Cegah penyebaran wabah, Pemkot siapkan 700 dosis vaksin PMK

Cegah penyebaran wabah, Pemkot siapkan 700 dosis vaksin PMK

Mayangan – Upaya untuk menekan serta mencegah penyebaran wabah PMK (Penyakit Mulut & Kuku) masih terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Probolinggo. Salah satunya hari ini Senin (27/06/2022) melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) melakukan vaksinasi PMK diKelompok Tani Mayang Jaya Kelurahan Mayangan Kota Probolinggo. Kelompok ini merupakan wadah bagi para petani/ peternak Sapi Perah yang susu (hasil produksi)nya dikonsumsi oleh sebagian besar warga Kota Probolinggo. Setidaknya terdapat 100 ekor sapi yang telah siap divaksinasi oleh petugas.

Dalam kesempatan ini, Walikota Habib Hadi Zaenal Abidin beserta forkopimda diantaranya Kapolres Probolinggo Kota  AKBP Wadi Sa’bani meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi perdana didampingi oleh KaDPKPP Aries Santoso, Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo, dan Plt Camat Mayangan M. Abbas.

“Vaksin ini diprioritaskan untuk sapi perah dulu, kemudian pada jenis sapi lainnya. Semua pemilik ternak sapi harus diberi tahu dan harus ada persetujuan supaya semuanya bisa mendapatkan vaksin. Komitmen dari pemilik sapi benar-benar dibutuhkan, karena akan ada vaksin kedua dan ketiga demi kebaikan bersama,” Ujar Habib sembari menanggapi para awak media.

Walikota menyampaikan bahwa vaksinasi PMK tahap pertama pada hewan ternak (sapi) ini ditargetkan selesai pada tanggal 7 Juli 2022 mendatang. “Kota Probolinggo mendapatkan jatah 700 dosis vaksin dan harus cepat diberikan untuk mencegah penyebaran virus PMK. Hari ini di lokasi ini ada 100 sapi yang divaksin, berikutnya akan ada tahapan lagi. Yang terpenting hingga tanggal 7 Juli 2022 harus sudah selesai vaksinasi ini,” imbuh Habib.

Kepala DPKPP Aries Santoso menjelaskan dengan jatah 700 dosis vaksin pihaknya akan menargetkan 100 ekor sapi perhari secara bertahap. “Besok (28/6) akan berpindah ke Kelurahan Sukabumi. Jika tidak memenuhi target 100 sapi maka kami akan lanjutkan ke kelurahan lainnya. Karena 1 botol vaksin diperuntukkan bagi 100 sapi dan harus habis di hari yang sama,” jelas Aries. Sementara itu jenis hewan ternak yang menjadi prioritas vaksinasi adalah sapi perah dan sapi betina. Jika dimungkinkan akan ketersediaan stok vaksinasi akan menyasar pada jenis sapi yang lain seperti sapi daging atau potong.

Kalaksa BPBD Kota Sugito Prasetyo menyampaikan bahwa pihaknya akan mendukung upaya pihak lain dalam rangka menekan serta mencegah penyebaran wabah PMK. “Kami .. (BPBD) sesuai dengan arahan dinas terkait dalam hal ini Dinas PKPP akan senantiasa melaksanakan kegiatan pencegahan diantaranya penyemprotan (strerilsasi) disinfektan ke lokasi rawan seperti Pasar Hewan, Rumah Potong Hewan serta Kandang Ternak warga… tentunya kegiatan ini didampingi langsung oleh pihak yang berwenang seperti Dokter Hewan atau Penyuluh Peternakan..” Jelas Sugito.

Aman Konsumsi Susu Sapi yang Telah Divaksin

Agar tidak menimbulkan keresahan dimasyarakat terhadap Hewan ternak yang telah divaksin, DPKPP Kota Probolinggo melalui drh. Vaiga Miriami menekankan pemberian vaksinasi PMK aman bagi sapi di semua umur, bahkan pada sapi yang sedang bunting sekalipun. “Sapi perah yang divaksin susunya tetap aman untuk dikonsumsi. Yang terpenting selain divaksin, tetap menjaga kebersihan kandang dan menjaga kualitas asupan pakan yang diberikan ke sapi ternak,” ujar Vaiga.

Pun dalam kesempatan yang sama WaliKota Habib Hadi bersama dengan Kapolres Probolinggo Kota AKBP Wadi Sa’bani menyempatkan mencicipi susu sapi hasil perahan Kelompok Mayang Jaya. ” Enak… Jangan khawatir (terhadap sapi yang telah divaksin), susunya aman untuk dikonsumsi ” ujar Habib. (CNN)

GERKATIN JATIM : Kami siap untuk SELAMAT

GERKATIN JATIM : Kami siap untuk SELAMAT

 

Kedopok – Kekurangan pada diri para relawan ini tak menyurutkan langkah mereka untuk meningkatkan kapasitas diri dibidang Kebencaan. Relawan yang memiliki keterbatasan pada indera pendengaran dan wicara ini berada dalam naungan GERKATIN (Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia). Pada hari sabtu (25/06/2022) lembaga ini menyelenggarakan kegiatan “PELATIHAN PENGURANGAN RESIKO BENCANA (PRB) INKLUSIF” bertempat diaula BPBD Kota Probolinggo.

Kegiatan yang diinisiasi oleh GERKATIN DPD Jatim melibatkan setidaknya 40 peserta (relawan) dari berbagai kota di Jawa Timur. GERKATIN merasa perlu mengadakan kegiatan ini karena dirasa hingga saat ini belum banyak pihak yang peduli terhadap kaum difabel terutamanya saat dalam kondisi suatu bencana. Dalam pelatihan ini diharapkan para relawan GERKATIN memahami posisi dirinya dan dapat membantu sesama disaat bencana terjadi.

“.. Kami (GERKATIN :red) merasa bersyukur atas terselenggaranya kegiatan ini, semoga kami dapat belajar dan memahami apa yang harus kami lakukan jika bencana terjadi ” ungkap Yuyun selaku Ketua DPD GERKATIN Jatim.

Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo menyambut baik kegiatan Pelatihan ini. Kalaksa berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan guna membantu masyarakat yang tergolong difabel dalam menghadapi suatu  bencana.

Sementara itu Forum PRB Jawa Timur diwakili oleh Catur Sudarmanto, S.Sos., M.M.B menyampaikan bahwa pelatihan ini sejalan dengan program FPRB Jawa Timur yakni SDSB (Sambang Dulur Sinau Bareng). Program mengunjungi anggota yang tersebar diberbagi daerah sembari saling membagi ilmu terkait segala hal yang berkaitan dengan pengurangan resiko bencana. Mbah Darmo – panggilan akrabnya yang juga Sekjen FPRB Jawa Timur menyampaikan bahwa program (sinergi dengan kaum difabel) ini baru pertama kali diselenggarakan di Jawa Timur dan beliau berharap kegiatan semacam ini dapat dijadikan contoh dan diselenggarakan dikota-kota lain di Jawa Timur.

Peserta pelatihan mendapatkan materi “Manajemen Penanggulangan Bencana“, “Pertolongan Pada Gawat Darurat” serta praktek “Simulasi Bencana” yang keseluruhan materinya diberikan oleh instruktur pada Forum PRB Jawa Timur. Disela-sela kegiatan para peserta berkunjung ke ruang Pusdalops PB BPBD Kota Probolinggo. Para relawan ini  mendapatkan penjelasan mengenai kegiatan apa saja yang dilakukan oleh operator Pusdalops terkait pemantauan instrumen Gempa, Curah Hujan, hingga kondisi air laut.

Hingga berakhirnya kegiatan para peserta tampak sekali antusias dan menyatakan puas atas terselenggaranya kegiatan ini. Mereka berharap dapat bertemu kembali disesi pelatihan yang lain. (CNN)

Masyarakat mulai merasakan angin kencang dan suhu relatif dingin, bagaimana penjelasannya ??

Masyarakat mulai merasakan angin kencang dan suhu relatif dingin, bagaimana penjelasannya ??

