Debit Aliran Sungai Legundi Naik Rendam 3 Kelurahan

Debit Aliran Sungai Legundi Naik Rendam 3 Kelurahan

Kademangan – Hujan yang mengguyur Kota Probolinggo pada petang hari berdampak pada meningkatnya debit aliran sungai Legundi, minggu (20/11). Kurang lebih pukul 18.13 WIB aliran sungai mulai meluap hingga menggenangi setidaknya 3 (tiga) kelurahan masing-masing Kelurahan Sumberwetan Kecamatan Kedopok, Kelurahan Pohsangit Kidul serta Kelurahan Kademangan Kecamatan Kademangan. Hal ini menyebabkan jalur lalu lintas Jalan Prof. Hamka yang merupakan (akses) jalan jalur Selatan Kota Probolinggo menjadi terhambat.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Pusdalops PB, meningkatnya debit aliran sungai Legundi seiring dengan curah hujan yang terpantau diselatan Kota Probolinggo cukup tinggi. Aliran sungai Legundi yang melewati DAM Kelep tertahan sedemikian lamanya karena banyaknya tumpukan sampah yang menyebabkan pintu air DAM Kelep tidak dapat menampung air. Akibatnya air meluap hingga menggenangi Jalan dan beberapa rumah warga disekitar bantaran sungai.

Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo menyampaikan bahwa dirinya telah memerintahkan tim Kaji Cepat, TRC hingga relawan PB untuk segera mempersiapkan Tanggap Darurat. Upaya ini dilakukan untuk meminimalkan korban jiwa dan material serta sebagai bahan/ dasar pengambilan keputusan.
“.. Begitu kami (BPBD) mendapatkan laporan melalui Call Center 112 bahwasanya ada kawasan diwilayah Kademangan ini yang tergenang banjir, saya perintahkan Tim Kaji Cepat dibantu TRC dan Relawan PB untuk segera turun ke lokasi..” ujar Sugito. Berdasarkan laporan Tim Kaji Cepat berikut ini kawasan dan jumlah Kepala Keluarga (KK) terdampak antara lain
1. RT 01 RW 02 Kelurahan Sumber wetan Kec Kedopok sebanyak 95 KK

2. RT 01 RW 03 Dusun Krajan Kelurahan Pohsangit Kidul Kec Kademangan sebanyak 5 KK

3. RT 02 RW 03 Dusun Krajan Kelurahan Pohsangit Kidul Kec Kademangan sebanyak 13 KK

4. RT 03 RW 04 Kelurahan Kademangan Kec Kademangan sebanyak 6 KK

Tim Gabungan Penanggulangan Bencana (PB) yang terdiri dari BPBD, Polres Probolinggo Kota, Kodim 0820, PUPR, Dishub, Dinsos, SatpolPP, DLH, serta berbagai unsur forkompim Kelurahan dan Kecamatan turun langsung ke lokasi terdampak. Tim Gabungan menurunkan ekskavator untuk membantu mengangkut sampah yang menyumbat dam, sampah-sampah tersebut kemudian diangkut menggunakan truk sampah DLH ke TPA. Secara keseluruhan, proses evakuasi dan normalisasi aliran sungai legundi diakhiri dengan pembersihan sisa sampah dengan dilakukan penyemprotan oleh petugas DAMKAR.

Pusdalops PB masih senantiasa memantau kondisi Geo-Hidrometeorologi diwilayah Kota Probolinggo dan sekitarnya. Melansir dari Peringatan Dini BMKG, hingga 3 (tiga) hari kedepan wilayah Probolinggo dan sekitarnya masih berpotensi turun hujan diserta angin dan petir. Untuk itu Pemerintah melalui BPBD Kota Probolinggo menghimbau kepada masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan akan adanya perubahan cuaca yang mendadak hingga ekstrem. (CNN)

Ikuti terus perkembangan informasi melalui tautan ringkas akun media sosial BPBD Kota Probolinggo sbb : (klik tautan warna biru)
1. Tautan Microsite (Laman ringkas)
https://s.id/BPBDkotaprobolinggo
2. Tautan Laman SiAB Mas Pro – FEWS
https://s.id/siabmaspro
3. Tautan Laman resmi BPBD Kota Probolinggo
https://s.id/siaga247
4. Tautan Fanpage Facebook BPBD Kota Probolinggo
https://s.id/fpmenyala247
5. Tautan Linimasa Instagram BPBD Kota Probolinggo
https://s.id/igmenyala247
6. Tautan WA Bantuan Langsung ke nomor Pusdalops PB
https://s.id/cc117pb

#handaledukasi
#probolinggoimpressive
Badan Nasional Penanggulangan Bencana
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Timur
Pemerintah Kota Probolinggo
Handaledukasi

Tim Ahli UB beri pendampingan UMKM dan Keltana Kota Probolinggo

Tim Ahli UB beri pendampingan UMKM dan Keltana Kota Probolinggo

Pada Rabu, 9 November 2022, beberapa ahli dari Sekolah Pascasarjana melanjutkan materi yang lebih difokuskan pada pemberian pelatihan dengan tema umum “Pelatihan Penguatan Kapasitas Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) untuk Peningkatan Ketahanan Lingkungan, ekonomi dan Sosial Masyarakat terhadap Bencana di Kota Probolinggo”. Tiga pelatihan ini diampu oleh akademisi berkompeten diantaranya Prof. Amin Setyo Leksono, Ph.D, Prof. Dr. Ir. Harsuko Riniwati, MS, dan Fitri Candra Wardana, SE., M.Acc.,Ph.D.


Kegiatan yang menyasar pada pelaku usaha (UMKM) serta anggota FPRB ditingkat kelurahan dilaksanakan di kantor BPBD Kota Probolinggo diharapkan dapat menjadi sarana pertukaran pengetahuan dan penjalin kerjasama yang lebih baik antara Kota Probolinggo dengan Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya dalam menyongsong era pasca-pandemi Covid 19.
Asisten Pemerintahan Pemkot Probolinggo Ir. Gogol Sudjarwo, M.Si. dalam sambutannya menyampaikan harapan Pemerintah Kota Probolinggo agar kegiatan (Diklat & Pendampingan) seperti ini tidak cukup berhenti disini namun juga berharap kedepan BPBD maupun kalangan akademisi dapat senantiasa menyusun program lanjutan secara berkesinambungan.


Senada, Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo menyampaikan bahwa Tim DOKAR Sekolah Pascasarjana UB ini terdiri dari para Profesor dan Dosen yang berkompeten di bidang Ekonomi, UMKM, penanggulangan bencana, termasuk di antaranya penanganan pasca-pandemi COVID-19. Dalam era Industri 4.0, dosen bukan hanya dituntut ahli dalam mengajarkan, meneliti, dan mengabdi kepada masyarakat tetapi juga dituntut untuk mampu memiliki networking yang luas dan pengalaman kerja di luar kampus. (CNN)

Jalin Kerjasama, tim DOKAR Univ. Brawijaya kunjungi Pusdalops PB BPBD Kota Probolinggo

Jalin Kerjasama, tim DOKAR Univ. Brawijaya kunjungi Pusdalops PB BPBD Kota Probolinggo

Sekolah PascaSarjana Universitas Brawijaya (UB) dan BPBD Kota Probolinggo sepakat bekerjasama meningkatkan Ketahanan Lingkungan, Ekonomi Dan Sosial Masyarakat Terhadap Bencana Di Kota Probolinggo. Kerjasama ini ditandai dengan penandatangan Memorandum of Understanding (MOU) antara kedua belah pihak, di Kota Probolinggo, Selasa (8/11/22). Melalui kerjasama ini, diharapkan Program DOKAR yakni Dosen Berkarya yang merupakan program dari Sekolah PascaSarjana UB dapat memberikan sumbangsih baik berupa pendampingan maupun pelatihan yang diperuntukkan bagi masyarakat Kota Probolinggo.


Dalam kesempatan yang sama, Direktur beserta Ketua BPPM Sekolah Pascasarjana UB, yaitu Prof. Dr. Muh. Khusaini, SE., ME, dan Dr. Ir. Bambang Semedi memberikan materi dalam SEMINAR yang membahas dan mengkaji mengenai penguatan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat yang diharapkan bermanfaat untuk masyarakat Probolinggo pasca pandemi Covid-19.
Turut hadir sebagai peserta, Kepala OPD dilingkungan Pemkot Probolinggo, Kelompok Masyarakat (Pokmas), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan, perwakilan TP PKK dan anggota Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Probolinggo.


Disela kegiatan, tim Dosen Berkarya berkesempatan mengunjungi ruang PUSDALOPS PB BPBD Kota Probolinggo didampingi oleh Asisten Pemerintahan Pemkot Probolinggo Ir. Gogol Sudjarwo, M.Si. Didalam ruang Pusdalops, Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo menjelaskan secara umum fasilitas maupun daya dukung layanan Kebencanaan termasuk diantarannya EWS (Early Warning System) yang tengah dibangun oleh Pemerintah Kota Probolinggo. (CNN)

Tingkatkan Kapasitas diri, Walikota ikut Pelatihan Penanggulangan Bencana

Tingkatkan Kapasitas diri, Walikota ikut Pelatihan Penanggulangan Bencana

Surabaya – Walikota Probolinggo Habib Hadi Zaenal Abidin mengikuti Pelatihan Kepemimpinan dalam Penanggulangan Bencana yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Penanggulangan Bencana (PB) di Kantor BPSDM Jawa Timur pada hari Selasa (2/11). Pelatihan yang diperuntukkan bagi seluruh Kepala Daerah dan Ketua DPRD Kabupaten/ Kota se-Jawa Timur ini dibuka secara resmi oleh Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.

.

Diklat Kepemimpinan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana khususnya dalam situasi darurat dengan baik, sigap cepat dan tepat. Pemerintah daerah diharapkan komitmennya untuk menyiapkan langkah-langkah peningkatan kapasitas, kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana.

.

Dalam sambutannya, Kepala BNPB mengatakan bahwa Indonesia menjadi salah satu dari 35 negara di dunia yang memiliki tingkat risiko bencana tertinggi di dunia, sebagaimana menurut _World Bank_. Data BNPB per 1 Januari 2022 hingga 1 November 2022 tercatat ada 3.045 kejadian bencana yang didominasi oleh hidrometeorologi basah seperti banjir, cuaca ektrem dan tanah longsor.

.

Menurut data BNPB, Provinsi Jawa Timur memiliki 38 kabupaten/kota dengan tingkat risiko bencana tinggi dan tiga tahun terakhir bencana yang mendominasi di wilayah jawa timur adalah bencana banjir.

.

Kepala BNPB kembali mengingatkan apa yang menjadi arahan Presiden tentang peran penting pemerintah daerah seperti tanggung jawab mutlak sebagai komandan satgas darurat saat terjadi bencana, menyusun rencana kontijensi, meningkatkan kepemimpinan dan penyusunan program yang berorientasi pada ketangguhan terhadap bencana.

.

“Saat terjadi darurat bencana, para Bupati dan Walikota secara otomatis menjadi garda terdepan dan komandan dalam penanganan darurat bencana, jangan gengsi!, ” tutur Suharyanto.

.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BNPB juga menjelaskan bahwa selain Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007, tanggung jawab dan kewenangan pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana telah dijelaskan secara terperinci dalam UU 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah dan implementasinya dijelaskan dalam Permendagri No 101 tahun 2018 tentang standar pelayanan minimal.

.

Selain itu, Kepala BNPB yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas PMK memberikan arahan untuk meningkatkan pelaksanaan strategi penanganan PMK diantaranya Biosecurity, pengobatan, vaksinasi dan potong bersyarat, mengingat Jawa Timur saat ini termasuk daerah yang tingkat kesembuhannya rendah.

.

Menutup sambutannya, Kepala BNPB berharap, dengan terselenggaranya kegiatan diklat kepemimpinan ini, maka seluruh pemimpin penanggulangan bencana daerah dapat saling berbagi pengalaman yang mengarah kepada peningkatan kapasitas dan kualitas kinerja bersama dalam menciptakan rasa aman dari potensi bencana.

 

“Penanganan bencana di tiap-tiap daerah selalu memiliki dinamika berbeda. Ada daerah yang sudah baik dan cepat dalam penanggulangan bencana, ada daerah yang biasa-biasa saja dan ada pula wilayah yang masih lambat serta kurang maksimal. Kita tidak perlu menghakimi. Akan tetapi, pengalaman baik di setiap daerah hendaknya dijadikan sebagai mementum untuk pembelajaran dan perbaikan di masa depan,” kata Suharyanto.

.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, pejabat eselon 1,2 dan staf BNPB dan seluruh pimpinan Kabupaten/Kota se-Jawa Timur itu, turut mendampingi Sekda Kota Probolinggo Ninik Ira Wibawati dan Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo. (CNN)

 

#BNPBIndonesia
#BudayaSadarBencana
#SiapUntukSelamat
#KitaJagaAlamJagaKita
#BudayaSadarBencana
#BersatuLawanCOVID19
#AyoPakaiMasker
#AyoSegeraBooster
#Pulihbersamapulihlebihkuat
#DariIndonesiaduniapulihbersama

7 Peran Strategis Relawan

7 Peran Strategis Relawan

Relawan/sukarelawan (volunteer) bukanlah profesi, melainkan sebuah perilaku yang berdasar pada panggilan jiwa.

Ia bukanlah predikat keprofesian yang untuk mendapatkan predikatnya harus dengan pendidikan khusus seperti dokter atau militer misalnya. Seseorang cukup dinilai sebagai relawan jika dia memiliki jiwa kerelawanan, senang menolong dan melayani orang lain.

Sebuah keterpanggilan yang bisa melekat pada profesi apapun. Guru yang relawan, dokter yang relawan, polisi yang relawan, perawat yang relawan, amatir radio yang relawan, akuntan yang juga memiliki jiwa relawan, dan segala profesi lainnya, jiwa relawan bisa ada pada siapapun.

Meski bukan sebuah profesi, seorang relawan tetap wajib menjalankan perannya dengan baik dan sungguh-sungguh. Karena itulah seorang relawan dituntut untuk selalu belajar dan berlatih untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya. Sebab para relawan memiliki peran yang cukup strategis bagi masyarakat.

Sedikitnya ada tujuh peran strategis relawan yang harus dipahami dan dijalankan dengan baik.

1. Inspirasi
Kerelawanan adalah perilaku kebaikan yang kerap menginspirasi orang lain untuk melakukan kebaikan serupa. Satu aksi baik selalu lebih mengagumkan daripada seribu narasi.

2. Edukasi
Ada dua peran edukasi yang dijalankan seorang relawan. Edukasi kepada masyarakat terkait segala hal, misalnya kasus Covid-19, relawan mengedukasi tentang bahayanya, meluruskan hoax dan lain sebagainya.
Relawan juga melatih masyarakat tentang kesiapsiagaan bencana dan masih banyak lagi.

Edukasi kedua kepada sesama relawan itu sendiri, saling belajar dan berlatih meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya.

3. Kontribusi/Aksi
Tentu saja bukan relawan jika tidak ada kontribusi nyata bagi masyarakat di sekitarnya. Aksi nyata adalah wujud aktualisasi diri seorang relawan. Bukan soal kecil besarnya kontribusi tetapi kontinyuitas dengan impact yang terukur.

4. Inisiasi
Salah satu peran penting relawan adalah menginisiasi lahirnya program atau gerakan kebaikan. Kemampuan relawan melihat masalah lalu menghadirkan program sebagai solusinya. Relawan itu trendsetter kebaikan.

5. Advokasi
Relawan harus mampu memberikan advokasi di tengah masyarakat maupun menjadi mitra strategis pemerintah. Banyak masyarakat dibawah yang perlu didampingi terkait hak-hak mereka, misal terkait kesehatan atau pendidikan. Relawan juga bisa menjadi mitra pemerintah dalam pencapaian tujuan pembangunan.

6. (Membangun) Sinergi dan Kolaborasi
Jangan kerja sendiri, jangan eksklusif, jangan tinggikan ego kelembagaan, utamakan sinergi dan Kolaborasi sesama lembaga kemanusiaan, juga kepada pemerintah dan sektor bisnis.

7. Regenerasi
Karena kebaikan harus terus diwariskan. Karena setiap masa ada pahlawannya, bangsa ini perlu lebih banyak orang dengan aksi baik. Siapkan generasi muda yang juga siap mengikuti jejak baik Anda sebagai relawan. Didik mereka, beri pelatihan agar terlahir relawan muda yang lebih baik, yang siap mengambil peran untuk negeri.

Jangan pernah berhenti melakukan aksi baik. Satu aksi lebih baik dari seribu narasi.

#salamtangguh
#salamkemanusian

Jangan lupa #tetapsemangat 🙏💪💪💪

Badan Nasional Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Timur
Handaledukasi Pemerintah Kota Probolinggo

Gandeng TNI dan Polri, Pemerintah Kota Probolinggo Himbau Waspada Bencana Hidrometeorologi

Gandeng TNI dan Polri, Pemerintah Kota Probolinggo Himbau Waspada Bencana Hidrometeorologi

 

Kedopok – Puluhan personil TNI dan Polri bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) PB BPBD Kota Probolinggo menggelar Operasi Gabungan dalam rangka memberikan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat tentang Bencana Hidrometeorologi pada hari Rabu (26/10/2022). Operasi ini digelar sejalan dengan hasil Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi tahun 2022 serta Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Bencana yang telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu.

Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo dalam arahannya menyampaikan bahwa Operasi kali ini tim gabungan menitikberatkan pada lokasi yang terdapat pohon besar peneduh serta beberapa Ruang Terbukan Hijau (RTH) yang menjadi titik kumpul masyarakat. Pada lokasi tersebut beberapa pohon akan ditempel Stiker Himbauan “Awas Pohon Tumbang” serta spanduk himbauan “Waspadai Bencana Hidrometeorologi” dan telah tersebar dibeberapa titik se-Kota Probolinggo.
“.. Upaya ini merupakan ikhtiar kita sebagai pemangku amanah diKebencanaan, semoga masyarakat dapat terus meningkatkan kewaspadaan akan bencana Hidrometeorologi terutamanya dampak Pohon tumbang…” ujar Kalaksa.

Berdasarkan data di Pusdalops PB BPBD Kota Probolinggo curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta pantauan kecepatan angin yang melintasi Kota Probolinggo hingga 27 KM/ jam masih akan terjadi hingga memasuki bulan Nopember 2022 mendatang. Pemerintah melalui BPBD Kota Probolinggo senantiasa menghimbau agar masyarakat mempersiapkan diri guna menghadapi masuknya musim penghujan yang diprediksi puncak musim hujan pada bulan Desember hingga Januari 2023. (CNN)

 

 

 

Bersiap Hadapi Cuaca Ekstrim, Walikota Gelar Apel Pasukan dalam rangka Kesiapsiagaan Bencana di Kota Probolinggo

Bersiap Hadapi Cuaca Ekstrim, Walikota Gelar Apel Pasukan dalam rangka Kesiapsiagaan Bencana di Kota Probolinggo

Probolinggo – Beberapa daerah di Jawa Timur telah menghadapi situasi sulit yang diakibatkan cuaca ekstrim. Guna menghadapi cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, Walikota Probolinggo bersama jajaran Forkopimda menggelar Apel Gelar Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Alam di depan Kantor Walikota Probolinggo, Jumat (21/10/2022).

Apel yang dipimpin langsung oleh Walikota Probolinggo Habib Hadi Zaenal Abidin ini didampingi oleh Dandim 0820 serta Kapolres Probolinggo Kota diikuti berbagai instansi mulai dari Kodim 0820, Yon Zipur, Polres Probolinggo Kota, KSOP Probolinggo hingga OPD di lingkungan Pemkot Probolinggo seperti BPBD, Dinsos, Satpol PP, Dishub, PU-PR dan DLH.

Hadir pula mendampingi Walikota, Sekda Kota Probolinggo, Asisten Bidang Pemerintahan Kota Probolinggo, Kajari Kota Probolinggo, serta Ketua Pengadilan Negeri Kota Probolinggo. Demikian juga para Kepala OPD terkait seperti Kepala Dishub, Ketua PMI, KasatPol PP serta Kadiskominfo turut hadir dalam kegiatan ini.

Dalam arahannya, Walikota berharap hendaknya melakukan kegiatan mitigasi dan kesiapsiagaan, meningkatkan koordinasi dengan bmkg terkait peringatan dini bencana, menyusun rencana kontijensi dan mendirikan posko terpadu penanggulangan bencana dengan melibatkan tni, polri dan instansi terkait. Selain itu Walikota berharap setelah dilaksanakan apel gelar pasukan hari ini sumber daya yang ada baik itu personil, peralatan dan mobilisasi kendaraan bisa siap, cepat, tanggap dalam merespon potensi dan ancaman bencana di kota probolinggo dan mengetahui peran masing-masing dilapangan sesuai dengan tugasnya.

Kegiatan apel gelar pasukan ini merupakan salah satu tindak lanjut dari informasi dari bmkg juanda perihal prakiraan awal musim hujan 2022/2023 dan rakor antisipasi bencana hidrometeorologi tanggal 20 oktober 2022 sebagai upaya untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dengan sumber daya yang ada dari kesiapan personil, peralatan dan mobilisasi kendaraan dalam mengantisipasi bencana hidrometeorologi diwilayah Kota probolinggo.

Hal tersebut senada dengan arahan Gubernur Jawa Timur dalam APEL GELAR PASUKAN PENANGGULANGAN BENCANA ALAM DI WILAYAH JAWA TIMUR.

Gubernur menyampaikan 5 pesan dalam menghadapi cuaca ekstrem saat ini.

1. Masing-masing Kepala daerah hendaknya membuat rencana kontingensi sesuai dengan potensi peta bencana yang akan terus di-update oleh BMKG. Sehingga kemungkinan kerugian akibat bencana alam bisa diminimalisir.

2. Kepala daerah dan unsur Forkopimda di Jatim hendaknya mengecek persiapan personel dan peralatan penanggulangan bencana alam di masing-masing daerah

3. Melaksanakan simulasi, gladi dan latihan-latihan secara terpadu, sehingga masing-masing sektor mengerti apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana

4. Memperkuat koordinasi dlm satu kluster penanganan darurat untuk penanganan bencana yg lebih profesional.

5. Melakukan monitoring dan pemantauan cuaca di wilayah masing-masing secara terus menerus.

Sementara itu, Pada tanggal 17 Oktober 2022 BMKG telah menyampaikan release tentang potensi cuaca ekstrim di wilayah Provinsi Jawa Timur, dimana hasil analisis dinamika atmosfir di wilayah Provinsi Jawa Timur terkini menunjukkan adanya pola konvergensi serta perlambatan kecepatan angin yang dapat meningkatkan aktivitas konvektif dan pertumbuhan awan hujan. Aktifnya fenomena gelombang atmosfer equatorial rossby serta suhu muka laut diperairan jawa timur masih hangat dengan anomali antara +0.5 s/d +2.5 oc mengakibatkan suplay uap air akan semakin banyak di atmosfer. Kondisi tersebut mempengaruhi pembentukan awan-awan cumulonimbus yang semakin intens dan dapat menyebabkan cuaca ekstrim seperti hujan lebat, angin kencang, angin putting beliung dan hujan es(CNN) (dari berbagai sumber)

@handaledukasi
@probolinggoimpressive
@bpbd_jatim
@bnpb_indonesia
#SalamTangguh
#SalamKemanusiaan
#Welovecities
#Weloveprobolinggo
WALIKOTA : DASAR YAKIN ITU MENJADIKAN SUATU KEPUTUSAN YANG TERBAIK

WALIKOTA : DASAR YAKIN ITU MENJADIKAN SUATU KEPUTUSAN YANG TERBAIK

MAYANGAN – Bencana itu terjadi sewaktu-waktu, tidak terencana tidak terdeteksi – sewaktu-waktu kita menghadapi bencana kita sudah punya kesiapan. Oleh karenanya Bekal pengalaman dan pendidikan (tentang kebencanaan) ini menjadi sesuatu yang bermanfaat kedepannya. Hal ini disampaikan langsung oleh Walikota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin dihadapan peserta Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMP Negeri 2 Kota Probolinggo pada hari Senin (29/08/2022). Turut hadir Ketua DPRD Kota Probolinggo Abdul Mujib, Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo, Plt. KadisDikbud Wawan Soegyantono, serta Kepala SMPN2 Kota Probolinggo Sandi Purwanto.

