Probolinggo menerjukan tim awal guna membantu tim assessment BPBD lumajang dan BPBD Provinsi Jatim guna mempercepat langkah pertolongan dan evakuasi serta menentukan peralatan dan logistik yang akan dibawa tim berikutnya. Tim yang dipimpin langsung oleh Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo juga menerjunkan 2 personil TRC dan 2 personil Relawan Rescue. Sementara itu dukungan logistik antara lain 5 buah terpal, 10 buah tikar, 28 buah selimut, 3 dus lauk pauk, 2 dos makanan siap saji, 2000 buah masker dan 20 buah matras diangkut dengan armada rescue BPBD.

Saat tiba dilokasi dusun Kamar Kajang Candipuro pukul 22.30 WIB, Kalaksa langsung berkoordinasi dengan  Bupati Lumajang dan Kalaksa BPBD Jawa Timur. Bupati Lumajang Thoriqul Haq menyampaikan bahwasanya saat ini Lumajang membutuhkan relawan untuk membantu mengeavakuasi warga yang masih bisa diselamatkan. Berdasarkan laporan tim penyelamat, saat (malam) ini evakuasi penyelematan tidak dapat dilanjutkan karena cuaca dan sudah terlalu malam.

Tim selanjutnya bergerak menuju balai desa Sumber Wuluh dimana (sebagian) pengungsi ditampung. Bantuan yang diserahkan kepada posko setempat antara lain matras serta selimut.

Sembari para relawan menurunkan bantuan di posko pengungsi desa Sumber Wuluh, Kalaksa BPBD Kota Probolinggo beserta rombongan Bupati Lumajang, Kalaksa BPBD Jatim menuju ke kantor Kecamatan Candipuro guna melaksanakan Rapat Korrdinasi bersama Muspika Kabupaten Lumajang.

Dalam rapat Koordinasi yang dipimpin langsung oleh Bupati Lumajang, menghasilkan beberapa poin diantaranya :

 

  1. Untuk koordinator Kegiatan ditunjuk Dandim 0821 Lumajang dengan Kapolres Lumajang sebagai Wakil Koordinator.
  2. Masa Evakuasi (Pencarian Korban) ditetapkan 7 (tujuh) hari dengan koordinator Basarnas.
  3. Logistik serta bantuan kemanusian akan segera didistibusikan ke warga pengungsi.

 

Kalaksa BPBD Kota Probolinggo menyampaikan bahwa kedepan akan ditambah daya dukung serta bantuan setelah berkoordinasi dengan stake holder setempat. Salah satu rencananya adalah melibatkan PMI Kota Probolinggo untuk tambahan relawan dan bantuan logistik untuk korban/ pengungsi. (CNN)

 

BPBD Beri Edukasi tentang Keselamatan dan Keamanan di Destinasi Wisata

BPBD Beri Edukasi tentang Keselamatan dan Keamanan di Destinasi Wisata

 

Pelatihan Keamanan dan Keselamatan di Destinasi Pariwisata/ Daya tarik Wisata diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (DISPORA) Kota Probolinggo pada tanggal 24 – 25 Nopember 2021. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan kemampuan para pengelola destinasi/ daya tarik wisata dalam melaksanakan keamanan dan keselamatan di destinasi/ daya tarik wisata. Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo, S.STP,. MM. dalam kesempatan tersebut memberikan materi tentang Potensi Bencana diKota Probolinggo.

“..Setidaknya ada 5 (lima) Potensi Bencana yang akan dihadapi oleh Kota Probolinggo, inilah yang menurut kami (BPBD) rekan-rekan pegiat destinasi wisata perlu siap siaga terhadap berbagai hal kemungkinan yang ditimbulkan oleh salah satu potensi bencana, misalnya (bencana) banjir..” ungkap Sugito.

Kalaksa juga menyampaikan bahwasanya pada saat ini merupakan masa dimana Indonesia mengalami fenomena alam yang dikenal dengan “LA NINA”. Yaitu kondisi (fenomena) dimana curah hujan cukup tinggi dan menurut prediksi BMKG Puncak curah hujan tertinggi akan terjadi pada bulan Februari hingga Maret 2022. Oleh karena itu kita semua perlu segera menyiapkan diri guna mengurangi resiko saat terjadinya bencana. Termasuk dalam hal ini para pengelola destinasi wisata.

“.. Salah satu upaya mengenali dan mempersiapkan diri untuk menghadapi bilamana bencana sewaktu-waktu terjadi adalah dengan BERSAHABAT dengan BENCANA…” imbuh Kalaksa.

 

Kasi Destinasi Wisata DISPORA Kota Probolinggo Endang Novi Atitik, S,Sos., MM. mengungkapkan pelatihan yang diselenggarakan di Bale Hinggil ini melibatkan perwakilan pengelola tempat wisata dan kelompok sadar wisata (pokdarwis) yang ada di Kota Probolinggo. Novi menyebutkan, pelatihan ini diharap dapat meningkatkan skill pengelola wisata dan pokdarwis dalam menjaga kenyamanan dan keselamatan para wisatawan serta menciptakan iklim yang membuat wisatawan ingin kembali lagi berwisata di Kota Probolinggo.

“Kegiatan ini kami gelar hingga 2 (dua) hari ke depan. Harapannya adalah bagaimana pengelola pariwisata yang ada bisa memahami dalam memberikan pelayanan, keamanan, keselamatan yang maksimal kepada wisatawan. Kami berharap setelah pelatihan ini selesai, mereka sudah dapat menerapkan ilmu yang mereka dapatkan disini,” jelas Novi.

PRAKTISI “KESELAMATAN & KEBENCANAAN” BERI PENGUATAN MATERI TENTANG SOP

Sementara itu, DISPORA turut menghadirkan praktisi yang memiliki kompetensi tentang Rescue (penyelematan) dan pemerhati masalah Kebencanaan Mohammad Anshori. Trainer Level 4 BNSP ini memberikan materi tentang Standart Operational Procedure (SOP) untuk destinasi wisata. Bang Ori – sapaan akrabnya menjelaskan bahwa SOP untuk tempat wisata harus merujuk pada perundang-undangan yang berlaku. Sementara itu banyak lokasi atau destinasi wisata di Kota Probolinggo yang belum melengkapi administrasi tata kelola salah satunya adanya SOP. Sehingga jika suatu tempat wisata terjadi sebuah kejadian yang mengakibatkan pengunjung wisatanya terdampak akan membuat pengelola (tempat wisata) kesulitan mengaudit sistem pengelolaan.

Dalam pelatihan kali ini, Bang Ori menjelaskan perlunya disusun sebuah SOP pengelolaan destinasi wisata yang bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman pengunjung destinasi wisata.

Lebih lanjut Ori mengatakan, keamanan dan keselamatan menjadi hal yang penting, sebab dapat menarik daya tarik wisata. Jika wisatawan merasa aman selama di lokasi wisata, tidak akan menutup kemungkinan mereka akan datang kembali.

“Namun jika sebaliknya mereka tidak merasa aman maka mungkin mereka tidak akan datang kembali” katanya.

 

KUNJUNGAN LAPANGAN KE SUMBER SENTONG

Pada keesokan harinya, kegiatan dilanjutkan dengan praktek dan diskusi terkait materi yang disampaikan oleh BPBD dan narasumber lainnya. BPBD menerjunkan tim TRC dan relawan memberikan praktek penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Masing-masing peserta diberikan kesempatan untuk mencoba memadamkan api dengan menggunakan APAR didampingi oleh instruktur dari BPBD.

Sementara itu Mohammad Anshori yang juga Relawan dari Probolinggo Response Rescue (PRR) memberikan materi praktek “Penyelamatan di Air” atau lebih dikenal dengan Water Rescue. Peserta diberikan penjelasan bagaimana cara menyelamatkan korban di air dengan mengunakan alat bantu penyelamatan. Diakhir sesi kegiatan, dilakukan sharing session terkait materi Keselamatan dan Keamanan Di Destinasi Pariwisata. (CNN)

Quick Respon Walikota, Salurkan Bantuan Untuk Korban Kebakaran

Quick Respon Walikota, Salurkan Bantuan Untuk Korban Kebakaran

 

Tak perlu menunggu lama Walikota Probolinggo Habib Hadi Zaenal Abidin langsung memberikan bantuan kepada masyarakat korban kebakaran di Kelurahan Sumbertaman pada hari Sabtu (27/11/2021). Habib Hadi sebagaimana dilansir dari laman resmi Pemerintah Kota Probolinggo akan berupaya membantu pengurusan dokumen kependudukan KTP, KK dan lain-lain yang juga turut terbakar selain bangunan rumahnya. “Kami akan bantu bagaimana caranya surat-surat keterangan KTP, KK ini bisa kita keluarkan lagi terus kita bantu proses surat surat berharga lainnya,” kata Habib Hadi.

Selain itu untuk perbaikan rumah, Walikota akan mengupayakan bantuan dari BTT (Bantuan Tidak Terduga) BPBD. “Kami alokasikan anggaran dari BTT, tentunya prosedur dan alur harus diikuti,” imbuh WaliKota.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Pusdalops BPBD Kota Probolinggo, musibah Kebakaran ini mengakibatkan 4 (empat) rumah menjadi sasaran si jago merah. Para korban antara lain Sunam (75), Budiyono (40), Sudi (35) dan Misno (60) merupakan warga RT.01 RW.06 Blok Mantong Kelurahan Sumbertaman Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo.

Saat meninjau lokasi, Walikota Probolinggo didampingi oleh Kasi. K/L Yudha Arisandhy serta Kasi. R/R BPBD Kota Probolinggo Sholehuddin Ayyub bersama beberapa relawan PB (Penanggulangan Bencana) Camat Wonoasih, Lurah Sumbertaman dan anggota dari unsur 3 pilar. Sampai dengan berita ini disusun, tim BPBD masih melakukan assesment terkait JITUPASNA (Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana).

Sementara itu pada kegiatan kunjungan Walikota ini, BPBD telah menyalurkan bantuan berupa Tenda, Tikar, Selimut, Paket Makanan Siap saji beserta Perlengkapan Makan untuk para korban terdampak.

Selain BPBD, beberapa tim dari Kementerian Sosial dan PMI juga turut memberikan bantuan kepada para korban terdampak.

Para korban untuk sementara ini mengungsi ke beberapa rumah kerabat dan warga sekitar sudah mulai bergotong royong membersihkan puing-puing sisa kebakaran.

DISTRIBUSI BANTUAN UNTUK KORBAN KEBAKARAN KEDUNGGALENG

Masih di hari yang sama, BPBD bersama relawan juga telah mendistribusikan bantuan untuk korban kebakaran di Jl Manggis RT 3 RW 2 Kedunggaleng Kec. Wonoasih Kota Probolinggo. Kebakaran yang menimpa rumah warga ini mengakibatkan 1 (satu) keluarga terdampak.

Dalam penyaluran bantuan, tim didampingi langsung oleh Camat Wonoasih serta Seklur Kedunggaleng. Bantuan yang diberikan dalam bentuk terpal, tikar, selimut hingga makanan siap saji. Tim juga akan melaksanakan JITUPASNA untuk membantu korban memperbaiki rumahnya yang rusak karena terbakar.

BPBD Kota Probolinggo terus menerus memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait bagaimana mencegah bahaya kebakaran dan juga bagaimana menghadapi fenomena iklim “LA NINA” agar dapat meminimalkan jumlah korban terdampak. (CNN)