Selain itu untuk perbaikan rumah, Walikota akan mengupayakan bantuan dari BTT (Bantuan Tidak Terduga) BPBD. “Kami alokasikan anggaran dari BTT, tentunya prosedur dan alur harus diikuti,” imbuh WaliKota.
Berdasarkan
informasi yang berhasil dihimpun Pusdalops BPBD Kota Probolinggo,
musibah Kebakaran ini mengakibatkan 4 (empat) rumah menjadi sasaran si
jago merah. Para korban antara lain Sunam (75), Budiyono (40), Sudi (35)
dan Misno (60) merupakan warga RT.01 RW.06 Blok Mantong Kelurahan
Sumbertaman Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo.
Saat meninjau lokasi, Walikota Probolinggo didampingi oleh Kasi. K/L Yudha Arisandhy serta Kasi. R/R BPBD Kota Probolinggo Sholehuddin Ayyub bersama beberapa relawan PB (Penanggulangan Bencana) Camat Wonoasih, Lurah Sumbertaman dan anggota dari unsur 3 pilar. Sampai dengan berita ini disusun, tim BPBD masih melakukan assesment terkait JITUPASNA (Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana).
Sementara itu pada kegiatan kunjungan Walikota ini, BPBD telah menyalurkan bantuan berupa Tenda, Tikar, Selimut, Paket Makanan Siap saji beserta Perlengkapan Makan untuk para korban terdampak.
Selain BPBD, beberapa tim dari Kementerian Sosial dan PMI juga turut memberikan bantuan kepada para korban terdampak.
Para korban untuk sementara ini mengungsi ke beberapa rumah kerabat dan warga sekitar sudah mulai bergotong royong membersihkan puing-puing sisa kebakaran.
DISTRIBUSI BANTUAN UNTUK KORBAN KEBAKARAN KEDUNGGALENG
Masih
di hari yang sama, BPBD bersama relawan juga telah mendistribusikan
bantuan untuk korban kebakaran di Jl Manggis RT 3 RW 2 Kedunggaleng Kec.
Wonoasih Kota Probolinggo. Kebakaran yang menimpa rumah warga ini
mengakibatkan 1 (satu) keluarga terdampak.
Dalam penyaluran bantuan, tim didampingi langsung oleh Camat Wonoasih serta Seklur Kedunggaleng. Bantuan yang diberikan dalam bentuk terpal, tikar, selimut hingga makanan siap saji. Tim juga akan melaksanakan JITUPASNA untuk membantu korban memperbaiki rumahnya yang rusak karena terbakar.
BPBD Kota Probolinggo terus menerus memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait bagaimana mencegah bahaya kebakaran dan juga bagaimana menghadapi fenomena iklim “LA NINA” agar dapat meminimalkan jumlah korban terdampak. (CNN)
















