Pj Wali Kota Nurkholis : Gerakan GOTKU Resik akan jadi agenda rutin Pemerintah Kota

Penjabat (Pj) Wali Kota Nurkholis membuat gebrakan diawal masa kepemimpinannya yakni melaksanakan Gerakan "GOTKu Resik" pada hari Senin (12/02). Gerakan ini didasari oleh rasa keprihatinan Nurkholis atas kejadian beberapa wilayah di Kota Probolinggo tergenang air hingga meluap dan menyebabkan beberapa rumah warga terdampak. Sebagai informasi, setidaknya beberapa wilayah di kelurahan Sukoharjo, Jati, dan Tisnonegaran terdampak adanya genangan air dan pohon tumbang.

Pembersihan saluran disepanjang Jl. Pahlawan



Kanigaran - Penjabat (Pj) Wali Kota Nurkholis membuat gebrakan diawal masa kepemimpinannya yakni melaksanakan Gerakan "GOTKu Resik" pada hari Senin (12/02). Gerakan ini didasari oleh rasa keprihatinan Nurkholis atas kejadian beberapa wilayah di Kota Probolinggo tergenang air hingga meluap dan menyebabkan beberapa rumah warga terdampak. Sebagai informasi, setidaknya beberapa wilayah di kelurahan Sukoharjo, Jati, dan Tisnonegaran terdampak adanya genangan air dan pohon tumbang.

Dalam apel yang dilaksanakan di halaman kantor Pemkot, Nurkholis menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan gerakan bukan kerja bakti. Oleh karenanya dirinya memerintahkan kepada BPBD untuk mengagendakan kegiatan ini setiap bulan dan memperluas titik/ lokasi tidak hanya lokasi yang disasar pada kegiatan kali ini.

".. saya berharap bahwa hal (kegiatan:red) ini merupakan gerakan bukan (sekedar) kerja bakti yang mendorong kita semua peduli akan lingkungan sekitar. Oleh karenanya saya perintahkan BPBD untuk membuat kegiatan ini sebulan sekali dan perluas lokasinya bukan hanya di titik lokasi kegiatan kali ini.." ujar Nurkholis.

Kegiatan ini melibatkan Dinas terkait seperti BDBD beserta OPD di Lingkungan Pemkot Probolinggo, Kodim 0820, YonZipur, Polres Probolinggo Kota, relawan (pemerhati/ peduli) lingkungan hingga Komunitas Kum-Kum SCB dengan jumlah peserta ratusan personil.

Pasca Apel dilaksanakan aksi membersihkan saluran/ drainase disekitar simpang 4 brak dipimpin langsung oleh Pj Wali Kota Probolinggo didampingi Sekda Kota Probolinggo drg. Ninik Ira Wibawati bersama Dandim 0820 Letkol Arm Heri Budiasto, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Wadi Sa'bani serta Kajari Kota Probolinggo Abdul Mubin membersihkan sampah disekitar aliran kali/ drainase sebagai tanda dimulainya kegiatan "Gerakan GOTKu Resik".

Sementara itu, 5 (lima) lokasi terpisah yakni dimasing-masing Kecamatan telah dipetakan beberapa titik lokasi yang harus dibersihkan diantaranya :

1. Kec. Kanigaran : Perempatan Brak Ke selatan Jl. Pahlawan - belokan ke Timur sampai Depan Koramil. Jl. Sultan Sahrir ke barat masuk Juanda sampai TMP Jl. Arif Rahman Hakim

2. Kec. Mayangan : Brak ke Utara Sepanjang Jl. DI. Panjaitan sampai RSUD Moh Saleh

3. Kec. Kademangan : Jl. Kerinci - selatan Pasar sampai Gang Gayam

4. Kec Wonoasih : Jl. Mastrip dari Pasar Wonoasih ke arah utara hingga area seputar Makam Cina / pasar Hewan

5. Kec. Kedopok : Jl. Mastrip dari SMK 1 sampai Jl. Indragiri depan Kantor Pajak

Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo dalam kesempatan lain menyatakan Curah hujan dapat menjadi salah satu pemicu bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang dan tanah longsor. Karenanya, kepada masyarakat yang tinggal didaerah yang sering menjadi langganan banjir serta area perbukitan yang rawan longsor, disarankan untuk waspada dan berhati-hati. Demikian pula waspada terhadap angin puting beliung. Bila ada Awan Cumulonimbus (CB) biasanya tumbuh pagi hari menjelang siang, bentuknya seperti bunga kol, warnanya ke abu-abuan dengan tepian yang jelas. Namun, menjelang sore hari,  awan ini akan berubah menjadi gelap yang kemudian dapat menyebabkan hujan, petir dan angin.

BMKG menyebutkan bahwa cuaca ekstrem berpotensi besar terjadi selama musim peralihan-musim hujan. Mulai dari hujan lebat disertai petir dan angin kencang serta hujan es. BMKG Juanda telah mengeluarkan rilis Peringatan Dini akan adanya cuaca ekstrem dibeberapa wilayah Jawa Timur. Untuk itu pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk tetap memperhatikan kondisi lingkungan sekitar serta tidak membuang sampah langsung yang dapat berpotensi menyebabkan terjadi saluran air/ drainase tersumbat.(CNN)

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin