BPBD Wujudkan Sekolah Tangguh Bencana

Wujudkan Sekolah Tangguh Bencana yang Inklusif, SDN Sukabumi 2 dan SMPN 2 Kota Probolinggo Sukses Rampungkan Asistensi Pendidikan Iklim Bersama Difabel

Wujudkan Sekolah Tangguh Bencana yang Inklusif, SDN Sukabumi 2 dan SMPN 2 Kota Probolinggo Sukses Rampungkan Asistensi Pendidikan Iklim Bersama Difabel

SOBAT TANGGUH - Rangkaian kegiatan Asistensi Sekolah Tangguh Iklim dalam Integrasi Pendidikan Perubahan Iklim resmi ditutup pada hari ketiga di Kota Probolinggo. Penutupan program yang dipusatkan di SDN Sukabumi 2 dan SMPN 2 Kota Probolinggo ini menghadirkan agenda penutup yang sarat makna, yakni edukasi mitigasi dan kesiapsiagaan bencana bagi siswa disabilitas yang berkolaborasi langsung bersama Pelopor Peduli Disabilitas Situbondo (PPDIS).



Kegiatan di hari terakhir ini tidak hanya berfokus pada adaptasi lingkungan dan pemahaman perubahan iklim secara umum, tetapi juga meneg suelo-wujudkan prinsip pendidikan yang inklusif memastikan bahwa tidak ada satupun anak yang tertinggal (leave no one behind) dalam upaya pengurangan risiko bencana.

Merajut Kesadaran Iklim yang Ramah Disabilitas
​Pada sesi pagi, suasana di kompleks SDN Sukabumi 2 dan SMPN 2 tampak dinamis. Para siswa, guru, serta perwakilan peserta didik difabel antusias mengikuti simulasi tanggap darurat yang dirancang ramah disabilitas. Pendampingan khusus diberikan oleh para fasilitator berpengalaman dari Pelopor Peduli Disabilitas Situbondo untuk melatih respons cepat saat menghadapi potensi bencana alam, seperti gempa bumi maupun cuaca ekstrem akibat perubahan iklim.

Ketua tim pendamping menyampaikan bahwa kelompok rentan, khususnya anak-anak penyandang disabilitas, seringkali menjadi pihak yang paling terdampak ketika bencana terjadi jika tidak dibekali pengetahuan mitigasi yang tepat sejak dini.

​"Mitigasi bencana yang inklusif adalah hak setiap anak. Melalui kegiatan hari terakhir ini, kami ingin memastikan bahwa adik-adik disabilitas memiliki kapasitas, keberanian, dan jalur evakuasi yang jelas serta dipahami bersama dalam menghadapi situasi darurat," ujar perwakilan pelatih dari PPDIS.

Asistensi yang berjalan selama tiga hari ini dirancang untuk membekali pihak sekolah agar mampu mengintegrasikan isu perubahan iklim ke dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Mulai dari pemetaan risiko lingkungan sekolah, pengelolaan sampah, penghematan energi, hingga simulasi evakuasi mandiri yang dapat diakses oleh seluruh siswa tanpa terkecuali.

​Kepala Sekolah SDN Sukabumi 2 menyambut baik kolaborasi lintas sektor ini. Menurutnya, kehadiran kawan-kawan difabel bersama elemen peduli disabilitas memberikan perspektif baru bagi para guru dan siswa reguler tentang pentingnya membangun fasilitas serta budaya sekolah yang ramah disabilitas dan tanggap iklim.

​"Pendidikan iklim yang kami terima selama tiga hari ini memberikan warna baru. Terlebih di hari terakhir ini, kami belajar langsung bagaimana merangkul anak-anak difabel agar memiliki ketangguhan yang sama dalam menghadapi ancaman bencana iklim," ungkapnya.

Menuju Probolinggo yang Tangguh dan Inklusif
​Dengan berakhirnya rangkaian asistensi ini, SDN Sukabumi 2 dan SMPN 2 Kota Probolinggo diharapkan mampu menjadi role model atau rujukan bagi sekolah-sekolah lain di Jawa Timur dalam mengimplementasikan Sekolah Tangguh Iklim (STI) berbasis pendidikan inklusi.

​Program ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama serta penyerahan simbolis panduan mitigasi bencana ramah disabilitas kepada pihak sekolah. Semangat kolaborasi antara lembaga pendidikan, pegiat lingkungan, dan komunitas disabilitas ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan generasi muda Kota Probolinggo yang tangguh, peduli lingkungan, serta berkeadilan sosial.

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT