PUSDALOPS “MENYALA”, Layanan Cepat Penanggulangan Bencana Berbasis Satu Pusat Kendali

  1. PROBOLINGGO - Pemerintah Kota Probolinggo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memperkuat pelayanan publik di bidang kebencanaan dengan menghadirkan inovasi PUSDALOPS “MENYALA” (Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana: MEmbantu, MeNYelamatkAn, MeLAyani). Inovasi ini menjadi pusat kendali yang mengintegrasikan pelaporan masyarakat, koordinasi lintas instansi, monitoring penanganan, hingga penyampaian informasi resmi secara cepat dan terpadu.

    Kepala BPBD Kota Probolinggo, Boedi Harjanto, mengatakan bahwa PUSDALOPS “MENYALA” lahir sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat akan layanan kebencanaan yang lebih responsif di tengah meningkatnya potensi banjir, angin kencang, pohon tumbang, kebakaran permukiman, dan cuaca ekstrem di wilayah Kota Probolinggo.

    “Melalui PUSDALOPS MENYALA, kami ingin memastikan setiap laporan masyarakat dapat diterima, diverifikasi, dan ditindaklanjuti dengan cepat. Masyarakat tidak lagi bingung harus melapor ke mana karena seluruh informasi dihimpun dalam satu pusat kendali,” ujar Boedi Harjanto.

    Sebelumnya, laporan kejadian bencana masih diterima melalui berbagai media komunikasi yang terpisah sehingga proses verifikasi dan koordinasi sering memerlukan waktu lebih lama. Kini, seluruh laporan yang masuk melalui hotline, WhatsApp, telepon, maupun kanal resmi BPBD langsung dicatat oleh operator PUSDALOPS dan diteruskan kepada Tim Reaksi Cepat (TRC) serta instansi terkait sesuai tingkat kedaruratannya. Di markas pusdalops, petugas BPBD dan Relawan melaksanakan piket Pusdalops selama 24 jam 7 hari.

    Selain mempercepat respons lapangan, PUSDALOPS “MENYALA” juga dilengkapi dengan dashboard monitoring yang memungkinkan perkembangan penanganan bencana dipantau secara real time. Data lokasi kejadian, dokumentasi lapangan, kondisi korban, hingga distribusi bantuan terdokumentasi secara digital, termasuk pengaduan dari masyarakat terkait bencana. Setelah itu data tersebut diolah dan dianalisa untuk disampaikan kepada Tim Reaksi Cepat BPBD sebagai dasar untuk penanganan bencana di lapangan berupa assessment, pendistribusian logistik serta penyelamatan dan evakuasi.

    Tim Reaksi Cepat kemudian menyampaikan hasil penanganan di lapangan kepada Pusdalops sebagai dasar untuk melaporkan kepada Wali Kota Probolinggo. data dan informasi tersebut kemudian diteruskan ke masyarakat melalui Media Sosial. Alur pengolahan data dan informasi Pusdalops menyala telah termaktub dalam Standar Operasional Prosedur.

    Boedi Harjanto menambahkan bahwa inovasi ini bukan hanya berfungsi saat terjadi bencana, tetapi juga mendukung seluruh tahapan penanggulangan bencana mulai dari prabencana, tanggap darurat, hingga pascabencana. 

    “Tujuan utama kami adalah memberikan rasa aman kepada masyarakat melalui informasi yang cepat, valid, dan dapat dipercaya. Dengan demikian, penanganan menjadi lebih efektif sekaligus mampu meminimalkan penyebaran informasi yang tidak benar,” jelasnya.

    Melalui PUSDALOPS “MENYALA”, BPBD Kota Probolinggo berharap tercipta pelayanan kebencanaan yang semakin profesional, terintegrasi, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan Kota Probolinggo dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang. (*)




LINK TERKAIT