Walikota berharap kegiatan semacam ini dapat diselenggarakan di semua lembaga pendidikan di Kota Probolinggo. “.. hal (kegiatan) ini sangat penting, terlebih Kota Probolinggo hingga tahun ini meraih penghargaan sebagai Kota Layak Anak tingkat UTAMA tahun 2022. …Kalau sudah namanya Kota Layak Anak berarti anak-anaknya harus HEBAT dan HANDAL..” imbuh Habib disambut aplause meriah dari peserta yang hadir.
Sementara itu Kalaksa BPBD Kota Probolinggo mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan sosialisasi dan edukasi dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi bencana. Kalaksa juga melaporkan bahwa ditahun ini pembinaan dan kegiatan edukasi untuk para pelajar yang notabene merupakan entitas (anak-anak) yang paling rawan dalam menghadapi bencana telah dilakukan dibeberapa sekolah ataupun lembaga pendidikan seperti MI Muhammadiyah dan MA Riyadlus Sholihin Kota Probolinggo. Kalaksa berharap para peserta yang mengikuti kegiatan ini dapat memetik pelajaran akan pentingnya kesiapsiagaan bencana.
Kegiatan ini menghadirkan fasilitator dari FPRB Kota Probolinggo dengan materi Kesiapsiagaan dan praktek lapangan. Ibu Dini selaku fasilitator kegiatan menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan SPAB ini berlangsung hari ini hingga esok hari. (CNN)

Salam Tangguh 💪
Salam Kemanusiaan 🙏

@handaledukasi
@probolinggoimpressive
@bnpb_indonesia
@pusdalops_bnpb
@bpbd_jatim
#PemerintahKotaProbolinggo
#WalikotaProbolinggo
#HabibHadiOfficial
#Handaledukasi
#Habibhadizainalabidin
#iloveProbcity❤

PERINGATI HUT KEMERDEKAAN BPBD GELAR LOMBA OLAH KREASI MAKANAN SIAP SAJI DARURAT

PERINGATI HUT KEMERDEKAAN BPBD GELAR LOMBA OLAH KREASI MAKANAN SIAP SAJI DARURAT


Kedopok – Siapa sangka makanan siap saji yang biasa dikonsumsi saat kondisi penanganan darurat bencana diolah dan disajikan layaknya hidangan jamuan dihotel berbintang oleh para Ibu-ibu yang tergabung dalam Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPBD Kota Probolinggo. Kegiatan yang berlangsung pada hari Jumat (19/08/2022) ini melibatkan seluruh istri staff BPBD Kota Probolinggo. Ketua DWP BPBD Kota Probolinggo Fivin Desianti menyampaikan bahwa kegiatan ini terselenggara dalam rangka ikut memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-77. “.. kita ikut mengadakan lomba ini untuk memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-77, walau sederhana namun bermakna agar supaya para ibu-ibu masih tetap terjalin silahturahmi satu sama lain..” terang Fivin.
Lomba Olah Kreasi Makanan ini memadukan Makanan Siap Saji Darurat yang biasa diberikan kepada korban bencana dengan menu lain seperti buah-buahan serta sayuran, para peserta dituntut agar hidangan yang akan dinilai oleh juri nantinya selain menarik pun rasa tentunya tak akan mengecewakan.
Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo menyambut baik kegiatan ini. “… Harapan saya kegiatan ini bukan hanya berhenti disi saja, kegiatan DWP bisa diisi atau dikembangkan menjadi kegiatan yang lebih bermanfaat kedepannya..” pesan Sugito. “…Ternyata kita semua disini baru tahu ya bahwa makanan (siap saji) darurat ini selain rasanya enak, bisa diolah dan disajikan tak kalah dengan menu sajian diluar sana. Saya apresiasi kegiatan ibu-ibu …” puji Sugito. (CNN)