Saat ini sebagian besar wilayah Jawa Timur telah memasuki musim kemarau. Ketika musim kemarau, berhembus angin muson timur – tenggara yang membawa masa udara dari Benua Australia yang bersifat dingin dan kering. Suhu dingin pada musim kemarau terjadi karena saat musim kemarau langit cerah dan tidak tertutup awan. Radiasi yang dipancarkan oleh bumi akan dipancarkan kembali ke luar angkasa pada malam harinya. Karena tidak adanya tutupan awan, maka energi tersebut akan diteruskan besar-besaran ke luar angkasa yang mengakibatkan suhu di bumi menjadi dingin. Kondisi ini sering disebut dimasyarakat sebagai “Bediding”. BMKG menambahkan bahwa kondisi ini normal ketika musim kemarau.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Pusdalops PB BPBD Kota Probolinggo, dalam beberapa hari terakhir masyarakat mengeluhkan tentang suhu dingin dan angin berhembus cukup kencang meski kini telah memasuki musim kemarau. Mengacu pada prakiraan cuaca BMKG untuk wilayah Kota Probolinggo untuk hari ini (Jumat 24 Juni 2022) terpantau CUACA – cerah berawan hingga terik dengan suhu berkisar 24 – 32C dan kecepatan angin berkisar antara 14 – 30 KM/jam.

ANGIN GENDING
Angin Gending adalah Angin (kencang) tipe fohn yang berembus pada musim kemarau dan sifatnya panas serta kering, dapat berhembus hingga 35 KM/Jam, dapat mengakibatkan tanaman rusak serta dapat dirasakan di beberapa wilayah di porobolinggo maupun pasuruan Jawa Timur. Fenomena angin gending ini diprediksi hingga masuk bulan Agustus 2022 sebagai puncak kecepatan maksimal.

Sementara itu berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai satelit cuaca hingga akhir bulan (Juni) ini sebagian besar wilayah Kota Probolinggo akan merasakan hembusan angin cukup kencang berkisar antara 17 – 31 KM/jam.

 

DATA VEKTOR ANGIN
Secara umum dapat dijelaskan bahwa sebagian besar wilayah Kota Probolinggo suhu terendah berada pada kisaran 19 – 24o C. Berikut tabel prakiraan suhu dan kecepatan angin untuk beberapa hari kedepan.

HIMBAUAN
BPBD Kota Probolinggo melansir informasi dari BMKG bahwasanya menghimbau masyarakat agar senantiasa mempersiapkan diri terhadap perubahan suhu disiang maupun malam hari serta mengantisipasi pergerakan angin (cukup kencang) yang dapat mengakibatkan pohon tumbang maupun benda-benda dengan ketinggian tertentu.

 

Referensi :
1. https://bpbd.probolinggokota.go.id/prakiraan-cuaca/
2. https://www.tomorrow.io/weather/id/ID/JI/Kota_Probolinggo/056790/daily/
3. https://www.bmkg.go.id/satelit/satelit.bmkg?Sat=15&id=0
4. https://www.windy.com/-7.740/113.220/wind?gfs,2022062500,-7.772,113.250,12

TRC dan Rescue BPBD evakuasi korban tersangkut dipohon

TRC dan Rescue BPBD evakuasi korban tersangkut dipohon

 

Wonoasih – Pada hari Kamis (16/06/2022) pukul 17.54 WIB Pusdalops PB BPBD Kota Probolinggo mendapatkan informasi dari masyarakat via call center 112 bahwa terdapat warga (diduga tersengat listrik) yang tersangkut dipohon didepan Pabrik SAKI Jalan Lumajang Kel. Sumbertaman Kec. Wonoasih Kota Probolinggo. Setelah melaksanakan kaji cepat, Korban a.n. Sadeli (65) warga kelurahan Kedungasem Kec. Wonoasih ini dinyatakan meninggal dunia oleh tim gabungan yang terdiri BPBD, Damkar dan Polres Probolinggo Kota. Proses evakuasi korban membutuhkan tindakan khusus karena berada diantara ranting pepohonan dan membutuhkan Sky Walker Dinas LH setelah lebih dahulu aliran listrik yang berada disekitar TKM dinyatakan telah dipadamkan oleh PLN.

Kurang lebih pukul 19.00 WIB korban berhasil dievakuasi oleh tim gabungan dan selanjutnya dibawa ke Instalasi Kamar Mayat RSUD Moh. Saleh Kota Probolinggo dengan menggunakan ambulance jenazah Dinsos. Berdasarkan pantauan Pusdalops dilapangan lalu lintas sempat tersendat dan saat ini telah terurai (lancar) kembali setelah petugas kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas disekitar tempat kejadian. (CNN)

Antisipasi dampak perubahan iklim, BPBD Siagakan Tim Rescue laut

Antisipasi dampak perubahan iklim, BPBD Siagakan Tim Rescue laut

Mayangan – BMKG melalui BMKG stamet Juanda melansir Siaran Pers “Kewaspadaan Akan Kebencanaan Hidrometeorologi terkait Perkembangan Dinamika Atmosfer Wilayah Jawa Timur” tertanggal 13 Juni 2022 bahwasanya dibeberapa hari terakhir wilayah Jawa Timur secara umum masih terdapat hujan dengan intensitas bervariatif dari ringan, sedang bahkan lebat. Hal ini yang mendasari BPBD Kota Probolinggo melaksanakan beberapa kegiatan diantaranya Skill Upgrading dibidang Rescue Laut. Kegiatan yang berlangsung pada hari Selasa (14/06/2022) berlokasi di Pelabuhan Perikanan Mayangan (PPI) Kota Probolinggo.

Fenomena la nina moderate dan aktifnya gangguan fenomena gelombang ekuatorial seperti Rossby, Kelvin dan MJO disekitar Jawa timur menjadikan suhu muka laut hangat dengan anomali suhu berkisar +1.0 s/d + 3.0 C. BMKG juga menghimbau bagi masyarakat pesisir untuk mewaspadai fenomena pasang maksimum air laut akibat pasang purnama yang berpotensi mengakibatkan banjir rob pada tanggal 13 – 17 Juni 2022. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Pusdalops PB BPBD Kota Probolinggo ketinggian pasang maksimum air laut mencapai 3.1 meter.

Wilayah yang terdampak akibat fenomena ini antara lain pesisir Surabaya Barat, serta Surabaya Timur termasuk Probolinggo. Sementara itu untuk rentang waktu diperkirakan akan berlangsung pukul 09.00 – 12.00 wib.

Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo menyampaikan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terkait fenomena perubahan iklim yang berdampak pada wilayah pesisir Kota Probolinggo, pihaknya telah menyiagakan setidaknya 1 tim TRC yang telah dibekali dengan kemampuan Rescue Laut serta didukung dengan peralatan Water Rescue diantaranya Perahu Karet (LCR) Evakuasi.

Kegiatan yang berlangsung di Pelabuhan Perikanan (PPI) Pantai Mayangan merupakan kegiatan rutin selain untuk memastikan peralatan siap digunakan juga memastikan personel yang diterjunkan memahami prosedur operasi dalam penanganan kejadian di laut. Materi pelatihan meliputi Dasar Water Rescue, Water Trapment serta Evakuasi korban tenggelam diperairan luas.

Kalaksa berharap dengan adanya kegiatan ini pihaknya berkomitmen senantiasa memberikan pelayanan terbaik dan maksimal kepada masyarakat terkait dibidang kebencanaan. BPBD senantiasa melakukan upaya pengurangan resiko bencana dengan tetap memberikan informasi kepada masyarakat yang membutuhkan. (CNN)

REFLEKSI 1 TAHUN FPRB, PEMERINTAH HARAP ADANYA KAJIAN POTENSI BENCANA DI KOTA PROBOLINGGO

REFLEKSI 1 TAHUN FPRB, PEMERINTAH HARAP ADANYA KAJIAN POTENSI BENCANA DI KOTA PROBOLINGGO

Kedopok – Walikota Probolinggo berharap dengan lahirnya Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) ini dapat memberikan sumbangsih pemikiran maupun gagasan terkait Kajian Potensi Bencana di Kota Probolinggo. Hal ini disampaikan langsung oleh Asisten Pemerintahan Gogol Sudjarwo mewakili Walikota Probolinggo dalam gelaran Apel Relawan FPRB Kota Probolinggo sekaligus sebagai Puncak Kegiatan dalam rangka HUT FPRB Kota Probolinggo yang ke-1 pada hari Minggu (12/06/2022).Turut mendampingi Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo, Rektor Universitas Panca Marga (UPM) Prof. Dr. Ir. H. R. Abdul Haris, M.M., Ketua FPRB Munawan Hasyim serta para Kasi. di jajaran BPBD Kota Probolinggo.

Lebih lanjut Gogol berharap agar para pengurus dan anggota FPRB meningkatkan kapasitas diri serta dapat saling berkolaborasi dalam upaya penanganan deteksi dini (mitigasi) serta pengurangan resiko bencana di Kota Probolinggo.
Dalam kesempatan ini pula, Gogol berharap Pemerintah dapat bersinergi dengan kalangan akademisi dalam upaya melakukan kajian yang mendalam guna mendapatkan pertimbangan terkait upaya pengurangan resiko bencana.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo berharap peran serta masyarakat yang tergabung dalam FPRB Kelurahan dapat terus ditingkatkan. Tidak hanya muncul saat awal pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) namun juga hadir dalam upaya untuk pengurangan resiko bencana hingga saat bencana.
“… Kami (BPBD:red) mendorong peran serta masyarakat dalam setiap kegiatan pra-bencana hingga saat bencana agar terus ditingkatkan. Karena sejatinya sesuai amanah UU tugas dalam penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tugas Pemerintah semata namun juga dibutuhkan peran serta dukungan masyarakat” ujar Sugito saat memberikan sambutan dalam kegiatan Forum Diskusi Grup (FDG) bersama BPBD dan FPRB.

Ketua FPRB Munawan Hasyim turut menyampaikan kendala-kendala yang dihadapi forum yang selama 1 (satu) tahun dipimpinnya antara lain masih adanya ego sektoral dikalangan anggota forum serta masih munculnya paradigma dimasyarakat bahwa perhatian khusus tertuju saat kejadian bencana dan kurangnya kesadaran dimasyarakat akan kepedulian lingkungan. Hal ini merupakan pekerjaan rumah (PR) bersama antara FPRB dan BPBD Kota Probolinggo.
“.. Senada dengan apa yang disampaikan bapak kalaksa BPBD Kota Probolinggo bahwa Pelangi itu indah (kelihatannya). Namun untuk mencocokkan warna pelangi untuk menjadi indah memerlukan energi diantaranya harus tahu satu sama lain, ga boleh baper atau merasa tidak dianggap.. kita butuh belajar….” demikian ungkap Munawan saat Podcast FPRB “Talkshow Kebencanaan bersama Kalaksa BPBD dan Ketua FPRB”. (CNN).

Antisipasi penyebaran PMK BPBD lakukan sterilisasi pasar hewan di Kota Probolinggo

Antisipasi penyebaran PMK BPBD lakukan sterilisasi pasar hewan di Kota Probolinggo

Wonoasih – Kota Probolinggo menjadi kota ke-10 dari target 20 Kota/ Kabupaten yang telah disasar oleh BPBD Jawa Timur guna antisipasi penyebaran wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) yang menyerang hewan ternak. Hari ini Selasa (24/05/2022) Tim Gabungan menyasar Pasar Hewan Jrebeng Kidul Kecamatan Wonoasih dengan melakukan penyemprotan disinfektan ke beberapa titik rawan seputaran Pasar Hewan. Turut hadir Kasi. Logistik BPBD Jawa Timur  Bige Agus Wahjuono, SE, Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo, SSTP., MM, Kasi. K/L BPBD Kota Probolinggo Yudha Arisandy, Kasi. P/K BPBD Kota Probolinggo Nurcholiq, Lurah Jrebeng Kidul M Lutfi Mawahid, Dokter Hewan (drh) Vaiga Miriami, serta perwakilan dari UPT Pasar Hewan Jrebeng Kidul.

BPBD Jawa Timur mendorong upaya pencegahan wabah PMK yang sudah menyasar 20 Kota/ Kabupaten di Jawa Timur, sementara ini sudah 10 Kota/ Kabupaten yang telah dilakukan penyemprotan disinfektan dan diinisiasi langsung oleh BPBD Jawa Timur sesuai arahan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indah Parawansa. “…kami (BPBD Jawa Timur :Red) mensupport apa yang menjadi leading sector pemberantasan PMK, kami telah melaksanakan penyemprotan di 9 kota sebelumnya…” ungkap Bige.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Kota Probolinggo menyampaikan bahwa sesuai arahan Walikota Probolinggo BPBD siap berkoordinasi dan membantu OPD lain guna mencegah penyebaran penyakit PMK di Kota Probolinggo. ” .. sesuai arahan dan petunjuk bapak Walikota Probolinggo, kami (BPBD) telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kota Probolinggo dan saat ini siap melakukan penyemprotan di Pasar Hewan Kota Probolinggo selanjutnya dalam 2 minggu ini kami akan lanjutkan penyemprotan ke beberapa Rumah Potong Hewan di Kota Probolinggo sesuai arahan DPKPP yang memiliki tusi ini….” jelas Sugito.

Berdasarkan data DPKPP Kota Probolinggo hingga saat ini masih ditemukan kasus positif PMK yang mengakibatkan 1 korban hewan mati. Korban hewan yang mati berada di Kecamatan Kademangan. “.. hingga tanggal 13 Mei 2022 ini kami mendapati laporan 6 kasus hewan yang terindikasi terinfeksi PMK, setelah hasil laborat turun ternyata ke-enam-enamnya dinyatakan POSITIF PMK… ” ungkap Vaiga.

Vaiga juga memberikan saran apabila warga masyarakat menemukan hewan ternak yang ciri-cirinya seperti gejala pada PMK agar segera melaporkan ke instansi terkait. Serta hewan ternak, hingga pakannya perlu dilakukan tindakan khusus agar tidak bertambah meluas dampaknya. Bilamana perlu hewan ternak yang sakit tak perlu dibawa ke Pasar Hewan, tetap dikandang saja hingga dinyatakan sembuh. (CNN)

DWP BPBD Kota Probolinggo gelar Halal bi Halal dibulan Syawwal 1443H

DWP BPBD Kota Probolinggo gelar Halal bi Halal dibulan Syawwal 1443H

 

Kedopok – Setelah hampir 2 tahun lamanya Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPBD Kota Probolinggo vakum dari beberapa kegiatan dikarenakan pandemi COVID-19, akhirnya pada hari Selasa tanggal 17 Mei 2022 bertempat di aula BPBD Kota Probolinggo DWP menggelar Halal bi Halal. Halal bi Halal ini dibuka secara resmi oleh Ketua DWP BPBD Kota Probolinggo Fivin Sugito Prasetyo.  Turut hadir para koordinator biro DWP beserta seluruh anggota yang tak lain adalah para Istri dari Staff dan Pimpinan BPBD Kota Probolinggo.

Ketua DWP BPBD Kota Probolinggo menyampaikan arahan agar para anggota senantiasa mempererat tali silahturahmi sesama anggota setelah sekian lama tak dapat dipertemukan dalam suatu forum. Tak lupa Fivin mengajak para anggota untuk selalu bersyukur atas rahmat Allah SWT sehingga kita semua dapat melewati situasi wabah dengan tetap tangguh dan siap untuk Selamat. Selain itu Fivin mengingatkan kepada para anggotanya untuk selalu terlibat dalam kegiatan yang telah diprogramkan bersama.

“…. kalau bisa, ibu-ibu (anggota DWP :red) disini berkenan untuk dilibatkan dalam kegiatan DWP baik tingkat OPD maupun Daerah. Sehingga yang aktif-aktif itu tidak hanya para srikandi namun juga anggota DWP lainnya” Ujar Fivin.

Dalam kesempatan yang lain, pertemuan ini diisi dengan sharing maupun diskusi ringan terkait apa saja yang dialami oleh para anggota. Ketua DWP berharap semoga dipertemuan rutin 2 Bulan(an) anggota yang hadir bisa lebih lengkap lagi.

 

Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo dalam sambutannya menyampaikan makna syawwal dengan tema GETAS, ya salah satu makanan khas jawa yang terbuat dari kelapa. Dengan memaknai GETAS diharapkan seluruh staff BPBD Kota Probolinggo dapat menyelesaikan semua permasalahan sampai tuntas serta menyimpan dengan baik secara internal sehingga tali silahturahmi, tali persaudaraan dan kekompakan tetap terjaga dengan baik.

Seluruh rangkaian acara ditutup dengan Doa dengan harapan seluruh yang hadir mendapatkan kebaikan didunia dan diakherat kelak. Tak lupa diakhir acara juga dilakukan foto bersama antara staff dan pimpinan beserta keluarga. (CNN)

 

 

 

 

 

 

BPBD terus siagakan petugas guna antisipasi bencana di masa liburan Idul Fitri 1443H

BPBD terus siagakan petugas guna antisipasi bencana di masa liburan Idul Fitri 1443H

Kedopok – Hingga H+5 liburan Idul Fitri Petugas BPBD Kota Probolinggo masih terus disiagakan guna mengantisipasi dampak kejadian bencana di Kota Probolinggo. Petugas yang terdiri dari staff maupun relawan PB disiagakan dalam Tim Reaksi Cepat (TRC) PB ini mulai disiagakan semenjak H-7 hingga H+7 liburan Idul Fitri 1443 H.

Walikota Probolinggo Habib Hadi Zaenal Abidin melalui Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo menghimbau masyarakat yang masih berkegiatan dalam rangka Libur Hari Raya Idul Fitri agar senantiasa menjaga kondisi kesehatan dengan tetap memastikan mengikuti protokol kesehatan terutama ditempat keramaian dan mematuhi arahan petugas bilamana terjebak dalam kondisi darurat saat dalam perjalanan maupun disekitar lokasi kejadian. Tak lupa Kalaksa juga mengingatkan masyarakat Kota Probolinggo bilamana mendapati kondisi darurat bencana alam maupun non-alam untuk segera menghubungi Call Center 112 atau kanal media sosial milik Pemerintah Kota Probolinggo. (CNN)

Untuk liputan selengkapnya : https://youtu.be/IltKALS2SMQ

dr. Riswandi : Pusdalops PB BPBD Kota Probolinggo sudah cukup representatif sebagai Pusdalops Mandiri

dr. Riswandi : Pusdalops PB BPBD Kota Probolinggo sudah cukup representatif sebagai Pusdalops Mandiri

 

Kedopok – Ditengah suasana arus mudik lebaran kali ini, Pusdalops PB BPBD Kota Probolinggo mendapat perhatian dari BNPB yakni kunjungan Wakil Koordinator Tim pemantauan arus mudik dan arus balik dalam rangka Hari Raya idul fitri 1443H di provinsi Bali sekaligus Kepala Bidang Pengendalian Taktis dan Evaluasi Operasi BNPB dr. Riswandi, M.M pada hari jumat 29 April 2022.

Dalam kunjungan ini rombongan meninjau langsung ruang kendali Pusdalops PB BPBD Kota Probolinggo diterima langsung oleh Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo didampingi Kasie. K/L BPBD Kota Probolinggo Yudha Arisandy, Kasie. P/K Nurcholiq serta Kasie. R/ R Sholehuddin Ayyub.

Kalaksa menyampaikan bahwa salah satu program saat dirinya diberi amanah mengelola OPD yang berhubungan dengan kebencanaan di Kota Probolinggo adalah membangun Pusdalops. Harapannya Pusdalops ini mampu memberikan andil sesuai tupoksi yang telah diamanatkan oleh negara melalui UU.

“.. Pusdalops (ini) merupakan cita-cita saya semenjak saya berada di BPBD Kota Probolinggo, alhamdulillah hal ini telah terwujud berkat kerjasama rekan-rekan semua” ungkap Sugito.

Sementara itu dr. Riswandi menyampaikan bahwa untuk Kota Probolinggo dengan tingkat kerentanan bahaya yang sedemikian kecil mampu membangun Pusdalops Mandiri adalah patut diapresiasi dan dihargai.

“.. Pusdalops PB BPBD Kota Probolinggo sudah cukup representatif sebagai Pusdalops Mandiri” ujar Riswandi saat meninjau langsung ruang kendali Pusdalops PB BPBD Kota Probolinggo.

Selain itu pengembangan Pusdalops agar terus dimaksimalkan disesuaikan dengan kebutuhan Pemerintah dan Masyarakat khususnya dalam deteksi dini bencana.

dr. Riswandi juga menyoroti perlunya sentuhan inovasi terkait layanan masyarakat serta untuk lebih mengoptimalkan jejaring komunikasi radio. (CNN)