Erupsi Gunung Semeru, BPBD Terjunkan Tim dan Dukungan Logistik
Sesuai dengan petunjuk serta arahan Walikota Probolinggo Habib Hadi Zaenal Abidin (baca : BPBD Kota Probolinggo bantu korban erupsi Gunung Semeru)

Sesuai dengan petunjuk serta arahan Walikota Probolinggo Habib Hadi Zaenal Abidin (baca : BPBD Kota Probolinggo bantu korban erupsi Gunung Semeru),
pada hari Sabtu 4 Desember 2021 BPBD Kota Probolinggo menerjukan tim
awal guna membantu tim assessment BPBD lumajang dan BPBD Provinsi Jatim
guna mempercepat langkah pertolongan dan evakuasi serta menentukan
peralatan dan logistik yang akan dibawa tim berikutnya. Tim yang
dipimpin langsung oleh Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo
juga menerjunkan 2 personil TRC dan 2 personil Relawan Rescue. Sementara
itu dukungan logistik antara lain 5 buah terpal, 10 buah tikar, 28 buah
selimut, 3 dus lauk pauk, 2 dos makanan siap saji, 2000 buah masker dan
20 buah matras diangkut dengan armada rescue BPBD.
Saat
tiba dilokasi dusun Kamar Kajang Candipuro pukul 22.30 WIB, Kalaksa
langsung berkoordinasi dengan Bupati Lumajang dan Kalaksa BPBD Jawa
Timur. Bupati Lumajang Thoriqul Haq menyampaikan bahwasanya saat ini
Lumajang membutuhkan relawan untuk membantu mengeavakuasi warga yang
masih bisa diselamatkan. Berdasarkan laporan tim penyelamat, saat
(malam) ini evakuasi penyelematan tidak dapat dilanjutkan karena cuaca
dan sudah terlalu malam.
Tim selanjutnya bergerak menuju balai desa Sumber Wuluh dimana
(sebagian) pengungsi ditampung. Bantuan yang diserahkan kepada posko
setempat antara lain matras serta selimut.
Sembari para relawan menurunkan bantuan di posko pengungsi desa
Sumber Wuluh, Kalaksa BPBD Kota Probolinggo beserta rombongan Bupati
Lumajang, Kalaksa BPBD Jatim menuju ke kantor Kecamatan Candipuro guna
melaksanakan Rapat Korrdinasi bersama Muspika Kabupaten Lumajang.
Dalam rapat Koordinasi yang dipimpin langsung oleh Bupati Lumajang, menghasilkan beberapa poin diantaranya :
- Untuk koordinator Kegiatan ditunjuk Dandim 0821 Lumajang dengan Kapolres Lumajang sebagai Wakil Koordinator.
- Masa Evakuasi (Pencarian Korban) ditetapkan 7 (tujuh) hari dengan koordinator Basarnas.
- Logistik serta bantuan kemanusian akan segera didistibusikan ke warga pengungsi.

Kalaksa BPBD Kota Probolinggo menyampaikan bahwa kedepan akan
ditambah daya dukung serta bantuan setelah berkoordinasi dengan stake
holder setempat. Salah satu rencananya adalah melibatkan PMI Kota
Probolinggo untuk tambahan relawan dan bantuan logistik untuk korban/
pengungsi. (CNN)