IMBAS GEMPA KUAT MELANDA 2 SISWA DIEVAKUASI TIM RESCUE

IMBAS GEMPA KUAT MELANDA 2 SISWA DIEVAKUASI TIM RESCUE

Mayangan – Pada hari Sabtu (13/08/2022) gempa kuat yang melanda pantai selatan menyebabkan guncangan dirasakan cukup kuat hingga Kota Probolinggo. Hal ini mengakibatkan ratusan siswa MI Muhammadiyah Kota Probolinggo panik dan khawatir namun cukup terkendali. Terlebih setelah para guru memeriksa para siswanya dititik kumpul (aman) ternyata pihak sekolah mendapati ada 2 (dua) siswa masih terjebak diruang kelas yang berada dilantai 2. Dalam kondisi darurat, pihak sekolah menghubungi Call Center 112 untuk meminta bantuan evakuasi siswa yang terjebak dilantai 2 sekolah tersebut. Tak lama berselang, tim Rescue BPBD bersama tim Medis PMI Kota Probolinggo tiba dilokasi dan segera menyusun kaji cepat untuk mempersiapkan Recana Operasi Pertolongan Korban. Akhirnya dengan SOP yang ketat serta didukung peralatan yang memadai, korban berhasil dievakuasi dengan selamat.
Situasi diatas merupakan skenario yang dilakukan oleh BPBD Kota Probolinggo dalam kegiatan SIMULASI Penanggulangan Bencana (Gempa) di MI Muhammadiyah Kota Probolinggo. Tidak kurang dari ratusan siswa bersama para Ustadz dan Ustadzah MI Muhammadiyah mendapatkan materi dari para Staff dan Relawan BPBD Kota Probolinggo terkait Penanggulangan Bencana.
Kepala MI Muhammadiyah Hanafi, S.Pd.,M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Simulasi ini merupakan bagian dari rangkaian Kegiatan “Outing Class Programme” yang bertemakan Kebencanaan.
“.. kegiatan simulasi ini sejatinya merupakan kegiatan outing class, biasanya para siswa didampingi guru mengunjungi tempat pembelajaran, saat ini (malahan) bapak/ ibu dari kantor BPBD yang mengunjungi sekolah dan melaksanakan kegiatan Kegiatan Pembelajaran di MI Muhammadiyah. Alhamdulillah.. Terima Kasih kami sampaikan..” Ujar Hanafi.
Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo menyampaikan bahwa Kegiatan Simulasi Gempa ini merupakan salah satu kegiatan edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat guna mengurangi resiko jatuhnya korban (lebih banyak) dalam sebuah kejadian bencana seperti gempa. Oleh karena itu kegiatan ini perlu terus didorong utamanya untuk adik-adik siswa yang sekolahnya memiliki kerentanan bahaya seperti di MI Muhammadiyah ini.
Menurut Kasi. Kedaruratan & Logistik (K/L) BPBD Kota Probolinggo Yudha Arisandy, kegiatan ini terdiri dari beberapa bagian kegiatan edukasi dan simulasi kebencanaan. Untuk para siswa Kelas 1 & 2 kegiatan edukasinya berupa Nonton Bareng Film Edukasi Bencana. Sedangkan untuk siswa kelas lain kegiatan yang dilaksanakan adalah Simulasi Evakuasi Mandiri saat Terjadi Gempa dan Demonstrasi Pertolongan Korban dari Ketinggian (Vertikal Rescue).

Antusias para siswa ini mengikuti rangkaian kegiatan Simula

si bencana tampak dari gemuruh serta peran aktif selama kegiatan berlangsung. Bah

kan salah satu siswa yang turut dalam Demonstrasi Evakuasi menyatakan berani dan siap untuk turun dari lokasi tinggi bersama petugas dari tim Rescue.

“.. Dalam kegiatan ini kami melibatkan setidaknya Staff, TRC, Relawan Rescue, Relawan PB BPBD Kota Probolinggo serta dibantu oleh PMI Kota Probolinggo..” Jelas Yudha. (CNN)