TRC Tanggap Bencana Prov Jawa Timur Bangun Tanggul Penahan Luapan Air DAS di Kota Probolinggo

Tim Reaksi Cepat (TRC) Tanggap Bencana Provinsi Jawa Timur meninjau sekaligus memeriksa Proyek Pembangunan Bronjong di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kedunggaleng di Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo pada Selasa (02/07). Proyek senilai Rp 15 Miliar yang bersumber dari dana BTT Provinsi Jawa Timur mulai dibangun sejak bulan Mei dan sesuai tenggat waktu selesai dikerjakan pada bulan Juli tahun 2024.

Rombongan meninjau lokasi pembangunan bronjong


Wonoasih - Tim Reaksi Cepat (TRC) Tanggap Bencana Provinsi Jawa Timur meninjau sekaligus memeriksa Proyek Pembangunan Bronjong di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kedunggaleng di Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo pada Selasa (02/07). 

Proyek senilai Rp 15 Miliar yang bersumber dari dana BTT Provinsi Jawa Timur mulai dibangun sejak bulan Mei dan sesuai tenggat waktu selesai dikerjakan  pada bulan Juli tahun 2024.

Rombongan tim TRC dari berbagai unsur seperti PU-SDA Prov, BPBD Prov, UPT SDA Prov, Bag Hukum Prov, serta Bappeda Prov disambut Penjabat Wali kota Probolinggo Nurkholis didampingi oleh Kalaksa BPBD Sugito Prasetyo, Kepala PUPRKP Setyorini Sayekti,  Camat Wonoasih, Lurah Kedung Asem dan Lurah Sumber Taman turun langsung memeriksa hasil pengerjaan proyek yang digarap oleh rekanan.

Pembangunan bronjong ini sebagai tanggul penahan air agar tidak meluber ke pemukiman itu. Pengerjaan proyek ini mencakup tiga titik (lokasi). Meliputi dua lokasi di Kelurahan Sumbertaman, sepanjang 128,8 meter dan 241,2 meter dengan ketinggian parapet mencapai 7-9 meter.

Serta di Kelurahan Kedung Asem, Kecamatan Wonoasih, bronjong yang dibangun sepanjang 143,5 meter, ketinggiannya pun, sama dengan yang di Sumbertaman, mencapai 7 hingga 9 meter.

Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo menyampaikan bahwasanya pembangunan bronjong setinggi itu, risiko bencana banjir dapat diminimalisasi. Bronjong yang kuat akan mampu menahan luapan air sungai yang membawa sedimen dan material lainnya. Sehingga air tidak membanjiri rumah warga dan lahan pertanian di sekitar. (CNN)

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT